
Tiga hari menjelang Pertunangan.
Ariana dan Rian menjadi sering bertemu, seperti rencana hari ini.
Rian mau tidak mau harus mengajak Ariana membeli cincin pertunangan mereka.
Ariana berdandan layak nya seorang wanita, walau dia merasa tidak nyaman, tapi dia tidak ada pilihan lain karena seluruh pakaian yang ada di lemari pakaian nya sudah di ganti pelayan atas perintah Danu.
Hanya ada pakaian wanita sesungguh nya, mini dress beraneka warna dan model. Celana jeans yang layak pakai, dan Tuan Heru sangat bahagia dengan perubahan putri nya, meskipun dia sadari Ariana sangat terpaksa, tapi Tuan Heru berharap Ariana akan terbiasa.
***
Ting tong...
bunyi bel pintu terdengar sampai ke dalam kamar Ariana.
''Pasti dia yang datang!'' rutuk Ariana yang masih enggan bersiap.
Di lantai bawah.
''Selamat sore Paman'' sapa Rian sopan.
''Pagi...,Rian mari masuk nak'' sambut Tuan Heru.
Tuan Heru dan Rian sedang asyik mengobrol tentang segala hal, termasuk perasaan Rian pada Ariana.
''Apa kau sudah menyukai Ariana?'' tanya Tuan Heru.
Rian hanya tersenyum tanpa kata.
Bagaimana aku bisa menyukainya, Ariana sangat tidak ramah, tidak sopan, dan menyebal kan! apa lagi terakhir ketemu saja aku sudah membuat kepalanya benjol. Pasti dia akan semakin tidak ramah.
Anisa kau kemana, kenapa tidak ada kabar? apa Nisa marah ya? saat aku tinggal sendiri tempo hari?. Gumam Rian dalam hati.
Cekrek! (pintu kamar Ariana terbuka)
Rian mencuri pandang saat melihat Ariana menuruni tangga.
Apa kepalanya masih memar ya?
eh kenapa dia bisa terlihat cantik?
Rian.
__ADS_1
''Riana..., kamu sudah siap?'' tanya Tuan Heru.
Ariana hanya tersenyum pada Papa nya, menganggukan kepala. Tanpa menatap Rian.
''Kening kenapa nak?'' tanya Tuan Heru yang hendak mencium kening Ariana, yang sedikit benjol dan memar.
''Tidak apa apa Pa'' jawab Riana. Tapi tatapan nya menatap Rian yang sedang menunduk merasa tidak enak.
''Ya sudah kalau memang tidak apa apa, pergilah ambil cincin pertunangan kalian. Lalu pergi makan malam lah bersama'' ucap Tuan Heru.
Ariana dan Rian hanya mengiyakan.
***
Di dalam perjalanan.
''Riana..., apa kepala mu masih sakit?'' tanya Rian memberanikan diri.
Ariana tak bergeming, dia tetap memilih melihat ke luar jendela.
''Ri...'' Rian mencoba ingin bertanya lagi, tapi langsung terhenti.
''Tidak usah sok peduli!!!'' kesal Ariana.
''Diam!!!'' bentak Ariana.
''Dasar wanita gila!!! wanita berandalan!!! Sial!!!'' Rian marah memukul kemudi.
''Kau bilang apa?!'' tanya Ariana setengah berteriak.
''Kau tuli ya?!! kenapa harus berteriak?!!!'' Rian.
''Kau yang tuli!!! benalu!!! laki laki macam apa yang berusaha menyakiti wanita!!!'' cerca Ariana.
''Hey!!! aku tidak sengaja, aku juga sudah minta maaf!!'' elak Rian.
Hening.
Tidak sengaja apa nya! kalau saja ada kesempatan kau pasti akan membunuh ku nanti! kenapa aku harus bertunangan dengan laki laki benalu ini! Ariana.
Dasar wanita gila! di tanya baik baik malah menyebal kan! aku kan benar benar tidak sengaja.
Tapi itu memar dan benjol nya memang sudah sedikit menghilang. apa masih sakit ya? Rian.
__ADS_1
Rian terus melajukan mobil nya memasuki pusat mall yang juga milik Darian Group
Mall ini saja milik keluarganya, wajar dulu Paman bisa dengan mudah membantu perusahaan Papa yang hampir bangkrut. Rian membuang nafas berat.
Ariana masih tetap terdiam di tempat ya.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
Tolong bantu support ya๐๐