
Akhirnya hari pertunangan telah tiba.
Sedari tadi para pelayan sibuk membuat makanan untuk pesta nanti malam, ada juga yang sibuk mendekorasi tempat berlangsung nya acara.
Pesta pertunangan hanya di hadiri kerabat dekat saja, Tuan Heru hanya mengadakan di halaman belakang rumah nya yang megah.
Taman taman yang sudah di hiasi dengan kemilau lampu, agar dapat mempercantik, juga pepohonan yang menjulang tinggi tak luput dari hiasan pernak pernik pesta, menjadikan suasana romantis.
***
Acara di mulai.
Ariana menuruni tangga menuju halaman belakang di mana tempat pesta berlangsung.
Rian yang dengan gagah dan tampan berdiri tegap menunggu kedatangan Ariana yang di dampingi Tuan Heru.
Rian mengulurkan tangan untuk menyambut Ariana.
Entah mereka sedang bersandiwara atau malah benar benar bahagia.
Akhirnya pertunangan ini terjadi, aku tidak mengerti lagi harus bagaimana. Aku tidak ingin mengecewakan Papa dan Mama, tapi aku sama sekali tak mencintai Ariana. Rian.
Kau sudah mengambil paksa ciuman pertama ku, bagaimana mungkin aku akan melepaskan mu begitu saja. Kita lihat sampai mana akhir pertunangan ini. Ariana.
Mereka saling menatap satu sama lain, dan tersenyum.
Cincin sudah terpasang kan di jari mereka masing masing.
Mereka berpose memamerkan cincin di jari manis.
''Selamat ya.., semoga lekas menikah''
''Jangan terlalu lama bertunangan, segeralah menikah''
''Wah kalian pasang yang sangat serasi''
Itulah kata kata yang terdengar dari para undangan saat menyalami mereka.
Rian dan Ariana hanya tersenyum (entah tulus/palsu)
***
Acara selesai.
Orang tua Rian pamit lebih dulu, karena Nyonya Lili sedikit tidak enak badan.
Ariana duduk di samping Rian, satu meja dengan keluarga besarnya.
Dari kejauhan, Rian melihat Anisa datang dengan di gandeng Danu, menuju ke arah meja mereka.
__ADS_1
''Kau mau kemana?'' tanya Ariana pada Rian saat melihat Rian berdiri.
''Ke toilet!'' jawab nya cepat meninggalkan Ariana.
Kenapa dia aneh sekali. Ariana.
Kenapa Anisa bisa datang? dan kenapa dia begitu dekat dengan Danu. Rian.
Rian terus berjalan memasuki rumah, menuju toilet.
***
''Ariana! selamat ya atas pertunangan mu'' ucap Anisa kekasih Danu.
''Makasi kak'' balas Ariana dengan senyum palsu.
''Kemana tunangan mu Ar?'' tanya Danu yang melihat Rian tidak ada.
''Ke toilet kak'' jawab Ariana.
''Wah sayang... padahal aku penasaran loh'' kata Anisa.
Ariana hanya tersenyum paksa.
Mereka mengobrol cukup lama.
Ariana sebenarnya tidak terlalu suka dengan Anisa, karena terlalu centil dan seksi.
***
Di toilet.
Ddrrtt...ddrrtt... pesan masuk di Hp Rian.
(Kau dimana?) pesan dari Ariana.
(Toilet) Rian
(Lama banget?) Ariana
(Sakit perut!) Rian
(Masih lama?) Ariana
(Ya kenapa emang?) Rian
(Kak Danu nanya, mau ngenalin pacar nya) Ariana
Deg!!!! Pacar? apa? jadi Anisa pacar Danu? pikir Rian.
__ADS_1
(Hei!!!) Ariana
(Aku lagi kurang sehat, kayak nya salah makan!) Rian.
pesan yang di kirim ke Anisa.
(kamu di mana yang?) Rian
(Aku lagi ngumpul sama temen yang) Anisa
(Temen yang mana?) Rian
(Temen arisan, kenapa yang) Anisa
(Aku kangen!) Rian
(Nanti aku datang ke apartemen ya, tunggu aku π) Anisa
Rian tersenyum kecut.
Ternyata kau wanita murahan! Brengsek! jadi aku selama ini jadi simpanan mu! wanita sialan! murahan!!! awas saja kau nanti.
Maki Rian kesal.
(Cari tau tentang Anisa) pesan yang di kirim Rian pada seseorang.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
.
Bantu support terus ya ππ