
Setelah tidur cukup lama, Ariana terbangun saat menjelang pagi, dan menyadari suara aneh yang berasal dari mesin monitor jantung milik Tuan Heru.
''ttiiiinnnn......''
Ariana menajamkan telinga, dan melihat garis datar pada mesin itu, Ariana sontak terkejut dan segera menghampiri Papa nya.
Papa nya yang sudah tiada.
Ariana berteriak histeris, menangis membangun kan semua orang.
Danu, Rian, Nina serta Dokter suster berhamburan memasuki kamar Tuan Heru.
Segala upaya di laku kan, tapi karena memang Tuhan berkehendak, maka tidak ada yang bisa mengubah nya.
Setelah sekian puluh menit mencoba berjuang, Dokter akhirnya menyerah.
''Tiidaak!!!!!'' teriak Ariana menghampiri Papa nya.
''Papa...,bangun! Pa, jangan tinggalin Ariana Pa, bangun!!! hiks...hiks...huwaa..,,Papa...'' racau Ariana.
Danu, Rian dan Nina mencoba menenangkan Ariana.
''Ar...,tenang lah. biar kan Papa pergi, masih ada Kakak juga Suami mu Rian. tenanglah Ar'' ucap Danu meneteskan air mata dan memeluk Ariana.
''Papa...maafkan Ariana Pa...'' racau Ariana.
''Ar...,tenang lah, biar Paman istirahat dengan tenang. Ikhlaskan Paman pergi Ar. hiks...hiks...'' ucap Nina menenangkan.
''Aku tidak lagi punya Orang tua, Papa sudah pergi menyusul Mama, Papa.... hiks...hiks...'' racau Ariana.
''Riana..., ada aku, ada Mama dan Papa ku, mereka juga orang tua mu, kamu tidak sendiri sayang, ada aku Suami mu, aku akan menjaga mu, ku mohon tenang lah Ar'' ucap Rian, menyentuh kedua Pipi istri nya.
Ariana menatap sendu wajah suami nya yang mencoba menahan air mata.
Ariana menangis sejadi jadi nya, menghambur di pelukan suami nya.
Rian hanya memeluk erat tubuh istri nya sembari membelai lembut Ariana.
Ariana masih menangis meraung, hati nya remuk, hancur. Separuh jiwa nya pergi bersama kepergian Papa nya.
Orang yang selalu memposisikan diri nya Pelayan bagi Tuan Putri Ariana.
***
Setelah mengurus dokumen dengan cepat, akhirnya jenazah Tuan Heru di terbangkan ke kota asal nya.
Dan saat upacara pemakaman berlangsung Ariana jatuh pingsan akhirnya Danu dan Rian memutuskan agar Ariana pulang lebih dulu ke rumah di temani Nina.
Di rumah besar dan mewah itu, tampak begitu ramai orang orang silih berganti datang dan pergi dengan kompak memakai pakaian serba hitam. Tanda sedang berduka.
__ADS_1
Robi, Laksman dan teman teman yang lain juga datang.
Mencoba memberi dukungan moral untuk keluarga yang di tinggal kan.
Ariana yang kini duduk di kamar hanya diam, dan menangis dalam pelukan Nina.
Robi dan yang lain mencoba mendatangi Ariana ke kamar nya.
''Ariana...,kau harus kuat'' ucap Robi.
Ariana hanya terdiam dengan tatapan kosong.
''Ar...,kuat lah, agar Paman tenang dalam istirahat nya'' sambung Laksman.
Ariana menangis pilu, hati nya benar benar sesak.
''Ar..., tenang lah'' ucap Nina mengelus punggung Ariana.
Rian dan Danu baru saja kembali, segera menemui Ariana.
Danu dan Rian sempat terkejut karena mendapati Laksman, Robi dan para anggota genk motor sedang berada dalam kamar Ariana.
Rian berjalan mendekat pada Ariana.
''Terimakasih sudah datang, sekarang tolong biar kan istri ku istirahat!'' ucap Rian penuh penekanan.
Deg!!!
Ariana menangkap kata kata Rian, yang secara halus memberi tahu Robi dan teman teman nya, bahwa mereka sudah menikah.
''Kalian semua keluar'' suara serak habis menangis terdengar dari bibir Ariana.
''Ar...'' Nina mencoba menenangkan.
''Keluar lah! aku mohon'' ucap Ariana lagi.
''Ar.!!'' suara Danu terdengar.
''Kak...,biarkan Ariana, mari kita keluar'' jawab Rian. Walau sebenar nya ia pun enggan meninggalkan Ariana.
Maaf Ar, aku tau kau pasti merasa terganggu dengan ucapan ku. Rian.
''Ar...,kami pamit pulang, tenang lah dan istirahat lah'' ucap Laksman pada Ariana.
*Ar*iana...suara hati Robi menatap sendu Ariana.
Maafkan aku... batin Ariana.
.
__ADS_1
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Hallo!!! salam kenal ya.
__ADS_1
Ini real hasil kehaluan aku yang perdana.
Tolong bantu support ya ๐๐