
Setelah obrolan panjang nya bersama Robi beberapa hari yang lalu, hubungan keduanya semakin baik.
Rian tidak pernah mempermasalah kan kedekatan Ariana dan teman teman nya, Rian percaya bahwa Ariana sudah belajar untuk mulai mencintai nya.
Terbukti, di hari ia keluar dari rumah sakit sudah tiga minggu ini Ariana mau tinggal di apartemen Rian. Ya walau pun masih belum tidur satu ranjang.
Tapi tidak untuk malam berikut nya.
Ariana memakai baju tidur yang lumayan seksi, meskipun ia sedikit malu dan tidak nyaman tapi ia ingin mencoba melakukan apa yang seharusnya di lakukan suami istri.
Rian yang pulang sedikit terlambat tidak lupa memberi kabar pada Ariana bahwa ia akan pergi makan malam bersama partner bisnisnya. Rico.
''Selamat untuk kerja sama yang sudah terjalin Tuan Rian'' ucap Rico berjabat tangan.
''Tentu selamat juga untuk anda Tuan!'' balas Rian.
Rian yang tidak tau bahwa lelaki di depan nya ini adalah laki laki di masa lalu Ariana. Yang akan memberi banyak masalah di depan nya.
''Saya dengar anda sudah menikah Tuan'' Rico.
''Iya benar, saat di singapore kemarin'' Rian.
''Wah..., saya cukup kecewa tidak menjadi tamu undangan anda'' Rico.
__ADS_1
''Maaf Tuan, ini di luar rencana. Terlalu panjang untuk di ceritakan'' jelas Rian.
Rian memberi pengertian dan menjelaskan bahwa kemungkinan resepsi akan di laku kan satu bulan lagi.
***
Pukul 22.00
Saat Rian pulang ia segera menuju kamar, dan terlihat Ariana sedang tertidur di balik selimut nya.
Rian menatap sebentar dan segera membersihkan diri.
Tak kurang dari 30 menit Rian sudah bersiap untuk tidur di sofa.
''Ar? apa kau terbangun? maaf, apa aku mengganggu tidur mu'' Rian.
''Aku memang belum tidur'' jawab Ariana masih dengan posisi semula.
''Kenapa? apa kau sakit?'' kini Rian sudah duduk di tempat tidur dan Ariana masih membelakangi nya.
''Aku menunggu mu'' jawab Ariana malu.
Rian berjalan ke sisi lain tempat tidur dan kini Ariana sudah duduk bersandar.
__ADS_1
''Menunggu ku? ada apa? apa ada masalah?'' tanya Rian cemas.
Ariana tersenyum malu, menatap lekat wajah Suami nya.
Mencium bibir suami nya, Rian yang bingung hanya membalas kecupan mesra dari Istri nya.
''Aku ingin sembuh'' ucap Ariana melepas ciuman panas nya.
Meskipun sangat terkejut tapi Rian mengerti apa yang di maksud istri nya, perasaan takut jika nanti sampai menyakiti Ariana kembali menyeruak di pikiran nya, ia akui ia juga sangat ingin. Tapi rasa takut membayangkan Ariana akan depresi membuat nya menahan semua itu.
Ariana menatap kecemasan di wajah sang suami.
Ariana menyentuh pipi Rian, menatap nya dalam.
''Bantu aku...'' ucap Ariana lirih dengan mata yang penuh harap.
Rian menyentuh tangan istri nya, dan membelai pipi istri nya mendekat kan wajah nya mencium bibir istri nya.
Perlahan ciuman itu menjadi sangat panas, Rian perlahan membaringkan tubuh istri nya mengkungkung nya dan masih terus menciumi seluruh bagian wajah Ariana.
Kening, mata, hidung, pipi, dan bibir menuju leher indah istrinya. Arian memejamkan mata berusaha menikmati setiap sentuhan yang di berikan Rian.
Semakin panas dan tak terkendali, hasrat Rian yang terpendam kembali bergelora saat ia mencoba menyusuri bagian dada istri nya, Rian dapat melihat ada satu bekas sayatan luka yang cukup dalam.
__ADS_1
Rian perlahan mencoba melepaskan pakaian istri nya, namun ia merasakan cengkraman Ariana di bahu nya mengeras cukup menyakitkan yang membuat Rian sedikit meringis. Rian menatap Ariana yang memejamkan mata nya terlihat jelas wajah yang menahan rasa takut nya.