
Malam malam berikut nya.
Malam semakin larut, namun Ariana belum bisa memejamkan mata nya. Ia memiringkan tidur nya menghadap Rian yang sedang tertidur pulas di sofa.
Di dada nya berkecamuk rasa resah dan gelisah juga rasa bersalah, karena tidak bisa melayani Rian sebagai mesti nya.
Ia tidak tau bagaimana harus memperlakukan Rian, bayang bayang menyakitkan di masa lalu selalu menghantui perasaan nya.
Hampir satu bulan pernikahan mereka tetap memilih untuk tidak tidur satu ranjang.
Entah lah meskipun Rian sangat ingin tapi ia menahan hasrat nya, karena tidak ingin melukai perasaan Ariana.
Wajah tenang Rian saat tidur benar benar tampan dan rupawan.
''Apakah aku bisa mencintai mu?'' gumam Ariana lirih.
Ariana teringat masa masa yang ia lewati bersama Rian, yang berawal dari rasa saling benci hingga Rian yang berubah begitu sangat mencintai nya.
Perhatian serta kasih sayang yang di curah kan Rian padanya, masih belum cukup untuknya mencoba mencintai Rian. Meskipun rasa itu sudah ada, namun Ariana menahan nya.
Tanpa sadar Ariana berjalan mendekati Rian yang sedang tertidur di sofa.
Menatap lekat wajah tampan yang kini menjadi suami nya.
''Maafkan aku Rian, kau tak seharusnya menikahi ku, aku tidak bisa menjadi istri yang baik...hiks...hiks...'' ucap Ariana lirih dalam tangis nya.
Rian menggeliat mendengar suara isak tangis wanita di sampingnya.
''Ariana?! kau kenapa?'' tanya Rian segera duduk dan menatap istri nya.
Ariana dengan cepat menghapus air mata nya, dan segera ingin menuju tempat tidur.
''Ar...?'' panggil Rian mencegah Istri nya pergi.
Ariana menepis tangan Rian, dan berpaling meninggalkan Suami nya.
Rian bangkit dan mengejar istri nya.
''Ada apa?'' tanya Rian lagi, yang kini sudah tepat berada di depan Ariana.
Ariana masih terdiam.
__ADS_1
''Katakan lah...,aku suami mu, kenapa kau menangis?'' tanya Rian khawatir.
''Aku hanya ingat Papa'' jawab Ariana sembari duduk di tepi ranjang yang di ikuti Rian.
''Jangan terus bersedih, Papa sudah tenang Ar, jangan ratapi kepergian Papa lagi'' Rian mencoba menenangkan Rian.
Ariana hanya terdiam menatap dalam mata pria yang sangat mencintai nya.
Rian hanyut dalam tatapan mata wanita yang kini menjadi istri nya.
Entah siapa yang memulai untuk menempelkan bibir satu sama lain, mereka berdua hanyut dalam perasaan masing masing.
Rian menuntun Istrinya untuk berbaring, Rian benar benar hanyut dalam buaian perasaan nya, mencoba melepaskan hasrat yang terpendam lama.
Ariana terbuai akan sentuhan lembut, dan hanyut dalam rasa cinta yang tersimpan jauh di lubuh hati nya.
Rian mulai melakukan sentuhan sentuhan lembut, menciumi pipi, dan leher wanita yang sah sebagai istri nya, Ariana menikmati sentuhan dan kecupan hangat itu.
Namun ketika Rian mencoba untuk membuka kancing baju tidur Ariana, semua berubah.
Bayangan masa lalu yang mencekam terlintas dalam pikirin Ariana.
''Aarrrggghhtttt!!! tidak!!! jangan!!!!'' Ariana mendorong tubuh Rian.
Bugh!
Rian terjatuh terduduk di lantai, heran menatap reaksi Ariana.
Ariana terus berteriak, melemparkan apa pun yang di raih nya.
Pyaarr!!!
Vas bunga kecil mengenai kening Rian, darah mengalir di pelipis mata nya.
''Pergii!!!!Aargght!!! jangan dekati aku!!!! hiks...hiks...hiks...'' Ariana terus berteriak dan menangis histeris.
Rian baru kali ini melihat ekspresi Ariana yang benar benar ketakutan.
Rian mencoba menghampiri Ariana.
''Ar!!! tenang! aku Rian!! Rian!!! suami mu!!! tenang Ar!!'' Rian menggoyangkan tubuh Ariana.
__ADS_1
''Tidaak!!! pergi!!! pergi!!!! hiks...hiks!!''
Ariana masih terus menangis dan meraung, cakaran dan pukulan terus di tujukan untuk Rian.
''Ar!!! tenang lah!!! lihat aku!!! lihat aku!!!''
Ariana menatap wajah Rian, menajamkan tatapan nya. Terlihat darah segar mengalir di pipi suami nya.
''Tenang lah...aku Rian...aku suami mu..., tenanglah Ar'' suara lembut Rian menghentikan pukulan di dada nya.
Ariana menatap sendu, dan menangis pilu dalam pelukan Rian.
''hiks...hiks...maaf...maaf...maaf kan aku hiks...hiks...'' kata kata Ariana sebelum ia jatuh tak sadarkan diri.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Terimakasih untuk yang udah support ya ๐๐
__ADS_1