Ariana

Ariana
Mama


__ADS_3

Mobil Rian berhenti sempurna di depan rumah Ariana.


Rian mau tidak mau harus turun untuk berpamitan pulang karena sudah melihat Tuan Heru menunggu di ambang pintu.


Astaga! sudahi sandiwara ini!! umpat nya kesal dalam hati.


''Kalian sudah pulang?'' suara Tuan Heru dari depan pintu.


Ariana hanya dia dengan tatapan dinginya.


Rian hanya bisa tersenyum paksa.


''Maaf paman..., Rian terlalu malam mengantarkan Ariana'' ucap sopan Rian.


Penjilat! di depan Papa dia bisa berubah layak nya Malaikat!!! geram hati Ariana.


''Tidak apa apa nak, terimakasih sudah mengantar Ariana pulang'' Tuan Heru.


''Iya paman, kalau begitu Rian pamit dulu'' pamit Rian.


''Iya ya... hati hati Nak Rian'' Tuan Heru.


Setelah Rian masuk ke dalam mobil Ariana secepat mungkin berlari menuju kamar, dia sungguh enggan menjawab pertanyaan pertanyaan menjijikan tentang Rian yang pasti akan di tanya kan Ayah juga Kakak nya.


Braak!!! pintu di tutup kasar.


***


Pagi hari nya.


Cekrek,


pintu kamar Ariana di buka.


Danu datang membawakan sarapan untuk adik nya. Dia tau adik nya benar benar kesal saat ini.

__ADS_1


''Ri...Riana...bangun Ri'' Danu duduk di samping tempat tidur, menggoyang goyangkan badan adik nya.


Ariana hanya menggeliat membalikan badan memunggungi Kakak laki laki nya.


Danu tersenyum dan membuang nafas berat.


''Kau tahu Ar, siapa wanita yang paling aku cintai di dunia ini?'' tanya Danu, tapi Ariana tetap diam.


''Mama adalah wanita pertama yang membuat aku jatuh cinta...,dan Kau adalah wanita kedua yang sangat aku cintai. Kalian berdua wanita tercantik yang aku miliki, aku tahu mungkin alasan Papa kenapa begitu ingin kau menikah cepat terlalu mengada ngada, tapi semua itu atas dasar cinta Ri'' Danu melanjut kan.


''Tapi aku belum mau menikah kak'' Ariana membalikan badan menatap Kakaknya.


''Kau sudah dewasa Ri, sampai kapan kau akan terus berkumpul bersama Robi dan teman teman nya?'' ucap Danu mengelus pipi adik nya.


Ariana hanya terdiam.


Danu bercerita, tentang janji nya terhadap mendiang Mama nya. Kalau dia tidak akan membuat Ariana kekurangan kasih sayang.


Tapi ternyata dengan selalu memanjakan dan menuruti kemauan Ariana sudah membuat adik nya benar benar jauh dari jangkauan.


Danu menangis meneteskan air mata ketika Ariana kecil tidak sengaja menjadi korban penculikan, Danu benar benar merasa takut kehilangan adik nya.


''Papa dan aku hanya ingin kau mendapatkan laki laki yang benar benar bisa menjaga mu'' kata kata Danu menutup ceritanya.


''Kenapa Kakak begitu yakin Rian bisa menjaga ku?'' tanya Ariana datar.


''Karena Rian sangat mencintai Mama nya'' Danu.


''Apa hubungan nya dengan itu?'' Ariana tak mengerti.


''Dengarkan aku Riana, Rian sangat mencintai Orang Tua nya terutama Mama nya. Laki laki yang seperti itu yang pas untuk mu'' jawab Danu.


Ariana masih dian dan tak mengerti apa maksud Kakak nya.


''Kak..., apa kau juga akan sangat mencintai Istri mu???'' tanya Ariana.

__ADS_1


''Tentu..., karena Mama pernah berkata pada ku jangan pernah berniat menyakiti hati wanita maka di saat itu juga kau menyakiti hati Mamm'' Danu tersenyum ''Kesetiaan dan Kepercayaan itu pondasi hubungan'' jelas Danu.


Ariana hanya diam, memandang Kakak nya yang sudah menghilang di balik pintu.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


Bantu support ya πŸ™πŸ˜‰πŸ˜Š


__ADS_2