Ariana

Ariana
Rencana makan siang


__ADS_3

Setelah melakukan olah raga pagi, mereka berdua membersihkan tubuh masing masing.


Rian memutuskan untuk tidak ke kantor, terlalu sayang meninggal kan istri nya sendiri di apartemen. Lagi pula mereka akan pergi makan siang bersama Danu dan Anisa.


Walau pun sebenarnya Rian ingin menolak, tapi dia tidak ingin membuat kakak adik ini curiga.


''Rian...,apa kau benar tidak akan ke kantor?'' tanya Ariana yang baru keluar dari kamar mandi, yang menatap Rian sedang duduk d sofa dengan laptop di hadapan nya.


''Tidak sayang, aku akan bekerja dari rumah'' jawab Rian tersenyum dengan mata menggoda menatap Ariana.


''Berhenti lah, menatap ku begitu'' Arian memalingkan wajah malu nya.


Rian terkekeh.


''Sayang..., apa kau tau aku sangat bahagia hari ini. Makanya aku tidak ingin ke kantor'' ucap Rian yang kini sudah memeluk tubuh istrinya dari belakang.


Ariana tersenyun.


''Kenapa kau sangat bahagia?''


''Karena kau istri ku'' ucap Rian mencium kening istri nya, dan hendak mencium bibir Ariana.


''Est...! sudah cukup!'' cegah Ariana menutup bibir Rian dengan tangan nya.


Rian tersenyum, dan menarik tangan Ariana.


Cup!! kecupan kecil mendarat di bibir Ariana.


''Aku hanya ingin mencium mu, tidak yang lain kecuali kau menggoda ku'' ucap Rian yang menatap belahan handuk kimono Ariana sedikit terbuka.


Ariana sontak langsung merapatkan handuk nya dan menjauh dari Rian.


Rian terkekeh melihat tingkah laku istri nya.


''Bersiap lah, kita akan menemui Kak Danu'' Rian.


''Kak Danu? kenapa? apa ada masalah?'' tanya Ariana penasaran.


''Tidak dia hanya ingin mengajak kita makan siang bersama'' jelas Rian sembari kembali menatap layar laptop nya.

__ADS_1


''Makan siang?! ah aku baru ingat, dia pasti mengajak Anisa!''


''Anisa?, kenapa? apa kau tidak suka?'' tanya Rian menatap expresi tidak suka di wajah Ariana.


''Hm''


''Kenapa?'' kembali menatap laptop agar Ariana tidak menangkap wajah penasaran Rian.


''Entah lah, aku hanya merasa Kak Danu tidak cocok dengan nya, dia itu wanita murahan'' oceh Ariana.


''Kenapa kau bisa tau?'' tanya Rian tanpa sadar.


''Maksud mu?'' Ariana heran.


''Hm, maksud ku kenapa kau bisa berpikir dan berpendapat seperti itu?'' ucap Rian memperbaiki kata katanya.


Semoga Ariana tidak curiga batin Rian.


''Entahlah, aku merasa wanita seperti Anisa itu terlalu agresif untuk Kak Danu'' oceh Ariana.


Rian memilih diam, dan tidak menanggapi ocehan Ariana karena dia bisa melihat sebesar apa rasa tidak suka nya pada Anisa.


''Hmz..., kau mau nya kapan? aku ikut saja'' Ariana.


''Kalau bulan depan bagaimana?''


''Terserah kau saja''


''Hmz cuek sekali''


Ariana tersenyum melihat wajah sebal suami nya.


***


Di tempat lain Danu sedang mengadakan pertemuan bersama rekan bisnis nya di salah satu cafe terdekat dengan kantornya.


Saat sedang asyik mengobrol ia tak sengaja melihat Rico di sebrang jalan.


Pemuda itu, bukan kah Rico! kenapa dia kembali! Ah sial harus nya aku tidak melepaskan nya waktu itu. Semoga saja Ariana tidak bertemu dengan nya! batin Danu gusar.

__ADS_1


''Pak...,anda kenapa?'' tegur Nina yang melihat ke gusaran di wajah Danu.


Danu hanya menggelengkan kepala, pikiran nya melayang entah kemana.


Apa yang di laku kan pemuda itu! tidak mungkin kan dia datang untuk mencari Ariana? pikir Danu lagi.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Maaf lama gak upload, di karena kesehatan kurang mendukung dan di haruskan istirahat 😭


Kalian yang masih di beri kesehatan, jangan ragu untuk menjaga nya ya 💕


Terimakasih untuk yang udah support ❣️

__ADS_1


__ADS_2