Ariana

Ariana
Kau sudah punya pacar?


__ADS_3

Di jalan pulang.


Ariana terdiam dan hanya memandang ke luar jendela, mengingat ingat ancaman Danu pada nya, untuk tidak bertengkar dan menampar Rian lagi.


''Dasar pengadu!'' gerutu nya tanpa sadar, membuat Rian menoleh.


''Apa? apa kau bilang?'' tanya Rian tak terima.


''Tidak'' jawab singkat tanpa menoleh.


''Hei!!! aku dengar kau sedang mengatai aku!'' Rian memancing emosi.


''Bagus'' jawab singkat.


''Kau bisa tidak kalau di ajak ngobrol itu yang sopan!'' Rian emosi sendiri.


''Tidak!'' tetap kalem.


''Kau?!! oke, baik aku akan bilang pada Papa kalau aku sudah siap menikahi mu!'' ancam Rian. Ariana bereaksi menatap nya penuh kekesalan.


''Apa maksud mu?! siapa yang mau menikah dengan mu?!'' caci Ariana.


''Kenapa bukan kah kita memang akan menikah?'' tanya Rian menggoda.


''Jangan mimpi!!'' kesal Ariana.


''Ternyata kau begitu takut menikah dengan ku? Hahaha...aku juga tidak mau menikah dengan mu!'' balas Rian.


''Lalu kenapa kau turuti perjodohan ini?'' tanya Ariana yang mulai kesal kembali menatap ke luar jendela.


''Papa memaksa ku!'' jawaban jujur.


''Kenapa kau mau?! dasar bodoh!'' maki Ariana.


''Apa maksud mu??!'' Rian terpancing emosi.


''Kau sendiri yang bilang kalau kau juga tidak mau bertunangan dengan ku?! jangan jangan karena kau sudah punya pacar?!'' jawab Ariana mencurigai.


''Kenapa kau bertanya begitu?? atau jangan jangan laki laki yang kemaren memukul ku itu pacar mu ya?! bukan kah kau juga terpaksa bertunangan dengan ku?!'' tanya Rian mengalihkan pembicaraan.


''Dia bukan pacar ku!! aku tidak punya pacari!!tegas Ariana setengah berteriak.


''Hahahaha, kau lucu sekali! Bagaimana mungkin dia bisa begitu marah pada ku, jika dia tidak memiliki perasaan pada mu'' tawa Rian.

__ADS_1


''Dasar Gila!!! cinta itu bukan untuk di jadi kan permainan! dan di tertawakan!!!'' Ariana penuh penekanan.


Rian terdiam berpikir keras tentang kata kata Ariana.


Kenapa ucapan nya sama seperti Mama?


(Rian, kalau memang kau mencintai Anisa tanya apakah dia mau menikah dengan mu? Bukan kah dia bilang belum siap??


jadi terima la perjodohan ini, mantap kan lah hati mu. Nak perasaan tidak bisa kita samakan dengan permainan.) Rian mengingat kata kata Mama nya.


''Berhenti!'' ucap Ariana mengagetkan Rian.


Sehingga Rian menginjak rem mendadak.


Bukk!!! kepala Ariana terkena dasbor, karena Ariana sudah melepas shitbell nya.


''Aawww!!'' ringis Ariana memegangi keningnya.


''Aduh maaf maaf aku tidak sengaja'' ucap Rian gugup memegang tangan Ariana mencoba meniup kening nya.


Kau mau membunuh ku hah?!!!'' bentak Ariana ''Jangan sentuh aku!!'' teriak nya membuka pintu mobil.


Ddaarrr!!! pintu tertutup kasar.


***


Malam hari.


Ariana keluar kamar dan turun ke ruang makan, hendak menikmati makan malam bersama kakak nya.


''Riana... kenapa kening kamu lebam?'' tanya Danu melihat kening Ariana.


''Tidak apa apa kak, tadi hanya terbentur pintu'' jawab sekenanya.


''Yakin? kau tidak bertengkar dengan Rian kan?'' Danu curiga.


''Sumpah kak, kami tidak bertengkar. Oh ya kenapa Papa berangkat ke Singapure?'' tanya Ariana.


''Oh...Papa pergi karena pekerjaan, mungkin lusa Papa sudah pulang'' jawab Danu.


Ariana hanya manganggukan kepala.


Maaf Ariana, aku tidak bisa memberitahu mu tentang Papa sesungguhnya. Papa tidak ingin kau khawatir. batin Danu.

__ADS_1


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Tolong tinggal kan jejak ya ๐Ÿ™๐Ÿ˜‰


Terimakasih.

__ADS_1


__ADS_2