Aroma Sang Briana

Aroma Sang Briana
12. Strategi II


__ADS_3

Pembantu muda yang bernama Usi itu perdiri di depan kamar Akles, ia gemetar keringat dingin tampak ragu ragu untuk mengetuk pintu kamar, mondar mandir seperti orang bingung dan takut.


‘Kenapa aku dipanggil Tuan muda untuk datang sendirian kekamarnya? Aku takut membuat kesalahan, apa karena tadi pagi aku tidak langsung menjawab pertanyaannya? Aaah Tuhan lindungi aku dari Tuan muda’


Usi tampak berdoa sebelum mengetuk pintu kamar Akles, mengatur napas akhirnya ia beranikan diri untuk mengetuk pintu.


Tok tok tok “Permisi Tuan, ini saya Usi”


“Masuk saja tidak dikunci”


Mendengar Usi mengetuk pintu langsung Akles menyuruhnya masuk.


“Permisi Tuan muda, ada perlu apa sampai Tuan memanggil saya kemari?”


Usi langsung menanyakan apa maksud dari Tuannya tersebut sembari menundukkan kepalanya tak berani melihat Akles.


“Kemarilah duduk disini, jangan berdiri di depan pintu”


Akles yang meihat Usi berdiri didepan pintu lalu ia menyuruh Usi untuk duduk dihadapannya.


“Maaf tuan saya lancang menolak tetapi saya tak pantas duduk disitu, saya berdiri saja disini!”


“Lebih tidak pantas jika kamu menolak perintahku, sudahlah cepat duduk saja apa susahnya?”


Akles yang geram akan wanita ini yang selalu tidak cepat tanggap akan perintahnya. Mendengar jawaban Akles Usi dengan ragu ragu melangkah mendekati sofa yang dimaksud Akles.


“Maaf Tuan”


“Silahkan duduk dulu tenangkan pikiranmu, aku tidak akan macam macam jadi tidak usah takut”


Akles melihat tangan Usi yang bergemetar setelah duduk di sofa.


‘Ternyata kamar Tuan luas juga, bahkan ada sofa untuk ia bekerja, aku mikir apa sih sampai sampai takut, malu dipanggil ke kamar tuan, dasar bodoh kamu Usi’


Bergemingnya Usi dalam hatinya melihat kamar Akles yang begitu luas dan rapih.


“Jika kamu sudah tidak gugup baru aku akan menyampaikan maksud dan tujuanku memanggilmu kemari”


Rupanya Akles memberikan waktu untuk Usi menenangkan diri untuk tidak gugup, supaya jika Akles menjelaskan maksudnya Usi langsung paham.


“Baik tuan, jika itu sangat penting sebentar saja saya gugup Tuan, tunggu sebentar lagi”


‘Entah apa maksud Tuan Muda memanggilku pasti ada tujuankan? Aku sungguh gugup tanganku dibanjiri keringat dingin. Ah melihat sorot mata tuan yang begitu indah dan dingin membuatku tambah gugup’


“Baiklah akan ku tunggu sampai kamu siap. Minumlah dulu yang ada dihadapanmu itu supaya mengurangi rasa gugupmu itu”


Mendengar Akles menyuruhnya minum Usi langsung menganggukan kepalanya menuruti perintah Akles iya takut jika menolak lagi pasti akan murka lagi.


‘Tuan sebenernya baik memperhatikan aku yang gugup bahkan menyuruhku minum terlebih dulu, menungguku supaya tidak gugup sungguh perhatiannya, Usi fokus jangan mikir macam macam tentang tuanmu’


Usi hanya bisa bergeming dalam hatinya saja, ia tidak berani untuk mengungkaplan isi hatinya langsung kepada Akles.


“Sudah tuan boleh dilanjut ada urusan apa tuan memanggil saya kemari?, saya sudah tidak gugup lagi”


‘Sudahlah kita mulai saja ada apa tuan memanggilku kemari, Aku juga tidak boleh membiarkan tuan menunggu lama hanya untuk menungguku supaya aku tidak gugup lagi’


“Baiklah jika kamu sudah merasa tidak gugup lagi boleh kita lanjut maksud dan tujuanku memanggilmu kemari, kamu harus fokus apa ucapanku!”


“Baik tuan saya akan berusaha semaksimal mungkin untuk menyimaknya”

__ADS_1


“Pertama tama apakah kamu bisa membaca dan menulis?”


Mendengar Pertanyaan Akles membuat Usi yang sedari tadi menundukkan kepalanya langsung melihat Akles dengan ekspresi kaget dan bingung.


“Kenapa melihatku dengan ekspresi seperti itu? Apakah pertanyaanku salah”


Akles langsung menanyakan karena melihat Usi yang tidak menjawab malah meihatnya seperti bingung.


