
Ariana mengakhiri ceritanya dengan rasa lega, dia juga tidak mengerti kenapa begitu mudah nya ia menceritakan hal yang paling ingin ia lupa kan.
Ia hanya merasa ingin berbagi dengan Rian, pria yang kini menjadi suami nya.
Rian terus menatap Ariana yang masih menatap kosong keluar jendela.
''Terimakasih'' ucap Rian.
Ariana masih terdiam.
''Terimakasih sudah mau menceritakan semua pada ku'' lanjut Rian.
Ariana tersenyum kecil tanpa memalingkan tatapan nya.
''Apa aku boleh bertanya?'' tanya Rian.
Ariana masih belum memalingkan tatapan nya pada luar jendela, tapi ia isyarat untuk Rian bertanya.
''Apa kau mencintai Robi?'' tanya Rian hati hati.
Ariana sesaat terdiam memalingkan wajah menatap Rian dan tersenyum penuh arti.
Kenapa dia benar benar bodoh! setelah aku menceritakan semua nya, dia masih tidak mengerti. pikir Ariana.
Rian tampak gelisah menantikan jawaban Ariana.
'' Ar...?'' Rian.
''Aku ingin pulang!'' jawab Ariana.
''Tapi kau belum pu...'' cegah Rian belum sempat melanjutkan kata kata nya.
Cekrak!
Terlihat Robi, Nina, Laksman dan leman teman yang lain datang berkunjung.
Ariana tampak berbeda, ia tersenyum bahagia atas kedatangan teman teman nya.
Mereka saling sapa dan bertanya kabar, hanya Robi dan Rian yg tidak terlalu saling memperdulikan.
''Ar..., bagai mana keadaan mu?'' Laksman.
''Cukup baik'' Ariana.
''Ar..., kenapa kau bisa masuk rumah sakit lagi?'' Nina.
Ariana tidak menjawab, ia hanya tersenyum.
''Robi apa kabar?'' tanya Ariana, yang berhasil membuat Rian cemburu.
Ariana menyadari itu.
''Aku baik Ar...'' Robi.
Mereka mengobrol tentang banyak hal, suasana hati Ariana memang terlihat sangat berbeda.
__ADS_1
''Aku akan pulang hari ini'' ucap Ariana mengagetkan semua orang.
Di tengah perdebatan Ariana dan teman teman nya, datang tamu yang tak di harap kan.
Anisa yang di susul dengan kedatangan Danu.
''Hai...Ar...'' sapa Anisa terhenti karena melihat adanya Rian di samping Ariana.
Rian?! kenapa bisa di sini? jangan jangan...batin Anisa.
Wajah Anisa berubah pias.
''Kenapa sayang?'' tanya Danu pada Anisa.
''Ah....ti....tidak...sa...sayang, aku tidak apa apa'' jawab Anisa gelagapan.
Ariana tersenyum melihat kedatangan Danu.
''Kak Danu...'' panggil Ariana.
Danu menghampiri adik nya, dan mencium kening adik nya.
''Apa kau sudah lebih baik?'' tanya Danu.
''Iya kak, aku juga akan pulang hari ini?'' Ariana.
''Kau yakin? bukan kah baru semalam kau masuk rumah sakit'' Danu.
''Iya..,,Ariana..., istirahat lah dulu'' sambung Anisa.
Danu merangkul pinggang Anisa, mereka berbasa basi. Karena muak melihat sandiwara Anisa, Rian memilih pergi yang di ikuti Robi dan teman teman juga.
''Kau mau kemana?'' tanya Ariana melihat Rian menuju pintu keluar.
''Aku akan meminta dokter untuk mengijinkan mu pulang, sayang...'' jawab Rian penuh penekanan di kata kata terakhir.
Apa? sayang? jadi benar Rian adalah suami Ariana??? Oh sial!!! apakah dia akan membongkar rahasia ku!!! brengsek!'' umpat Anisa dalam hati.
Rian sudah keluar meninggal kan ruangan, kini hanya ada Danu, Ariana dan Anisa saja.
''Nisa...? kenapa kau melamun?'' tanya Danu.
''Ah ti...ti dak sayang...'' Anisa.
Sementara di luar ruangan.
''Bro! kami pamit pulang dulu'' ucap Laksman.
''Ok, bro! terimakasih sudah menjenguk istri ku!'' Rian menatap Robi.
Robi jengah dan ingin segera pergi, namun tertahan ajakan Rian.
''Rob, boleh kita bicara?'' ajak Rian.
''Apa yang ingin kau bicara kan? menekan kan bahwa Ariana milik mu hah?!'' hardik Robi.
__ADS_1
Rian hanya tersenyum
''Kau sedang mengejek ku! hah!!!'' geram Robi.
''Maaf, kenapa kau cepat sekali marah?'' Rian.
''Aku muak! cepat kau mau bicara apa?''
''Terimakasih sudah menjadi teman yang baik untuk istriku'' ucap Rian tulus.
''Kau sakit?'' Tanya Robi tak percaya.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Maaf ya...,libur update.
Lagi kurang sehat.
Makasih untuk yang sudah support.
Tetap semangat dan semoga sehat selalu ๐๐
__ADS_1