
Akles yang sudah tiba di halaman Rumah Sakit tepat dimana Briana bekerja memarkirkan mobil terlebih dahulu. Rupanya ia berdandan sedari tadi karena ingin menemui Briana.
Karisma sang Dirut yang keluar dari mobil hitam seperti merampas mata orang orang orang disekitarnya, siapa saja yang melihat akan terfokus tak berkedip decak kagum akan pesonanya. Berjalan dengan gagah dan percaya diri menuju lobi Rumah Sakit.
Bola mata yang melirik di sekitar mencari Briana, Iapun menuju Resepsionis untuk menanyakan apakah Briana masih bekerja atau tidak.
“Permisi mbak mau nanya, disini ada perawat yang bernama Briana kan?” Tanya Akles ke salah satu resepsionis yang berjaga.
“Oh maksud bapak Briana Arundati ya?” Menjawab sembari melihat ketampanan Akles.
“Ha Iya Briana itu” Tangan Akles yang langsung menunjuk, kepala yang mengangguk dan mulut yang ternganga.
‘Oh namanya Briana Arundati hemm rupanya tak hanya orangnya saja yang cantik tetapi namanya juga cantik dan bagus’
Akles tersenyum mengetahui nama lengkap Briana.
“Ada perlu apa ya mencari dia?” Menjawab dengan penasaran.
“Ada keperluan pribadi” jawab Akles
“Oh kalau begitu bapak bisa duduk sebentar menunggu, sebentar lagi sudah waktunya pulang 15 menit lagi” Memberitahu dengan ramah dan tak lupa tersenyum.
“Terimakasih mbak”
Lalu Akles pergi dan duduk diruang tunggu, ia melihat resepsionis itu tampak salting tangannya yang mengipas ngipaskan wajahnya setelah Akles pergi.
“Ahh ganteng banget gila gila gila typeku banget, kapan lagi ketemu cowo ganteng dan keren” Ucap Resepsionis ke salah satu rekan kerjanya.
“Suuuts nanti dia dengar loh, tapi memang ganteng banget enak dipandang. Tinggi semanpai lengannya besar bahunya lebar bahkan suaranya saja begitu seksi dari penampilannya jelas orang kaya” Saut salah satunya
“Tapi ada hubungan apa dengan Perawat Briana ya?” Menjawab penasaran.
“Entahlah bukan urusan kita juga, sudah kerja dulu jangan mikirin cowo yang mustahil digapai” begitulah pergosipan Resepsionis itu
Akles hanya bisa terlamun menunggu sesekali ia melihat jam yang ia kenakan dilengan kanan. Rasa canggung, takut, dan rindu semua tercampur menjadi satu.
Waktu sudah menunjukkan pukul 16:00 sudah waktunya Briana pulang, persekian menit kemudian Briana dan teman sesama perawat sudah keuar, suara cekikikan dan bergosip sembari berjalan ke arah lobi. Tibanya mereka di lobi tentu saja ada yang langsung memanggil Briana terlebih dahulu.
“Briana cepat kemari” Lambayan tangan sang Resepsionis ketika memanggilnya.
“Saya?” Sembari menunjuk dirinya sendiri
“Iya kamu cepat kesini”
__ADS_1
“Ada apa Briana?” Tanya Lia penasaran.
“Tidak tau?. Yasudah kalian duluan saja”
Briana perlahan berjalan ke arah Resepsionis dan tak lupa melambaikan tangan ke arah teman temannya.
“Briana kami duluan ya dadah hati hati pulangnya” Teriak Lia sembari berjalan menjauh, Briana menjawab lewat senyuman dan anggukkan kepala.
“Kenapa mbak?” Tanya Briana ke Resepsionis itu.
“Ada yang mencarimu”
“Siapa” tanya Briana
“Tidak tau, dia menunggumu sedari tadi disitu“
Resepsionis menunjuk ke arah Akles, Seketika itu Briana langsung mengerutkan Alisnya tampak bingung.
Setelah melihat kearah Akles mata Briana membulat sempurna tak menyangka orang yang menunggunya adalah orang yang sama dengan yang menginap dirumahnya.
Briana perlahan berjalan menuju ke arah Akles, Akles yang tak sengaja menoleh langsung cengang melihat Briana yang berjalan mendekatinya, seketika itu Akles langsung berdiri merapihkan baju terlebih dahulu sebelum berjalan mendekati Briana.
