Aroma Sang Briana

Aroma Sang Briana
39. Datangnya Alice


__ADS_3

Malam sudah makin gelap menandakan sudah jam 9 malam makanan dimeja makan sudah sudah habis hanya menyisakan kuah shabu shabu saja, perut yang sudah terisi penuh kembung karena banyaknya mereka makan.


“Ah kenyang banget... aku baru kali ini makan makanan yang seperti ini Briana bahkan perutku sampai begah kekenyangan” Ucap Akles sembari melonggarkan ikat pinggangnya dan bersandar di kursi.


“Hahaha memang kalau grill dan shabu shabu paling top Akles, hah masih terasa pedasnya di bibirku haha” Briana menjawab dengan bibir yang merah jontor karena pedasnya kuah tomyam.


“Briana kamu jangan sering sering memakan makanan pedas ya. Tidak baik untuk kesehatanmu, lihatlah bibirmu sampai jontor begitu kepedesan padahal sudah selesai makan tapi masih terasa pedas. Aku juga ngeri pada lambungmu” Akles menasehati Briana yang suka makanan pedas untuk tidak sering sering memakan makanan pedas karena tidak baik untuk kesehatan.


“Jadi jelek ya kalau bibirku jontor?” seketika itu Briana langsung menutup mulutnya setelah Akles membicarakan bibir yang jontor karena kepedesan.


“Ah bukan begitu maksudku Briana. Jangan sering sering makan makanan pedas kurangi karena tidak baik untuk kesehatan, kan kamu perawat jadi sudah sepatutnya untuk menjaga kesehatan jangan orang lain saja yang kamu pikirkan tapi pikirkan juga kesehatanmu. Mau bagaimanapun kamu bibirmu jontor karena kepedesan tetap saja bagiku kamu selalu cantik.” Dengan nada pelan Akles menjelaskan maksud ucapannya tadi karena takut Briana tersinggung padahal memang benar bagi Akles Briana tetaplah cantik mau bagaimanapun keadaannya ia sudah dibutakan oleh cinta.


Briana hanya terdiam tak berkedip melihat Akles yang nampak serius membicarakan kesehatannya, iapun langsung menuruni tangannya yang tadi menutupi mulut yang jontor.


“Aku peduli pada kesehatanmu Briana jadi jaga kesehatan aku tidak mau hal buruk terjadi padamu, aku tidak mau itu” Akles menatap dalam Briana yang terdiam melihatnya.


“Iya Akles terimakasih” Ucap Briana dengan suara pelan sembari tersenyum tipis


“Oh kalau begitu kita bereskan dulu” Akles yang langsung mengalihkan suasana karena melihat Briana hanya terdiam ketika Akles membicarakan masalah kesehatannya.


Briana hanya mengangguk iapun langsung beranjak dari duduknya untuk membersihkan bekas makan mereka berdua.


Aklespun beranjak dari duduknya untuk membantu Briana membereskan bekas makan mereka berdua, mengangkut peralatan seperti mangkuk, piring, sendok, sumpit dan juga panci untuk ditaruh ke tempat cuci piring.


Setelah semua ditaruh ke tempat cuci piring tinggal alat grill yang masih tersisa di meja makan, Akles yang ingin mengambil tempat grill tidak disangka sangka Briana juga mengambil tempat grill itu secara bersamaan membuat mereka berdua saling menatap satu sama lain.


Persekian detik mereka berdua saling menatap dalam satu sama lain tanpa kata kata hanya terdiam. Tak lama kemudian Briana mengalihkan pandangannya ke arah lain tak lagi menatap wajah Akles.

__ADS_1


“Ah biar aku saja Akles yang menaruh ke tempat cuci piring, kamu duduk saja sudah cukup membantuku tadi membakar daging” Ucap Briana setelah mengalihkan pandangannya.


Akles tetap tidak melepas alat grill itu walau Briana sudah mengatakan jika dia saja yang menaruhnya, Akles ternyata menatap Briana untuk kedua kalinya setelah mereka saling menatap bersamaan.


“Briana jangan canggung, aku begini karena aku peduli padamu bukan karena apa apa. Aku tidak melarangmu untuk makan pedas cuman dikurangi dan jangan terlalu sering karena tidak baik untuk lambungmu” Akles merasa Briana terlihat canggung karena ia melarang mekan pedas.


“Iya aku tau Akles. Terimakasih banyak ya” Briana langsung tersenyum membuat kedua matanya berkaca kaca mendengar Akles yang begitu peduli akan kesehatan dirinya.


“Yaudah kalau begitu kamu duduk saja aku yang akan mencuci ini semua, ini sebagai bentuk terimakasih kepadamu yang telah mengijinkan aku makan disini” Akles yang menarik pelan alat grill yang masih mereka berdua pegang bersamaan.


Briana hanya tersenyum melihat Akles dan langsung melepas alat grill itu iapun mengangguk menuruti permintaannya Akles.