“Maaf tuan saya lancang melihat tuan dengan ekspresi seperti tadi tidak ada maksud apa apa, saya hanya bingung kenapa tuan menanyakan hal yang tidak masuk akal itu”


‘Mentang mentang tuan muda kaya raya menanyakan hal seperti itu, memangnya kamu doang apa yang sekolah? Aku juga sekolah walau hanya tamatan SMA’


Rupa rupanya Usi kesal mendengar pertanyaan dari Akles membuatnya tersinggung, hanya saja Usi tidak bisa mengomeli Akles secara langsung hanya bisa bergeming mengomel dalam hatinya saja.


“Oh maaf jika pertanyaanku menyinggungmu, aku hanya ingin memastikan saja, jika memang bisa baca tulis sukurlah”


‘Hah apa apaan manusia satu ini nada bicaranya seperti merendahlanku, maaf katanya? Enak sekali dia meminta maaf, tidak akan ku maafkan! Dasar orang kaya!’


“Iya tidak apa apa tuan muda, jadi maksud sebenarnya apa tuan”


Lain dihati lain dimulut, Usi masih penasaran apa maksud Akles.


“Jadi aku memintamu untuk membantuku sementara waktu, mungkin sebulan atau bahkan lebih. Jika kamu mau kamu akan selalu berhubungan denganku ya dibawah pengawasanku, jika tidak mau ya kamu tetap bisa kerja dirumah ini. Bagaimana?”


Mendengar Akles meminta bantuannya dan bahkan dibawah pengawasannya dan selalu berhubungan dengannya membuat Usi kaget, dan bahkan ia langsung saja ingin mengiyakan karena Usi senang jika selalu berada didekat tuannya.


‘Usi jangan gegabah, jangan terlena akan ketampanan tuanmu itu coba tanyakan apa maksudnya ingin meminta bantuanmu’


“Maaf Tuan tetapi tugas apa itu? Saya belum paham, apa hubungannya dengan baca tulis yang tuan tanyakan tadi?”


“Jadi kamu akan selalu dalam pengawasanku kamu tidak perlu kerja dirumah ini kamu akan ku kerjakan di pabrik jadi operator produksi. Makanya aku tadi bertanya apakah kamu bisa baca tulis atau tidak? Supaya kamu bisa melaporkan semua yang kuperintahkan”


Mendengar Usi yang mengucapkan sedang krisis membuat Akles bertanya tanya sembari mendekatkan wajahnya kehadapan Usi.


“Kamu tau dari mana jika sedang krisis?”


Usi gugup karena wajah Akles yang meihatnya begitu dekat.


“Ah tuan maaf, saya hanya dengar sekilas pas bapak berbicara. Maafkan saya tuan bukan maksud untuk menguping sungguh”


Usi yang tidak berani melihat Akles langsung meminta maaf dengan suara bergetar dan menundukkan kepalanya. Mendengar itupun Akles langsung menarik tubuhnya.


“Sudahlah kalau begitu, aku memintamu jadi mata mataku disana kamu akan mengawasi pusat produksi, aku akan memberikan surat perintah penurunan jabatan. Jika ada yang bertanya kamu siapa kenapa kamu bisa diturunkan jabatan kamu jawab saja ada masalah krisis karena kamu orang yang kompeten jadi tidak bisa untuk dipecat jadi hanya diturunkan jabatan. Posisi awalmu adalah staff keuangan”


“Tapi aku tidak mengerti tentang keuangan tuan, bagaimana jika aku melakukan kesalahan yang nantinya bisa menyulitkan tuan”


“Kamu bisa baca tulis? Nanti ku ajarkan semua, kamu pasti bisa tanggap, jika salah tidak apa apa namanya juga masih awal akan ku maafkan tetapi jika kamu berkhianat tidak akan ku maafkan tak segan segan ku penjarakan kamu. Ingat itu!!!”


“Baiklah tuan jika itu perintah dari tuan akan ku laksanakan, aku tidak akan berkhiat aku jamin itu”


“Kamu sekarang ganti pakaianmu, 15 menit dari sekarang ikut aku, ku tunggu di depan dan jangan sampai telat”


“Baik tuan, kalau begitu saya permisi untuk bersiap siap”


Usi beranjak dari tempat duduknya untuk bersiap siap berganti pakaian.


Begitupula Akles yang tampak sibuk membereskan berkas berkas yang ingin dibawanya.


Setelah 15 menit berlalu Akles dan Usi sudah berada didepan, suasana canggung apalagi Usi yang sedari tadi berdiri disamping Akles sibuk memainkan tangannya rasa gugup dan takut mulai muncul dipikirannya.