“Haii” Tersenyum sembari melambaikan tangannya.
Melihat gelagapan Akles membuat Briana tertawa diikuti tangan yang menutupi mulut.
“Hahaha. Akles kan ya?” Tanya Briana setelah melepas tawanya.
“Iya ini Akles Briana! kita bertemu lagi, maaf saya pergi tanpa berpamitan langsung”
“Ah tidak apa apa, mari duduk kita malah berdiri saja” Tangan Briana mempersilahkan Akles untuk duduk terlebih dulu.
“Ah tidak usah, bagaimana jika kita pergi ke cafe jadi lebih enak untuk mengobrolnya” Senyum Akles yang penuh dengan harapan.
“Hmm baiklah kalau begitu” Briana langsung mengiyakan tawaran Akles tanpa pikir panjang, membuat Akles tersenyum lebar.
Mereka berduapun pergi dari lobi berjalan menuju parkiran, tapi sebelum keluar ada seseorang yang lagi lagi melihat mereka berdua.
‘Hah siapa lelaki itu yang bersama Briana? Ini kesempatanku untuk memotretnya’
Wanita itu langsung mengocek tasnya mengambil hp, langsung ia memotret Briana yang sedang mengobrol berhadapan dengan Akles yang tampak tersenyum dan terlihat begitu Akrab diruang lobi.
‘Mampus kamu Briana lagian sok sekali jadi wanita semua lelaki di deketin, kali ini kamu bisa benar benar mampus jika Dokter Basil tau hahaha’
__ADS_1
Wanita itu langsung mengirimnya lewat chat ke ponsel milik Basil mantan Briana.
Disisi lain Akles yang tampak buru buru membukakan pintu mobil sebelum didahului Briana. Briana langsung kaget Akles yang membukakan pintu mobil dan sekali lagi membuat Briana tertawa kecil.
“Terimakasih”
mengangguk tersenyum setelah masuk mobil, Akles langsung berjalan ke arah pengemudi mobil tak berhenti tersenyum seperti mendapatkan lotre.
“Kamu tau cafe yang paling enak disini” Tanya Akles sembari mengemudi.
“Tau!… Ada cafe yang sering ku kunjungi disana kuehnya enak enak tempatnya juga nyaman, bagaimana jika kita kesana?” Briana merekomendasikan tempat yang biasa ia datangi ketika masih berpacaran dengan Basil.
‘Ah kenapa aku kepikiran ke cafe itu? Sudahlah Briana lupakan saja dia, tak usah ingat ingat masalalu yang terpenting makanan disana enak itu yang terpenting’ imbuh Briana dalam hatinya sembari tersenyum menjawab.
“Baiklah jika itu yang kamu pilih pasti enak sekali, aku juga jadi ingin kesana tempat dimana yang kamu sukai” Tersenyum menatap Briana tak lama pandangannya langsung terfokus kedepan.
Briana hanya bisa tersenyum kecil tanpa berkata apapun ketika melihat Akles yang langsung memalingkan wajahnya setelah tersenyum menatap.
“Bagaimana harimu? Apakah sudah ada progress?”
Tanya Briana mencairkan suasanya.
“Ah aku sedang mengusahakannya pelan pelan dibenahi”
Menjawab sesekali melihat ke arah Briana dan ke arah depan. Begitupula Briana hanya mengangguk mendengar jawabannya Akles.
Suasanya hening dan rasa canggung menyelimuti mereka berdua, saling bingung untuk menanyakan sesuatu.
Cukup lama mereka saling terdiam, Akles yang sedaritadi hanya terfokus akan setirannya begitupula Briana fokus melihat tepian jalan.
“Hemm Briana Terimakasih sudah mau membantuku berkatmu aku mempunyai keberanian untuk bangkit” Ucap Akles memberanikan diri memulai perbincangan.
“Ah iya sama sama, terimakasih juga sudah ajak aku” menjawab dengan senyuman.
“Ah manisnya” Mulut Akles yang keceplosan setelah melihat senyum Briana.
“Hah?” Briana bingung sembari mengerutkan alisnya.
“Ah tidak, ini masih jauh Briana?” Mengalihkan pembicaraan, sembari menyengirkan giginya kearah Briana.
‘Akles kontrol dirimu, jangan sampai terlihat aneh didepannya, huh atur napas’
“Tidak kok, sebentar lagi sampai” Jawab Briana tampak bingung melihat tingkah Akles.
__ADS_1