Ariana

Ariana
Terimakasih


__ADS_3

Hari menjelang malam.


Ariana masih duduk dalam kegelapan di kamar nya. Memikirkan akan nasib kedepannya.


Sudah satu minggu sejak kepergian Tuan Heru, Ariana sudah lebih tenang dan ikhlas atas kepergian Papa nya.


Tok...tok...


Cekrek!


Rian menghidupkan lampu kamar, memandang istri nya yang sedang duduk bersandar di atas tempat tidur.


Sudah hampir satu minggu Rian tinggal di rumah Tuan Heru, karena Ariana belum mau pindah ke apartemen nya. Setiap hari sama, dan hari ini pun mungkin tetap sama.


Tidak ada yang berubah dari Ariana.


Mereka memang satu kamar tapi tidak satu ranjang.


Tidak seperti sepasang suami istri sungguhan, Kebisuan Ariana membuat Rian memilih untuk tidur di sofa.


Dia tidak ingin di cap sebagai laki laki yang memanfaat kan status pernikahan hanya untuk sekedar nafsu.


Kata kata Ariana benar benar membekas di hati nya, tidak di pungkiri sebagai pria dewasa dia juga pasti memiliki naluri birahi.


Tapi Rian memilih tidak akan memaksa kan Ariana, dia akan tetap bertahan dan berusaha membuat Ariana mencintai nya.


***


Ariana menatap Rian yang baru keluar dari kamar mandi. Dengan memakai kaus putih lengan pendek yang memperlihat kan otot otot kekar tangan nya, dan memakai celana pendek berwarna dongker.


Hari ini Rian sangat lelah dan lapar tapi ia memilih untuk segera tidur.


''Apa kau sudah makan?'' untuk pertama kali nya Ariana bertanya pada Rian.


Rian masih tidak percaya dengan apa yang ia dengar, sehingga Rian hanya diam menatap Ariana bingung.


''Aku bertanya? apa kau sudah makan?'' ulang Ariana.


''Hah? a..aku..be..belum, apa kau sudah makan?'' tanya Rian gelagapan.


Ariana hanya diam melangkah keluar kamar dan meninggal kan Rian yang masih bengong.

__ADS_1


Demi apa pun, Rian benar benar bahagia akhirnya Ariana mengatakan sesuatu untuk pertama kali nya.


Biasanya Rian lah yang akan memulai mengatakan sesuatu.


Hati Rian benar benar merekah bagai taman penuh bunga.


Tak lama Ariana kembali dengan membawa nampan yang berisi nasi dan lauk pauk serta segelas air.


''Makan lah'' ucap Ariana meletakan nampan di atas meja.


Rian meraih tangan Ariana ketika ia ingin berlalu.


''Temani aku'' ucap Rian menggenggam tangan Ariana.


Ariana menuruti tanpa berkata, ia hanya duduk diam.


''Apa kau sudah makan?'' tanya Rian.


Ariana masih diam.


''Makan lah juga'' ucap Rian menyodorkan sendok.


Ariana sesat menatap diam, lalu kemudian dia membuka mulut nya.


Ariana menangkap wajah bahagia Rian.


Sebahagia itu kah dia? batin Ariana.


Rian makan dengan lahap nya, sambil terus tersenyum ia tidak bisa menyembunyikan rasa bahagia nya saat ini.


Ariana menatap penuh heran.


''Apa kau menang tender?'' tanya Arian.


''Maksud nya?'' tanya Rian bingung.


''Kau sepertinya sangat bahagia'' ucap Ariana.


Rian hanya tetap diam dan terus tersenyum.


''Apa kau gila? kau begitu lapar rupa nya?'' kata Ariana melihat makanan yang ia bawa habis tanpa sisa.

__ADS_1


Rian masih diam.


Ariana membereskan piring dan ingin membawanya turun.


Rian menahan nya sebentar.


''Terimakasih'' Rian tersenyum


''Terimakasih karena kau sudah ingin mulai berbicara lebih dulu pada ku, terimakasih untuk pertama kali nya aku merasa kau peduli pada ku, sungguh aku sangat bahagia. terimakasih Istri ku'' lanjut Rian tersenyum lalu mencium kening Ariana.


Ariana merasakan kesejukan hati nya, gemuruh di dada nya, kata kata Rian sungguh menyentuh hati nya.


Oh Tuhan..., alangkah bahagia nya dia, hanya karena satu piring nasi yang ku bawakan ini? batin Ariana merasa haru.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


Lanjut terus support nya 🙏


__ADS_2