Ariana

Ariana
Kau mengejek ku?


__ADS_3

Menjelang pagi hari...


Ariana menggeliat di atas sofa, mencoba membuka mata, menyipitkan pandangan nya. Sekilas terlihat bayangan seseorang yang sedang duduk tersenyum memperhatikan nya.


''Selamat pagi sayang...'' sapa Rian.


Ariana terkejut dan membulat kan mata nya, mengusap wajah nya, dan kembali menatap laki laki itu.


''Kau?'' tanya Ariana masih setengah sadar.


Ariana terlihat berpikir tentang apa yang terjadi semalam, ia melihat jas Rian masih menyelimuti nya.


Jadi aku semalam tertidur di kantor? apa terjadi sesuatu? tidak seharusnya tidak! aku yakin tidak! pikir Ariana.


''Sarapan lah, aku sudah menyuruh Nina untuk mengambil pakaian mu'' ucap Rian seraya berdiri menghampiri Ariana.


Ariana yang terkejut memundurkan tubuhnya, menutup wajah nya dengan jas Rian.


Rian menatap tersenyum, dan menyelipkan rambut Ariana ke belakang telinga nya.


''Aku harus ke kantor'' ucap Rian meraih jas yang di pegang Ariana, lalu mencium kening wanita itu.


Ariana masih terdiam, mematung memandang kepergian Rian dan hilang di balik pintu.


***


Anisa menggeliatkan tubuh polos nya di atas kasur salah satu hotel bintang lima di kota tersebut.


Dia benar benar sangat kesepian, Danu sudah dua minggu tidak bisa di hubungi, Rian juga sudah tiga minggu tak bisa di hubungi.


Hanya Rico laki laki yang bisa menemaninya di saat ia membutuhkan belaian hangat, yah selingkuhan Anisa di saat Danu atau Rian tidak bisa menemani nya.


Rico adalah seorang pengusaha, yang cukup terpandang. Di usianya yang masih terbilang muda, ia bisa bersaing dengan para pembisnis besar lain nya.


Rico lama tinggal di Amerika, dan baru bisa kembali setelah sekian lama nya. Sudah satu tahun ini Rico mencari tau tentang seorang wanita masa lalu nya, wanita yang meninggal kan tiga bekas tusukan di perut nya.


''Kau sudah bangun sayang...?'' ucap Rico memeluk erat tubuh Anisa.


Anisa bergelayut manja di pelukan Rico, menciumi dada bidang laki laki ini.

__ADS_1


''Sayang...,kenapa banyak bekas tusukan?'' tanya Anisa menyentuh tiga keloid di perut laki laki itu.


Rico hanya tersenyum ''Kenangan dari masa lalu'' bisik Rico di telinga Anisa sembari memberi jilat an kecil yang sedikit merangsang.


Membuat Anisa bergetar, dan membalas mengecup leher jenjang Rico.


Rico membalas dan menghujani mencium wanita yang sudah menjadi kekasih nya tiga bulan belakangan ini.


(Bisa di tebak ya, adegan selanjut nya πŸ˜…)


***


'' Ariana, kau sudah bangun?'' tanya Nina memasuki ruangan dengan membawa, pakaian ganti Ariana.


''Kau lihat?'' tanya nya acuh sembari menyantap sarapan nya.


''Hei, aku Nina, bukan Tuan Rian jadi jangan berlagak judes! pada ku'' ucap Nina meletakan pakaian pada Ariana.


Ariana tersenyum .


''Wah kau bahagia sekali ya'' goda Nina.


''Apa kau datang nanti acara malam?'' tanya Ariana mengalihkan pembicaraan.


''Kenapa?'' masih terus menyantap makanannya.


''Kau sendiri kenapa tidak mau datang?'' tanya Nina pura pura penasaran.


''Kau pura pura tidak tau?!'' tanya Ariana penuh penekanan.


Bagaimana mungkin aku tidak tau! kau kan tidak ingin Tuan Rian dan Robi berkelahi memperebutkan mu! gumam Nina dalam hati.


''Memikirkan apa kau? hah?'' hardik Ariana melihat Nina mengerutkan keningnya.


Nina hanya melirik nya, tak peduli.


''Hey?! Nina?'' panggil Ariana lagi.


''Kau sedang jatuh cinta ya? '' goda Nina asal, berlari keluar ruangan.

__ADS_1


''Sial!! kau mengejek ku?! hah!!!'' geram Ariana melempar bantal sofa sembarang.


''Hahahaha'' terdengar suara terkekeh Nina,


Sial! anak itu selalu tau apa yang sedang aku pikirkan! apa begini rasa nya jatuh cinta?! pikir Ariana, menorehkan senyum pada wajah nya.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


Jangan lupa buat tinggalin jejak ya β€οΈπŸ™πŸ˜‰


__ADS_2