
Di tengah kebisuan Rian dan Ariana yang sungguh mereka sangat ingin pergi sejak dari tadi. Tapi mereka tak kuasa, dan hanya berharap Orang Tua mereka berhenti berbicara dan sudahi drama ini.
Harusnya aku bisa pergi berkumpul bersama teman teman ku, tapi kalau aku pergi Kak Danu pasti akan benar benar menghancurkan motor ku. Ariana.
Sayang maaf kan aku, harus nya aku tidak di sini., harusnya aku bersama mu. Aku rindu kamu Anisa . Rian.
''Rian...Ariana... apa kalian setuju dengan tanggal pertunangan nya?'' Tuan Heru. Memecah kan kebisuan mereka.
Ariana yang juga tidak mendengar kan sedikit bingung.
''Hah?'' wajah bingung Rian karena dia benar benar tidak mendengarkan dengan baik.
''Kenapa nak? kamu tidak dengar kan dengan baik ya?'' Tanya Nyonya Lili.
''Hm... tidak Ma, maksud ku iya aku setuju'' jawab terpaksa seolah mengerti.
''Okeh kalau begitu Tuan Heru, atur saja. Kita akan bertemu satu minggu lagi di acara pertunangan anak anak kita'' Tuan Alex tersenyum lega.
''Apa!!!'' ucap Rian dan Ariana bersamaan, menatap orang tua mereka masing masing.
Apa minggu depan? kenapa cepat sekali! Rian.
Sial, wajar saja laki laki ini setuju ternyata acaranya secepat itu. Ariana.
''Kenapa Ar? kau keberatan?'' tanya Tuan Alex.
Ariana hanya diam membisu, tersenyum kecut.
''Apa kalian mau langsung menikah saja?'' tanya Tuan Heru.
''Tidak!!!'' lagi lagi secepat kilat mereka menjawab bersamaan, saling menatap tajam satu sama lain.
''Maksud Rian..., tidak perlu langsung menikah. Kami juga belum cukup mengenal'' jelas Rian.
''Oh... ya sudah kalian bisa saling mengenal mulai sekarang'' jawab Tuan Heru.
''I-iya Paman'' Rian pasrah. Setidak nya tidak menikah dengan wanita berandalan ini, kalau hanya pertunangan kan masih bisa di batal kan. Gumam hati Rian.
''Pa.., menurut Danu biarkan mereka pergi berdua agar dapat mulai saling mengenal'' Danu memberi ide yang sama sekali tidak di ingin kan.
Apa yang ada di pikiran mu Kak!!! Rasanya Ariana ingin berteriak.
Kenapa mas Danu memberi ide Gila. Rian.
''Wah ide bagus itu'' seru Tuan Heru.
__ADS_1
''Rian ajak la Ariana ke luar'' suruh Nyonya Lili.
Rian menatap Ariana yang hanya duduk diam tak peduli.
''Ayo Ariana'' ajak Rian terpaksa.
Ariana masih diam menatap nya dingin.
''Riana...,'' Danu menyenggol bahu Ariana dengan tatapan mengancam.
Ariana berdiri dengan sangat sangat terpaksa. Melangkah menuju keluar rumah, Rian segera menyusul berlari kecil.
Sementara orang yang berada di ruang tamu, melanjutkan obrolan mereka.
***
Di perjalanan.
Ariana dan Rian hanya diam. Mereka benar benar tidak peduli satu sama lain.
''Berhenti!'' perintah Ariana.
''Kenapa?'' Rian bingung.
''Kau tuli?!! aku bilang berhenti!!!'' bentak Ariana.
''Sopan pada benalu? cih!!!'' Ariana menatap dingin.
''Apa maksud mu!!!'' bentak Rian.
''Jangan teriak!!! Berhenti sekarang juga!!!'' Ariana tak mau kalah.
Rian memberhentikan mobil nya dan Ariana dengan cepat turun.
Daarrr!!!
pintu mobil di tutup kasar.
''Dasar gila!!!'' teriak Rian.
Ariana tak menoleh dan terus berjalan.
Rian menjalankan laju mobil nya.
ddrrtt...ddrrtt...
__ADS_1
Sayang kamu di mana? aku di tempat biasa! aku kangen...pesan masuk di Hp Rian.
Rian tersenyum bahagia segera melajukan mobil nya menuju Cafe di mana seseorang menunggu nya.
Persetan dengan wanita berandalan itu, yang penting aku mau menemui wanita ku dulu. Gumam Rian tersenyum bahagia.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Mohon bantu support nya ya ๐
__ADS_1
Like, Coment jangan lupa Vote juga.
Sebelum nya makasih banyak ya๐.