Ariana

Ariana
Hari Pernikahan


__ADS_3

Ariana masih menatap lekat wajah Papa yang ia rindukan dua minggu ini, ingin rasanya berkata kata manja. Tapi bibir nya kelu, suaranya tersangkut di tenggorokan menahan isak tangisnya.


Ariana hanya mampu menciumi, kening, pipi, dan tangan Tuan Heru tanpa henti, air mata nya pun jatuh tanpa berhenti.


Air mata Tuan Heru pun sudah menetes membasahi bantal yang menopang kepalanya.


''Ri...an....'' ucap Tuan Heru menatap Rian.


Rian segera menghampiri nya dari sisi tempat tidur yang lain.


''Iya Paman..., Rian di sini'' jawab Rian menggenggam jari jemari Tuan Heru.


Tuan Heru menatap Ariana yang masih meneteskan air mata.


''Me....ni...ka...h....la...'' suara Tuan Heru.


''Iya Paman, kami akan menikah di hadapan mu hari ini'' jawab Rian masih menahan air mata nya terjatuh.


Ariana sesaat terdiam, menatap pada Rian, terlihat wajah sedih yang tertahan.


''Pa...aku akan menikah sesuai keinginan mu'' ucap Ariana pelan di telinga Tuan Heru.


''Bu...at...la....pu...t...ri....ku....ba...ha...gi...a'' kata Tuan Heru pada Rian


''Pasti Paman! aku berjanji akan membuat nya bahagia. Paman jangan cemas, aku akan selalu ada untuk nya, aku tidak akan mengecewakan paman'' ucap Rian meyakinkan.


***


Satu jam kemudian berlangsung lah acara pernikahan Ariana dan Rian, yang hanya di saksikan oleh Tuan Heru, Danu, Nina, dan para staf rumah sakit yang bertugas, Tuan Alex dan Nyonya Lili berhalangan menyusul, mereka berdua hanya menyaksikan melalui sambungan video online.


Semua di lakukan dengan sangat sederhana, namun tetap terlihat sakral.


Rian dan Ariana kini sudah sah menjadi suami istri.


Ada kelegaan dan kebahagian di wajah Tuan Heru, jika dia harus pergi pun dia pasti akan pergi dengan tenang.

__ADS_1


Perasaan Rian bercampur aduk, tidak pernah terbayangkan jika dia harus menikah di dalam situasi seperti ini. Tapi tetap ia sangat merasa bahagia, setidak nya ia menikahi wanita yang memang ia cintai.


Sedangkan Ariana, tak dapat memikirkan apa apa kecuali ia hanya melakukan ini untuk Papa nya. Ini permintaan orang yang sangat ia cintai, walau pun jauh di lubuk hati nya ia merasa bersyukur. Entah untuk apa hanya Ariana yang tau.


Danu merasa kelegaan, sekaligus bahagia, karena dapat membuat Papa nya melihat Ariana menikahi laki laki pilihan nya.


Selesai acara Dokter memberi laporan kesehatan Tuan Heru masih stabil, dan tidak ada yang perlu di cemas kan.


Danu, Rian, Ariana dan Nina mendengarkan berita baik itu dengan rasa syukur.


Danu memaksa Ariana, Rian dan Nina untuk kembali ke apartemen, tapi Ariana menolak.


''Ar..., pulang la ke apartemen dan istirahat la'' suruh Danu.


''Aku ingin di sini kak'' jawab Ariana.


''Tidak perlu khawatir, kau dengar kan apa kata dokter tadi?'' Danu.


''Tolong kak, biarkan aku di sini'' mohon Ariana.


''Kak..., biar kan kami di sini. Ariana sangat merindukan Paman, Hm... maksud ku Papa'' jawab cepat Rian.


''Tapi kalian sama sekali belum beristirahat'' Danu.


''Kami tidak lelah kak, nanti Ariana dan Nina bisa istirahat di sofa'' bujuk Rian lagi.


''Baiklah'' diam sesaat ''kalian masuk la dulu, aku akan membeli makanan. Tadi kalian belum sempat makan kan?'' ucap Danu ''Nina kau temani aku'' ajak Danu.


Danu dan Nina akhirnya pergi membeli makanan untuk mereka berempat.


.


.


.

__ADS_1


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Tolong bantu support ya ๐Ÿ™๐Ÿ˜‰

__ADS_1


__ADS_2