
Di kamar Ariana.
Danu sibuk membongkar semua isi lemari pakaian adik nya, mencari pakaian layak nya seorang wanita, tapi sial benar benar tidak ada pakaian yang dia maksud.
Danu benar benar kesal dan marah saat ini. Bukan hanya karena Ariana mempermalukan diri nya sendiri, tapi juga mempermalukan diri nya dan papa nya dalam waktu bersamaan.
''Kakak, apa yang kau laku kan?'' tanya Ariana melihat kakak nya mengacak seluruh lemari pakaian nya.
''Diam!! kau benar benar keterlaluan'' bentak Danu ''Aku tau kau belum menikah! tapi setidak nya jangan permalukan Papa! '' teriak Danu membanting pintu lemari pakaian adik nya.
Ariana hanya diam tak bergeming, di tau saat ini kakak nya benar benar kesal pada nya.
Danu berjalan membuka pintu kamar, dan sebelum keluar dia ber pesan.
''Kau tunggu di sini jangan kemana mana!!''
Selang beberapa menit, Danu kembali ke kamar dengan membawa mini dres warna pink salem.
''Pakai ini!, dan berdandan la layaknya seorang wanita'' ucap Danu melempar kan pakaian ke wajah Ariana.
Ariana gelagapan menangkap nya
Eh,,,ini pakaian siapa?
''Kak, ini milik siapa?'' tanya Ariani
''Aku membelikan nya untuk kekasih ku, tapi sekaran kau yang lebih penting. Pakailah! aku tunggu di bawah. Ingat kata kata ku! aku tidak akan hanya membuang motor mu, tapi aku juga akan menghancurkan nya di depan matamu!'' ancam Danu, sambil menutup pintu kasar.
Ariana menarik nafas berat.
Bagaimana bisa aku memakai pakaian ini!!!
Gerutu dalam hati nya.
Ariana sejenak berfikir, menatap foto Ibu nya dan mendapat kan ide!
__ADS_1
Ariana duduk menghadap meja rias, menyisir rambut nya yang ikal kecoklatan, mengepang satu ke samping, di sematkan pita kecil berwarna senada dengan pakaian nya. Memoles sedikit bedak dan memakai lipstik warna pink muda. Tidak terlalu mencolok, tapi benar benar membuat nya jauh terlihat cantik.
Terdengar jelas tawa canda orang dari ruang tamu, saat Ariana menuruni tangga semua mata tertuju pada nya, terutama Tuan Heru dia sedikit terharu dan sedih karena Ariana benar benar mirip mendiang istri nya, yang sangat di rindu kan nya.
Kau benar benar mirip mama mu Ar... Tuan Heru.
Apakah wanita ini berbeda dengan wanita yang tadi? Rian.
''Sini Ar..., kenal kan ini Paman Alex, Bibi Lili, dan Rian'' Tuan Heru memperkenal kan.
Ariana hanya menunduk kan kepala dan tersenyum paksa.
''Wah cantik sekali...'' Nyonya Lili
''Rian ayo perkenalkan diri mu...'' tegur Tuan Alex
''Rian...'' mengulurkan tangan.
Ariani masih diam.
''Ar...'' suara Tuan Heru.
Rian ogah ogah an mengulurkan tangan, Ariana pun ogah sekali menyambut uluran tangan Rian.
Ariana hanya menatap tanpa ekspresi begitu juga dengan Rian.
Laki laki tidak tau malu! mau mau an aja di jodoh jodohin! dasar gak punya prinsip!! umpat Ariana.
Wanita berandalan ini tenyata juga bisa berdandan layak nya wanita sungguhan Rian dengan senyum sinis.
Ariana membalas senyuman itu, dengan tatapan membunuh.
Mereka memulai sandiwara, basa basi membahas acara pertunangan yang sangat membosan kan bagi Ariana juga Rian.
Mereka berdua hanya diam, mendengarkan tanpa memperhatikan. Ketika di tanya mereka akan kompak memamerkan senyuman palsu penuh dusta.
__ADS_1
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
.
Mohon bantu support nya ya kakak dan adik adik ๐๐