Ariana

Ariana
Muak


__ADS_3

Satu minggu sudah berlalu dari hari Pertunangan dan Ariana juga sudah cukup membaik.


Ariana rindu berkumpul dengan Robi dan teman teman nya.


Dia bersiap dengan setelan yang lama ia rindukan.


Jaket kulit hitam menutupi tanktop merah yang ia pakai, celana jeans hitam yang polos tanpa robekan, sepatu booth berhak, sarung tangan hitam juga rambut yang di ikat sembarang, wajah yang mulus tanpa make up.


Ariana menutup kepalanya dengan helm dan langsung menunggangi motor kesayangan nya, dengan kecepatan lumayan tinggi membelah jalan raya di sore hari.


Akhirnya aku bebas, nikmat yang hakiki. pikir Ariana dalam hati.


Sungguh tak akan ada menyangka bahwa yang mengendarai motor spot Yamaha R1 berwarna navy itu adalah seorang wanita cantik yang mempunyai masa lalu kelam.


***


Di kantor Rian.


Anisa sudah datang dari siang mengacau nya saat sedang bekerja.


Rian sudah muak dengan Anisa, tapi dia belum menemukan moment yang pas untuk memutuskan nya.


Anisa yang merasa heran dengan perubahan sikap Rian, mencoba mencari cela untuk merayu nya.


''Sayang...'' manja Anisa bergelayut merangkul bahu Rian.


Rian tak menggubrisnya, ia masih sibuk memeriksa berkas berkas di atas meja kerja nya.


''Sayang...,kau tak merindukan ku?'' manja Anisa menyentuh bibir Rian, dan menciumi nya dengan ganas.


Tapi Rian tak membalas nya, dia hanya diam.


''Kenapa kau tak membalas ciuman ku?'' tanya Anisa menatap lekat wajah tampan Rian.


Rian masih tak menjawab, malah memalingkan wajah nya kembali.


''Kau kenapa Rian? aku di sini?! kau bilang minggu lalu merindukan ku! tapi kenapa kau tidak menghubungi ku! aku bahkan datang ke apartemen mu tapi tak kau buka kan pintu!!'' marah Anisa.


''Aku sibuk'' Rian.

__ADS_1


''Kau dulu tak seperti ini!!'' rengek Anisa manja.


Rian masih diam tak menatap nya.


''Sayang...'' belai manja Anisa mencoba melepas kan dasi yang di pakai Rian.


Rian dengan cepat menepis tangan Anisa.


Dia benar benar merasa jijik, mengetahui bahwa tak hanya dia yang menikmati sentuhan Anisa.


''Keluar!'' ucap Rian datar.


''Sa...'' belum menlanjutkan kata katanya


''Keluar!!!!'' bentak Rian menggema di udara. Memancing sekertaris nya memasuki ruangan.


''Pak Rian? ada apa? apa yang bisa saya bantu?'' tanya Doni pada bos nya.


''Seret wanita ini keluar!!'' perintah nya pada Sekertaris nya itu.


Tanpa ba-bi-bu Doni dengan cepat mengiring Anisa keluar ruangan.


''Sayang... ada apa dengan mu?!'' Anisa masih merengek manja.


Doni mengerti apa yang di mau Rian, dengan cepat ia mendorong tubuh Anisa keluar ruangan.


''Mari Nona silahkan keluar!'' ucap Doni.


''Lepaskan!!! aku bisa keluar sendiri!'' balas Anisa mendorong tubuh Doni.


***


Jam pulang kerja.


Rian membawa mobilnya membela jalan raya di kegelapan malam. Dia benar benar merasa sangat lelah, tapi Laksman memaksa ingin bertemu di salah satu cafe bersama teman teman yang lain.


Mereka membahas tentang rencana Reoni Kampus mereka, dan Rian di tunjuk sebagai pengurus.


Tanpa Rian tahu Laksman adalah teman kampus Ariana, Robi juga Nina.

__ADS_1


Karena Rian sempat pindah kuliah untuk meneruskan pendidikan nya ke LA, tanpa sempat bertemu atau mengenal Ariana dan teman teman nya.


Laksman sangat berteman baik dengan Rian, sehingga Rian di haruskan datang di acara sebagai pengurus acara.


Rian hanya mengiyakan, walau di tidak tau akan datang atau tidak.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


Lanjut...


Terus bantu supportnya ya๐Ÿ™๐Ÿ˜‰


__ADS_2