
Setelah keluar dari kamar adiknya, Danu menyuruh orang untuk mencari tahu apa yang sebenar nya terjadi.
Tapi Nina yang tampak sangat ketakutan, mencoba memberanikan diri menceritakan apa yang terjadi semalam.
''Sa-saya tahu Tuan'' jawab Nina terbata bata.
''Tahu? tahu apa???!!'' bentak nya mencengkram bahu sekertarisnya.
''Danu! kau membuat nya takut!'' ucap Tuan Heru menjauhkan Nina dari Danu.
''Katakan Nina, kau tahu apa?'' tanya Tuan Heru.
Nina menceritakan awal mula dia bertemu dengan Ariana sampai dia yang mengantar Ariana.
''Brengsek!!'' umpat Danu.
''Tenang la Danu'' Tuan Heru menenangkan.
Meskipun Danu tahu kelakuan adik nya juga keterlaluan, tapi dia tidak terima perlakuan Rian yang mencium adik nya di depan umum.
Tuan Heru juga berpikiran sama seperti Danu. Dan berniat membatalkan pertunangan yang tinggal dua hari lagi.
***
Sementara di kamar rumah sakit VVIP hanya tinggal Rian dan Ariana berdua.
Rian menghampiri Ariana yang masih menatap keluar jendela.
''Maaf'' ucap Rian memecah kesunyian.
Ariana tak bergeming.
''Aku tidak tahu jika kau punya pengalaman buruk'' lanjut Rian.
Ariana masih tak bergeming.
''Apa kau mau memaafkan ku'' tanya Rian.
''Tidak!'' jawab Ariana menatap Rian.
Rian menatap Ariana.
''Kenapa wajah mu?'' tanya Ariana melihat wajah lebam Rian.
''Maksud mu?'' tanya Rian tak mengerti.
''Kau tuli?? wajah mu kenapa?'' tanya Ariana.
''Bukan apa apa?'' Rian mulai kesal.
'' Kau yakin?'' Ariana
Rian terdiam.
''Apa kakak yang memukul mu?'' tebak Ariana.
__ADS_1
''Kurasa pertunangan kita akan di batal kan'' jawab Rian.
''Kenapa?'' Ariana.
''Bukankah kau membenci ku?'' tanya Rian.
''Apa kau membenci ku?'' Ariana balik bertanya.
''Tidak!'' jawab singkat Rian.
''Aku juga tidak!'' kata Ariana.
Ada kelegaan di hati Rian.
Ariana dan Rian saling diam memikirkan sesuatu.
''Jadi...?'' tanya Rian.
''Jadi apa?'' Ariana.
''Apa kita tetap akan bertunangan?'' tanya Rian sedikit kesal.
''Apa kau mau?'' tanya Ariana.
''Mau apa?'' Rian tak mengerti.
''Bodoh!'' maki Ariana kesal.
''Hei...!!!'' Rian berteriak tiba tiba pintu di buka.
Cekrek!!!
Perawat datang membawa makan siang di ikuti Tuan Heru, Danu dan Nina juga sudah masuk ke kamar.
Rian menepikan diri nya.
Tuan Heru dan Danu menatap marah pada Rian. Ariana dapat melihat nya.
''Papa, Kakak... jangan menyalahkan nya!'' ucap Ariana.
''Ariana kau tidak apa apa nak?'' tanya Tuan Heru.
''Aku sudah tidak apa apa Pa, jangan khawatir lagi'' jawab Ariana. Meyakinkan menatap Danu.
''Kakak...dia tidak salah'' ucap Ariana pada Danu.
''Riana ini...'' panggil Nina menyerahkan cincin pertunangan yang semalam tertinggal.
''Bawa benda itu!'' perintah Danu pada Nina.
Rian menatap dalam diam.
''Jangan!!'' rebut paksa dari tangan Nina.
''Ariana...?'' Danu.
__ADS_1
''Dia tadi bilang maaf, dan menyukaiku makanya dia mencium ku''
kata kata Ariana berhasil membuat kemarahan Tuan Heru dan Danu mereda, dan tersenyum menatap Rian.
Sudah ku duga, dia pasti mencintai Ariana. Tuan Heru.
Benarkah? Danu menatap tak percaya.
Bicara apa wanita ini! kenapa dia bilang begitu! dia benar benar mengujiku setiap saat! menyesal aku minta maaf!!! maki Rian dalam hati.
Apa lagi yang kau rencanakan Ariana? ku rasa kau yang menyukai Tuan Rian, lihat lah ekspresi tunangan paksa mu ini. Nina.
Aku tau kau sedang kesal! kita lihat sejauh apa kau akan bertahan, hahaha. Ariana.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Apa ya, yang sebenarnya di pikirkan Ariana???
__ADS_1
Penasaran kan?
Kuy lah... bantu Support ya ๐๐