
Menjelang sore hari.
Ariana merasa bosan di rumah sendirian.
ddrrtt...ddrrtt...
(*Ariana, kau di mana? ) pesan dari robi
(di rumah) Ariana
(datang lah ke cafe bintang malam ini) Robi
(Kenapa? ada apa?) Ariana.
(Ada laksman datang berkunjung, ajak lah Nina juga) Robi.
(oke!) Ariana*.
Ariana merasa dapat angin segar di tengah kebosanannya.
Ariana segera bersiap untuk pergi berkumpul tapi dia sedang tidak ingin mengendari mobil atau pun motor.
Akhirnya Ariana memutuskan menyuruh Nina menjemput nya di rumah.
***
Nina masih berada di kantor, menyelesaikan kerjaan yang menumpuk, di karena kan Danu sedang ke Singapore menemani Tuan Heru.
Ddddrrttt....drrrtttt....
(*Nina, tolong jemput aku) pesan dari Ariana.
(Kau mau kemana?) Nina.
(Jemput saja aku) Ariana.
(Oke, nanti sepulang kerja aku menjemput mu) Nina*.
***
Rian baru saja selesai membersihkan diri, dia berniat ingin mengajak Ariana makan malam.
Rian berniat ingin meminta maaf, untuk segala kesalahan nya.
Saat sedang bersiap, bel pintu apartemen nya berbunyi.
Ting tong...
Cekrek! pintu di buka Rian.
''Malam Tuan, saya ingin memberikan ini'' kata seorang pria berpakaian serba hitam, memberikan amplop coklat yang lumayan tebal.
''Baik, terimakasih. Kau boleh pergi!'' ucap Rian menerima amplop coklat itu.
Rian duduk dan membuka bingkisan yang ia pegang, terlihat foto pria dan wanita berserakan dengan berbagai pose. Wajah wanita nya selalu sama, tapi wajah laki laki berbeda, ada 3 pria dalam foto foto itu salah satu nya Danu.
__ADS_1
Bedebah! Sialan! ternyata kau begitu menjijikan! umpat Rian.
Rian menyimpan semua bukti menjijikan itu, menempatkan di tempat yang khusus.
***
Tin...tin...
bunyi klakson mobil Nina.
Ariana sudah menunggu sedari tadi, dengan segera meloloskan diri dari rumah, dia merasa bebas karena Tuan Her dan Danu pergi ke Singapore pagi tadi.
''Kita mau kemana Riani?'' tanya Nina
''Ke cafe bintang'' jawab Ariana.
''Cafe??'' Nina.
''Iya, Robi dan yang lain sudah menunggu'' Ariana.
''Robi?'' Nina.
''Iya'' Ariana.
''Apa Tuan Rian tidak marah?'' Nina
''Kenapa harus marah?'' Ariana
''Dia kan tunangan mu, apa kau tidak menyukai nya!'' Nina
''Hahahaha, jangan melucu Nina, aku tidak menyukainya!'' sangkal Riana.
''Nina...'' ucap Ariana menatap tajam pada Nina.
''Hahaha, oke oke. aku tidak akan bicara lagi'' Nina.
Hening...
Aku tidak tau, aku menyukainya atau tidak. Yang aku tau dia bisa membuat ku merasa nyaman itu sudah cukup, walau kadang menyebal kan! . Ariana.
Aku tau kau sudah mulai menyukai Tuan Rian. Nina.
Mobi Nina melaju, menuju tempat tujuan nya.
***
Rian mengendarai mobil membela keramaian jalan raya di sore hari.
Kring...kring... telepon berbunyi.
**Laksman??
(ya hallo man? ada apa*) Rian.
(Kau di mana? ) Laksman.
__ADS_1
(di jalan) Rian
(datang lah ke cafe bintang) Laksman
(aku tidak bisa) Rian.
(Ayo la Rian) Laksman.
(oke, tapi aku tidak bisa lama ) Rian.
(oke oke baik lah. datang lah sekarang ya) Laksman.
(oke!) Rian*.
tut..,tut... telepon terputus.
Baiklah sepertinya aku harus menemui laksman terlebih dahulu. setelah itu baru menjemput Ariana. Rian.
***
Sementara Ariana dan Nina sudah sampai ke tujuan, mereka saling menyapa satu sama lain.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Terimakasih untuk yang sudah support π
__ADS_1
Jangan capek untuk terus kasih Like, Coment dan Vote ya ππ
Sebelum dan sesudah nya Terimakasih π