
Setelah kepergian Tuan Heru.
Rian mendekati Ariana, menatap nya penuh rasa penasaran. Ada begitu banyak pertanyaan yang ingin ia tanya kan.
Rian menatap lekat wajah Ariana yang sedang terpejam.
''Kau mau apa?!'' tanya Ariana tiba tiba membuka mata nya.
''Kau belum tidur?'' tanya Rian sedikit terkejut.
''Bagaimana aku tidur kalau kau menatap ku begitu!'' Ariana menarik selimut nya menutupi sampai ke leher.
''Hey! apa maksud mu?!'' tanya Rian mengangkat kedua alis nya.
''Kau ingin membunuhku kan?!!'' tuduh Ariana melotot.
''Dasar gila!!'' seru Rian.
''Kau belum jawab! Kau tadi kenapa ada di kamar ku!!'' teriak Ariana.
''Aku sudah jelas kan!, aku benar benar tidak sengaja!, sudah tidur lah sana!!!'' ucap Rian bejalan mendekati pintu.
''Kau mau kemana?!'' Ariana
''Tidur lah, aku hanya ingin di luar'' Rian
''Kenapa?!'' Ariana
''Kau bisa tidur atau tidak! jangan banyak bertanya!'' Rian
Braak!!! pintu tertutup kasar.
Brengsek!!! umpat Ariana.
***
Di luar ruangan.
Ddrrtt....dddrrtttt.... pesan masuk.
(Sayang aku sudah di depan pintu) Anisa.
(Sayang buka pintu nya) Anisa.
(Sayang) Anisa.
Rian tidak memperduli kan pesan Anisa, dan tidak niat membalas nya, pikiran nya sedang kacau. Dia begitu penasaran akan masa lalu Ariana.
Rian duduk di kursi yang ada di depan ruangan. Menarik nafas berat beberapa kali.
__ADS_1
''Sebenar nya ada rahasia apa pada diri mu? kenapa kau bisa tampak ketakutan? kemana kesan pertama saat aku melihat mu yang begitu jutek dan menyebalkan?'' ucap Rian lirih, seraya menempel kan kepala nya ke dinding.
***
Pagi hari.
Ariana terbangun, melihat Rian yang sedang tertidur di sofa.
Dia benar benar menjaga ku? ucap nya dalam hati.
Cekrek!!
Perawat masuk membawa sarapan dan obat untuk Ariana.
Setelah meletakan sarapan perawat bejalan menghampiri jendela berniat untuk membuka tirai.
''Jangan di buka'' cegah Ariana.
Perawat berbalik dan melihat Rian yang masih tertidur lelap di sofa.
''Suami anda sungguh siaga Nona, dia benar benar khawatir saat datang ke UGD semalam. Kemarin malam juga saya lihat Tuan lama duduk di luar menjaga anda'' ucap perawat tersenyum.
Ariana hanya tersenyum.
''Kau sudah bangun?!'' tanya Rian menatap wajah Ariana yang masih terlihat pucat.
''Harus nya aku yang bertanya!!?'' tanya Ariana mulai menyebalkan.
Saat Rian kembali lagi, sudah ada Tuan Heru, Danu dan Nina di dalam ruangan.
''Rian...'' panggil Danu.
''Kak Danu? Paman?'' sapa Rian.
''Pulang lah kau pasti tidak tidur dengan baik semalam'' ucap Tuan Heru.
''Iya Tuan biar saya yang menjaga Ariana'' sambung Nina.
Ah benar, Nina. Dia pasti tau kenapa Ariana bisa ketakutan seperti itu Rian bicara di dalam hati menatap Nina.
Kenapa dia melihat ku begitu . Nina.
''Nina!'' suara Riana mengagetkan nya.
Nina merasa tidak enak, dan mendekat pada Ariana.
''Pa, aku ingin pulang'' ucap Ariana menatap Papa nya.
''Riana kau belum pulih benar'' cegah Danu.
__ADS_1
''Aku bisa istirahat di rumah kak'' bujuk Ariana.
''Riana..., kau masih butuh istirahat yang cukup'' balas Tuan Heru.
''Pa, Riana juga bisa istirahat di rumah!'' tegas Ariana.
Terjadilah drama perdebatan antara Orang Tua dan Anak, yang di menangkan Ariana.
Rian dan Nina hanya mendengarkan tanpa banyak bicara.
Kau sungguh keras kepala! Nina
Entah apa yang di pikirkan wanita berandalan ini! Rian.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
Jangan lupa bantu support kakak kakak dan adik adik ๐๐