
Rian dan Anisa sedang asyik bercerita dalam canda tawa ceria, hingga lupa waktu yang sudah menunjuk kan pukul 10 malam.
dddrrtt...ddrrtt....
(Nak apa kau masih bersama dengan Ariana?) pesan masuk dari Nyonya Lili.
(Tidak ma) pesan terkirim.
(Apa?!!! tapi Ariana belum pulang! tadi Tuan Heru menanyakan nya! Cepat antar Ariana pulang!!!) pesan masuk membuat Rian terkejut.
Ah sial! kemana wanita berandalan itu! pikir Rian.
''Kenapa sayang?'' tanya wanita manja.
''Sayang maaf kan aku, aku harus pulang, ada sedikit masalah, kau tidak apa apa kan pulang sendiri'' jelas Rian panjang lebar tanpa memberi kesempatan Anisa merengek manja.
''Tapi sayang...'' rengek Anisa berhenti melihat Rian sudah pergi menjauh.
''Sial!!!'' rutuk Anisa.
***
Sementara di tempat lain Robi, Ariana dan teman teman nya sedang asyik mengobrol di kejutkan kedatangan laki laki tampan tak di kenal.
Astaga...benar dugaan ku, pasti wanita berandalan itu sedang asyik kumpul dengan genk nya yang berandalan juga. Gumam Rian melihat Ariana sedang asyik mengobrol.
''Hey!!!'' panggil Rian membuat semua mata tertuju pada nya.
Kenapa dia bisa kemari? Ariana memilih tak peduli.
''Hey Ariana, kau tuli ya? aku memanggil mu!!'' ucap Rian.
Membuat Robi merasa kesal.
''Kau siapa?! berani mengatai Ariana?!'' ucap Robi mencengkram kerah baju Rian.
''Kau tak perlu tau siapa aku!!!'' Rian melepaskan nya tersenyum merendah kan.
__ADS_1
''Hey kau! ayo pulang!!'' ucapnya pada Ariana.
Ariana masih diam menatap nya jengah.
''Kau tidak dengar!!!'' Rian berteriak.
Bukkk!!! pukulan keras ke perut Rian.
Rian jatuh tersungkur, Robi meraih nya dan hendak memukul nya lagi ''Jangan pernah berteriak pada Ariana!!!'' pekik nya di depan wajah Rian.
Rian tertawa, melepas kan cengkraman tangan Robi dan mendorongnya.
''Hahaha! kau mau apa?! kau siapa nya hah?!! aku adalah tunangan nya!!!'' suara Rian menggelegar berhasil memancing berbagai macam aneka spekulasi dari teman teman tongkrongan Ariana.
Plakk!!! tamparan keras dari Ariana.
Rian menatap nya penuh kebencian, juga ingin sekali dia menjambak rambut Ariana karena kesal yang berlipat ganda tapi masih berhasil di tahan nya.
''Kau pikir aku mau bertunangan dengan mu!!!'' teriak Ariana.
''Cih!!! aku juga tidak sudi bertunangan dengan mu!!! Jika kau tidak mau pertunangan kita terjadi, batal kan segera!!! Jangan jadi kan Papa mu yang berkuasa itu bisa mengatur hidup ku!!!'' teriakan Rian bergema di telinga Ariana.
''Kau akan bayar tamparan ini lebih dari yang kurasa kan!!!'' di hempas kan nya tangan Ariana dan berbalik meninggalkan Ariana yang menatap penuh kebencian, juga Robi dan teman teman nya.
''Jika kau tidak ingin pulang dengan ku, hubungi Kakak mu untuk menjemput mu!!!'' ucap Rian tetap berjalan menuju mobil.
Sekilas Ariana berfikir dan mengejar Rian, secepat kilat Ariana duduk di kursi belakang.
Rian sama sekali tidak peduli. Tidak ada yang berbicara. Tidak ada yang melirik satu sama lain. Yang ada hanya aura Kebencian dan Kekesalan kedua nya.
Kalau bukan karena Mama dan Papa, aku bersumpah akan membunuh wanita ini. umpat Rian dalam hati.
Kalau bukan karena Kak Danu aku tidak akan mau pulang di antar oleh laki laki benalu ini. oceh Ariana dalam diam.
.
.
__ADS_1
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Tolong bantu support ya ๐
Dengan cara Like, Coment, dan Vote.
__ADS_1
Terimakasih ๐