Ariana

Ariana
Kau menjijikan!


__ADS_3

Menjelang siang hari.


Saat Rian baru saja keluar dari ruang rapat, saat ia berjalan menuju ruang nya ia melihat sosok wanita yang telah hilang dari hati nya.


''Doni siap kan semua nya'' ucap nya seraya terus berjalan.


''Baik Tuan'' jawab Doni.


Anisa semakin berjalan mendekati Rian,


''Sayang...'' ucap Anisa berusaha bergelayut dalam pelukan Rian.


''Jaga batasan mu!!!'' bentak Rian menepis tangan Anisa, membiarkan nya ikut masuk ke dalam ruang kerja nya.


''Rian, kenapa kau berubah!'' tanya Anisa menatap lekat wajah Rian.


''Aku sudah tidak membutuhkan mu!'' jawab Rian acuh, tanpa menatap wajah Anisa.


''Apa?! semudah itu kau bilang tidak lagi mencintai ku?!! apa kau lupa apa yang telah kita laku kan?!!'' teriak Anisa.


''Cukup!!! jangan berteriak di kantor ku!!'' bentak Rian.


''Rian! kau tau kan aku sangat mencintai mu?!'' tanya Anisa se dramatis mungkin.


Rian tersenyum sinis.


Doni masuk ke dalam ruang nya, menyerah kan sebuah amplop coklat pada Rian.


''Tetap lah di sini Doni'' ucap Rian mencegah saat Doni hendak keluar Ruangan.


Anisa menatap tak mengerti.


''Kau bilang, aku lupa apa yang sudah kita laku kan?! ku rasa kau lupa, aku bukan pria pertama yang meniduri tubuh murahan mu itu!!!'' ucap Rian dengan nada tinggi.


Ppplllllaaaakkkk!!!!


di lempar kan Rian semua barang bukti yang ia simpan selama ini, mengenai wajah cantik Anisa, foto foto dengan berbagai pose dengan dua pria berbeda. Wajar Anisa berubah pias.


Bagaimana? bagaimana dia bisa mendapat kan ini? jadi Rian selama ini sudah tau? pikir Anisa.


''Kau sangat menjijikan!!! mulai hari ini jangan ganggu aku lagi!!!'' ucap Rian menahan geram, bukan cemburu tapi lebih rasa menjijikan.


''Aku bisa jelas kan sa....''


''Keluar!!!'' bentak Rian.


Doni dengan sigap menyeret Anisa keluar ruangan dengan paksa.


''Jangan paksa saya mempermalukan anda Nona'' ucap Doni dengan tatapan merendah kan.


Sial! dia mengancam ku! brengsek! geram Anisa.


***


Ddrrtttt....dddrrrrtttt....


(Sayang maaf, aku tidak bisa makan siang bersama mu) pesan masuk dari Rian.

__ADS_1


Cih!!


(Sayang, apa kau marah?) pesan masuk lagi.


Ariana baru ingin membalas pesan, namun Rian sudah menelepon.


Kring...kring...


Rian (halo sayang...)


Ariana (masih diam)


Rian (Sayang...?)


Ariana (Ck!)


Rian (apa itu Ck!, kau marah aku tidak mengajak mu makan siang bersama?)


Ariana (tidak! hentikan memanggil ku dengan kata kata menggelikan itu!)


Rian (hahaha, baik lah kalau begitu, aku ganti jadi istriku bagaimana)


Arian (kau ini!! )


Rian (Hei, jangan berteriak, jangan telat makan siang, nanti kau sakit, aku akan sedih nanti, lalu nanti malam aku akan menjem....) tut...tut...tut...


Ariana memutuskan sambungan telepon.


''Hei, kenapa kau kesal sekali?'' tanya Nina dari balik pintu.


dddrrrttt....dddrrrtttt....


Nina sontak tertawa terbahak bahak...


''Kau sudah gila ya?'' tanya Ariana melihat Nina yang terkekeh.


''Hahahaha...jadi kau sebegitu kecewanya Tuan Rian tidak mengajak mu makan siang? hahaha'' ucap Nina.


''Hei kau ini...,'' ucap Ariana, melempar Nina dengan bantal sofa.


''Hahaha...,hei maafkan aku, maaf! hahaha'' ucap Nina memohon ampunan.


''Kau masih berani tertawa?!'' Ariana melemparkan bantal sofa bertubi tubi.


''Hahaha, oke oke. maafkan aku'' ucap Nina mengantup kan kedua tangan memohon, tapi masih sempat terkekeh. Sambil memunguti bantal sofa yang berceceran.


Ariana membuang muka, kesal.


''Jangan marah, aku hanya bercanda'' goda


Nina menaik turun kan alis nya.


Ariana masih diam tak peduli.


''Kau mau makan apa? biar aku pesan kan'' tanya Nina sambil memilih menu makan siang, di Hp nya.


Ariana masih diam.

__ADS_1


''Riana! kita deliveri saja ya, kau mau makan apa? cepat lah, kalau kau tidak makan aku juga pasti kena marah Tuan Rian'' rengek Nina.


''Apa kau percaya dia mencintai ku?'' tanya Ariana tiba tiba.


''Percaya!'' singkat Nina.


''Kau tau dari mana?'' Ariana


''Tatapan mata nya'' jawab Nina.


''Tatapan mata nya?'' tanya Ariana.


Nina hanya menganggukan kepala, Ariana mengingat kejadian dimana dia saling bertatap mata dengan Rian di restoran kemarin.


Ah sial!!! umpat Ariana mengingat hal yang menggelikan baginya.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


Terimakasih untuk yang sudah support🙏


__ADS_2