“Nah bagus gitu dong senyum kan manis” Ucap Akles setelah melihat Briana tersenyum seperti biasa.


Aklespun dengan sigap mencuci semua bekas mereka makan tadi dengan bersih, Akles begitu telaten membersikannya bahkan sampai mengelap menjadi kinclong.


Setelah selesai membersihkan tempat makan dan mengelap meja, mencuci piring Akles dan Briana duduk di ruang tengah sembari menonton TV duduk di kursi masin masing tidak duduk bersampingan.


“Terimakasih Briana untuk hari ini aku bahagia sekali dan baru kali ini aku makan seperti ini sampai begah haha” Akles berterimakasih atas waktu hari ini.


“Sama sama Akles, terimakasih juga sudah memberikan aku bunga mawar merah yang cantik” Briana membalas ucapan terimakasih Akles.


Keheningan pun mulai terjadi lagi hanya suara TV yang terdengar, Akles hanya terdiam melihat Briana sesekali ia menonton TV begitupun Briana juga terdiam hanya terfokus menonton TV saja.


Tak lama kemudian rasa sakit dan mules terjadi kepada Briana membuat wanita cantik itu mengeliatkan tubuhnya, dua tangan memegang perut merasakan sakit, Akles yang melihat Briana seperti merasa sakit langsung berdiri mendekat ke arah Briana.


“Kamu tidak apa Briana? Perutmu sakit ya, ayo kita ke rumah sakit kita cek keadaanmu” Akles yang panik langsung berlutut dihapan Briana sembari memengang tangan wanita yang ia cintai itu takut terjadi hal buruk menimpa Briana karena makan makanan pedas.

__ADS_1


“Ah Akles jangan lebay deh aku tidak apa apa jadi tidak perlu ke rumah sakit.” Briana langsung menolak ajakan Akles yang mengajak untuk langsung kerumah sakit.


“Tapi kamu sampai sakit perut pasti ada apa apa? apa makanan itu beracun?” Tanya Akles masih dengan wajah yang panik.


“Hahaha mana ada makanan beracun toh kita sendiri yang masak, ini mah aku mules. Aku ke wc dulu pengen buang air hehe” Briana tertawa karena melihat Akles yang berlebihan padahal Briana hanya mules karena habis makan pedas.


Setelah Briana masuk ke kamar mandi Aklespun langsung bisa bernapas lega karena Briana tidak apa apa hanya mules ingin buang air besar.


Sembari menunggu Briana sedang buang air besar Akles mengecek hpnya dan kemudian membaringkan tubuhnya ke kursi kaki yang berselonjor dan tubuh yang bersandar terasa nyaman berada di apartemen Briana, tak lama kemudian mata itu mulai sayup sayup mengantuk perlahan lahan menyipit dan mulai memejamkan kedua matanya karena mengantuk atau karena saking nyamannya berbaring di kursi itu.


Disisi lain dari luar apartemen ada seorang wanita yang hendak masuk ke dalam tetapi masih sedang menelpon, setelah menelpon ia masuk begitu saja tanpa mengetuk terlebih dahulu karena Alice salah satu yang tau akan kode apartemen Briana.


“Briana aku datang” Teriak Alice setelah masuk ke apartemen sahabatnya itu.


“Briana Briana dimana kamu?” Teriak Alice kedua kali sembari masuk kedalam mencari keberadaan Briana.


‘Tadi siang Briana bilang tidak kemana mana, tapi kenapa tidak ada orang kosong begini’ Guman Alice yang masuk tidak ada orang dan tidak ada sautan.


Kemudian Alice masuk ke dapur memastikan lagi keberadaan Briana siapa tau sedang di dapur, betapa terkejutnya Alice melihat seorang laki laki tidur sendirian di sofa Briana membuat Alice langsung mengendap endap mendekati lelaki yang sedang tertidur itu.


‘Dasar lelaki mesum bisa bisanya tidur malam malam begini dirumah seorang wanita yang tinggal sendirian. Atau jangan jangan dia maling?’ Imbuh Alice dalam hatinya sembari memegang erat tas ingin memukul Akles.


“Dasar maling dasar lelaki mesum!... kurang ajar kamu ya, aku akan laporkan ke polisi!...” Teriak Alice sembari memukul menggunakan tas dan bahkan menarik Akles sampai terjatuh ke lantai hingga menendang kaki Akles dengan keras sehingga membuat Akles langsung terbangun dari tidurnya.


“Hah siapa kamu, tidak aku bukan maling” Ucap Akles yang reflek menutupi kepala dan wajahnya takut kena tendang oleh Alice.


“Siapa kamu?” Teriak Alice membuat gaduh.

__ADS_1


“Akles yang langsung berlari kekamar mandi untuk meminta tolong ke Briana, Akles tidak ingin mencari ribut kepada wanita.


__ADS_2