__ADS_1


‘Baru kali ini aku sedekat ini dengan Tuan muda, oh Tuhan aku sungguh gugup tuan muda sungguh tampan sekali jika memakai baju casual, tapi ini aku akan pergi bersama tuan, aaaakh senang sekali aku kapan lagi kesempatan ini datang? Tapi tapi !!! Jika aku berbuat salah sedikitpun bisa mati aku. Hmmm sudahlah tunggu saja tenangkan pikiranmu Usi jangan gugup jangan tergoda akan ketampanan tuan muda’


“Hey kenapa diam saja cepat masuk mobil jangan membuang buang waktuku yang berharga”


Rupanya Usi sedari tadi hanya diam tertunduk sampai tidak menyadari mobil yang ditunggu mereka berdua sudah datang, membuat Akles langsung berbicara ketus.


“Maaf tuan”


Mendengar suara yang Akles yang ketus Usi langsung tersadar akan lamunannya buru buru ia naik ke mobil. Ketika ia mau membuka pintu mobil belakang tiba tiba kaca pintu terbuka membuat Usi kaget.


“Kamu duduk di depan! Berani sekali duduk dibelakang disampingku”


Melihat Usi yang hendak membuka pintu mobil yang akan duduk disampingnya buru buru Akles langsung menegur Usi sebelum duduk. Dan menyuruhnya untuk duduk di depan samping supirnya.


“Maaf tuan saya lancang dan tak tau diri maaf”


‘Bodoh kenapa juga aku kepedean untuk duduk disamping tuan muda, malu sekali aku karena tingkah bodoh ini’


Usi yang malu langsung menundukkan kepalanya sekaligus menghentak hentakkan kepala dan memejamkan matanya.


Setelah semua masuk mobil dan tidak lupa memakai sabuk pengaman, mobilpun langsung melaju keluar perlahan meninggalkan rumah tersebut.


“Ini surat penurunan jabatan sekaligus surat rekomondasimu untuk bisa masuk ke pabrik, sesampainya disana kamu temui spvnya, jika ia bertanya jawab singkat saja”


Akles lalu memberikan dokumen yang telah ia siapkan, Usi menerima dengan kedua tangannya.


“Tapi tuan saya harus mengerjakan apa saja yang bisa membantu tuan?”


Usi yang masih bingung apa yang harus ia lakukan sesampainya ia disana, memberanikan diri menanyakan kepada Akles.


“Tampaknya kamu belum mengerti juga ya, kamu cukup lihat apakah ada yang mencurigakan dibagian produksi, lihat bahan bakunya berkualitas atau tidak dan juga awasi gerak gerik para atasanmu disana tanpa dicurigai, kamu pakai kamera tersembunyi ini dan kamu bisa berkomunikasi dengan aku memakai barang ini”


Akles langsung memberikan anting kepada Usi.


“Ini ambil lalu segera pakai dan ingat jangan sampai hilang!”


“Baik tuan akan saya pakai, saya akan berusaha semaksimal mungkin atas perintah yang tuan suruh”


Usi langsung menerima barang pemberian dari Akles dan langsung melepas anting yang ia pakai lalu memakai anting yang diberikan Akles.


“Hari ini hari pertamamu, kamu pasti gugup tenanglah hari ini kamu cukup awasi saja dan lihat semua supaya aku juga tau kondisi didalam seperti apa, kamu cukup jangan membuat mereka curiga.”


“Baik tuan saya paham, saya hanya mengawasi mereka dan melaporkan keadaan disana pada tuan”


“Pintar”


Mendengar Akles memujinya pintar Usi langsung tersenyum girang rasanya iya ingin berteriak. Mobilpun melaju dengan cepat menuju pabrik yang dimaksud. Akles hanya terdiam melihat hpnya lalu Usi memegang berkas yang diberikan Akles padanya tampak deg degkan.


Akhirnya mereka tiba ditujuan mobil yang terparkir didepan pabrik. Usi perlahan mengatur napas panjang panjang rasa takut ragu menyelimuti hatinya. Akles yang melihat tingkah Usi hanya terdiam tanpa sepatahkata apapun.


“Saya keluar dulu tuan, doakan saya semoga bisa”


“Kamu pasti bisa Usi, setelah selesai pulangnya nanti kamu akan dijemput lagi”


“Baik tuan”


Usi dengan penuh rasa keberanian setelah mendengar semangat dari Akles yang mengucapkan namanya itu dan akan dijemput lagi.


Usi perlahan berjalan menuju gerbang tak lupa security mengecek ada perlu apa Usi datang dan tak lupa Usi langsung memberikan berkas yang diberikan oleh Akles terhadapnya. Sesekali Usi melihat kebelakang arah mobil yang didalamnya ada Akles.

__ADS_1


Akles hanya bisa melihat dari balik mobil ketika Usi diperiksa oleh security dan ketika Usi melihatnya. Ia hanya bisa berharap supaya Usi berhasil.


__ADS_2