Aroma Sang Briana

Aroma Sang Briana
47. Cemburu


__ADS_3

Rasa tidak terima mulai memuncak di benak Akles, ia tidak terima jika Briana sudah pulang sejam yang lalu apa lagi bersama dengan Basil. Untuk memastikan itu Akles langsung bergegas menuju ke apartemen Briana.


Menyetir dengan kecepatan penuh di seperti tidak ingin ketinggalan kereta, suara klakson berbunyi terus menerus, hampir saja Akles menerabas lampu merah saking mengebutnya, tetapi ia berhasil mengerem sehingga terhenti menunggu lampu merah hijau kembali.


‘Aku kenapa seperti ini padahal aku tidak berhak untuk mempunyai rasa cemburu atau marah karena aku dan Briana belum mempunyai hubungan apa apa baru sebatas teman yang ingin balas budi’


Gumam Akles ketika menunggu lampu hijau, kedua tangannya ngenggenggam erat setir saking takut jika Briana kembali lagi pada Basil mantannya itu.


Akles sudah tau Basil secara tidak sengaja atas percakapan Alice tempo hari yang lalu tanpa sengaja.


Rasa benci juga timbul karena lelaki itu telah menyakiti Briana tetapi semakin membenci karena dia menemui Briana kembali, padahal kesempatan untuk mendekati Briana semakin besar jika mantannya tau diri untuk menghilang dari kehidupan wanita yang ia cintai itu.


Disisi lain Briana dan Basil sudah mulai mengobrol santai tidak secanggung sebelumnya.


“Briana kamu bisa memberikan nomor telponmu yang baru supaya aku bisa menghubungimu dengan mudah?” Tanya Basil dengan suara lembut meminta kembali nomor telpon Briana yang belum ia miliki.


“Hmm aku tidak hapal Basil” Jawab Briana dengan tegas tidak mau memberikan nomornya terhadap Basil dengan alibi tidak hapal.


“Kamu bawa hp kan jadi catat nomorku saja” Karena Briana tidak memberikan nomor telponnya dengan beralasan tidak hapal jadi Basil menawarkan untuk Briana mencatat nomornya saja.


Briana glagapan untungnya dia sedari tadi bersama Basil tidak sekalipun bermain hp jadi bisa beralasan jika tidak membawa hpnya.


“Aahhh aku hari ini tidak membawa hp Basil. Kamu lihat sendiri kan aku juga tidak memegang hp sedari tadi karena hpku ketinggalan” Dengan hati hati Briana merangkai kata kata kebohongan supaya Basil tidak curiga jika ia berbohong karena tidak membawa hp padahal membawa tetapi ditaruh didalam tasnya.


Basil terdiam sejenak setelah mendengar itu kemudian ia memperhatikan Briana yang tidak berani melihatnya, sebenarnya Basil tau jika Briana berbohong karena ketika di rumah sakit Basil melihat Briana memegang hpnya.

__ADS_1


Basil memaklumi jika Briana tidak mau memberikan nomor telponnya ia hanya bisa menarik napas panjang, susah sekali mendekati Briana seperti dulu kala saat pertama kali bertemu mendapatkan Briana sangatlah susah, iapun menyesal telah membuat hubungannya berakhir.


“Tunggu sebentar disini, jangan kemana mana sebelum aku kembali lagi kesini. Sebentar saja!...” Ucap Basil sembari berdiri meninggalkan Briana sendiri di tempat itu.


Raut wajah Briana kebingungan melihat Basil mau pergi kemana meninggalkan dirinya sendiri di tempat ini.


“Loh Basil...” Gumam Briana setelah memperhatikan tujuan perginya Basil ternyata tidak jauh melainkan ketempat kasir, entah apa yang ia perbuat di kasir. Apakah bayar?


Setelah Basil kembali lagi tangannya sudah menggenggam secercik kertas, kemudian Basil duduk kembali dihadapan Briana ia memberikan cecercik kertas itu kepada Briana tanpa berkata kata.


Briana yang tidak tau apa maksud itu langsung mengambil pemberian Basil pikirannya pasti nota pembayaran karena Basil baru saja dari kasir.


Setelah melihat ternyata bukan nota pembayaran yang mereka pesan melainkan berisi nomor telpon milik Basil.


Hari juga sudah semakin gelap minuman dan makanan yang mereka pesan pun sudah tinggal sedikit, sudah saatnya mereka pulang.


Basil tetap kekeh untuk mengantar Briana walau awalnya Briana ingin pulang sendiri, tetapi Basil tetap tidak mengijinkan ia ingin mengantar Briana pulang sampai dengan lobi apartemen saja tidak masuk ke apartemen jika Briana keberatan. Dan akhirnya Briana menyetujui itu untuk mengantar sampai lobi apartemen saja.


Dalam perjalanan pulang pun keheningan mulai terjadi lagi Basil yang fokus menyetir sesekali ia memperhatikan Briana yang menyandarkan kepalanya. Begitu pula Briana yang hanya terdiam seribu bahasa tidak ada topik untuk mengobrol.


Sesampainya di lobi apartemen Briana turun dari mobil dengan dibukakan pintu oleh Basil. Briana hanya bisa tersenyum dan berterimakasih ketika Basil membukakan pintu untuknya.


Dari balik kejauhan ternyata Akles melihat jika Basil mengantar Briana, rupanya Akles menunggu didalam mobil, ia ingin segera turun ketika ada Basil disana ia ingin menonjok lelaki itu tangannya pun sudah mengepal hatinya pun sudah risau, untungnya Akles berusaha untuk mengontrol emosinya.


Setelah Briana tiba di apartemennya ia hendak masuk dan kekamar untuk menaruh tas tak lama kemudian bunyi bel dan ketukan pintu ada yang datang.

__ADS_1


Pikiran Briana tertuju ke Basil padahal Basil berjanji untuk mengantar sampai lobi apartemen saja tetapi baru saja ia masuk sudah mengetuk pintu saja.


“Hadeh mau apa lagi sih orang itu...” Gumam Briana sembari berjalan ingin membuka pintu.


“Mau apa lagi sih?” Ucap Briana ketika membuka pintu dan langsung tercengang ternyata yang datang bukan Basil melainkan Akles.


“Akles?...” Ucap Briana setelah tercengan tak menduga jika itu adalah Akles.


“Aku hanya ingin bertemu denganmu..” Jawab Akles walau sebenarnya hatinya gusar karena mendengar ucapan Briana yang menduga bukan dirinya yang datang melainkan lelaki yang mengantar Briana barusan.


“Ah lupakan kata kataku barusan, silahkan masuk Akles. Maaf aku juga baru pulang kerja.” Ucap Briana sembari mempersilahkan Akles masuk, ia pula mengatakan jika baru saja pulang.


“Padahal aku ingin menjemputmu dari tadi ku hubungi tetapi tidak ada jawaban” Ucap Akles yang sudah masuk ke dalam apartemen.


“Loh apa iya. Maaf Akles aku tidak mengecek HP ku sama sekali” permintaan maaf Briana yang tampak bersalah rupanya Akles mau menjemputnya malah ia pergi bersama Basil.


‘Aduh aku tidak tau jika Akles sedari tadi menghubungiku sebanyak ini, ini semua karena Basil sih jadi aku lupa untuk mengecek hp ku sendiri’ Ucap Briana dalam hatinya setelah mengecek hp yang penuh notif chat dan telpon dari Akles.


“Kamu kapan sampai disini Akles?” Tanya Briana dengan wajah tegang apakah Akles melihat jika dirinya diantar oleh Basil.


“Barusan datang. Kenapa?” Tanya Akles pura pura baru datang padahal ia sudah sedari tadi menunggu di mobil.


“Ah tidak apa apa” Senyum lega Briana mendengar Akles baru datang, mengira jika Akles tidak melihat mantannya itu.


Setelah diberitahu Diza jika Briana pergi bersama Basil, Akles langsung datang dengan terburu buru ke apartemen Briana ia bahkan masuk tanpa permisi tetapi apartemen ini kosong tidak ada orang, sehingga Akles menunggu di mobil untuk melihat kapan Briana tiba.

__ADS_1


__ADS_2