
Basil memperlihatkan foto Briana yang tampak sedang berdiri berhadapan dengan Akles.
“Siapa laki laki ini Briana?” Bertanya dengan lembut.
Briana yang melihat dirinya difoto dari kejauhan bersama Akles membuatnya terkejut heran.
“Dari mana kamu dapat foto ini?” Tanya Briana sembari ingin meraih hp di tangan Basil.
“Kamu tidak perlu tau dari mana, aku tanya siapa laki laki ini?” Bertanya dengan tegas sembari menarik hpnya ke arah atas supaya tak diraih oleh Briana karena bedanya tinggi mereka berdua.
“Bukan siapa siapa!.. kenapa juga kamu ingin tau?” Terhenti dari yang ingin meraih hp karena tak sampai meraih tangan yang begitu tinggi walau sudah jinjit.
“Siapa laki laki ini?!…” Bentak Basil sampai Briana kaget mendengar suara yang sudah meninggi itu.
Briana sejenak terdiam sembari melihat ke arah Basil dengan wajah mengaga tak menyangka dia membentak dirinya
“Aaakh siapa laki laki ini Briana apa karena dia kamu begini?” Teriak Basil sembari memegang kepalanya dan langsung kedua tangan tolak pinggang, dengan napas berat ngos ngosan tak tahan ingin tau siapa sebenarnya.
Briana masih terdiam sejenak melihat tingkah Basil yang begitu emosional mulut yang sedikit ternganga napas yang berat sampai terdengar hembusan napas yang patah patah.
“Hah kamu datang kemari hanya ingin tau siapa laki laki yang ada didepan ku? Kamu kemari hanya melampiaskan amarahmu! Hah apa kamu tidak tau fotomu lebih menyakitkan ketika aku melihatnya?!… setelah aku bertanya padamu, apa yang kau lakukan saat itu, kau ingat Basil?!… hah jawaaaab!!!…” Suara Briana begitu menggelegar sampai terpantul di dalam ruangan itu.
Basil hanya terdiam mendengar Briana menjerit sembari menjelaskan tubuh sampai tertunduk urat leher sampai bermunculan, terdengar suara seperti ingin putus serak.
“Kenapa tidak menjawab hah kenapa?!… kamu diam saja kamu seperti ini setelah ketahuan selingkuh tapi bahkan sekarang kamu menanyakan siapa foto orang yang dihadapanku, aku rasa kamu sudah gila!..” terdengar suara putus asa dengan hembusan napas berat nan panjang.
“Aku sudah tidak tahan lagi padamu, kamu pergi sekarang dari rumahku!…. Pergiii!!!…” Teriak Briana sembari menunjuk ke arah pintu mengusir diikuti tarikan napas yang berat.
Basil tidak bisa berkata kata melihat Briana yang begitu emosional terpatung dihadapan mantannya itu dengan wajah datar.
Tak lama kemudian Briana mendorong tubuh yang tinggi besar itu dengan sekuat tenaga.
“Pergii aku mohon pergi jangan pernah datang lagi kemari aku tidak ingin bertemu lagi denganmu..” Mendorong Basil sembari mulai meneteskan air matanya.
“Briana tunggu” Menahan diri.
“Gak aku gak mau lagi mendengar apapun darimu.” Teriak sampai suara serak.
__ADS_1
Briana yang berusaha mendorong Basil keuar lalu membuka pintu.
“Sekarang keluar.” Suara yang sudah mulai memelan sembari memegang pintu.
“Briana maaf aku hanya ingin tau siapa laki laki itu.” Memohon untuk tidak diusir.
Briana hanya menggelengkan kepalanya tak ingin menjawab siapa Akles.
“Briana jangan begini, Aku khilap aku tidak mungkin mau meninggalkanmu aku gak mau kita putus…” Memohon dengan suara putus asa.
“Jika sampai hitungan ke 3 kamu tidak juga pergi, aku akan teriak.!!!” Ancam Briana tidak ingin Basil berlama lama.
“Briana”
“Satuuu,”
“Jangan begini” meraih tangan Briana tetapi langsung dilepaskan.
“DUAAA” menunjukkan dua ruah jarinya mulai menghitung.
“Tiiii”
“”Iya, maaf telah datang kemari” dengan cepat keluar pergi dengan wajah kecewa.
Briana hanya bisa menghembus napas dalam lega sembari menutup pintu setelah Basil keluar dengan wajah kecewa.
Basil keluar dengan penuh kekecewaan tidak mendapatkan jawaban yang dia cari.
‘Aku akan cari tau siapa laki laki itu’
***
“Temui aku 15 menit dimulai dari sekarang dekat taman rumah sakit” Ucap Basil dalam sambungan telpon.
Setelah dari tempatnya Briana, Basil langsung menuju tempat yang dimaksud ketika menelpon seseorang tadi.
Menunggu datangnya seseorang duduk termenung sendiri dibangku taman tak lama kemudian ada seorang wanita berlari lari dari kejauhan menghampirinya.
__ADS_1
Suara napas yang ngos ngosan tibanya dihadapan Basil. Memegang kedua lutut sembari mengatur napas.
“Maaf telat…” Ucap Diza orang yang di telpon oleh Basil untuk segera menemuinya itu. Diza adalah perawat dirumah sakit yang sama dengan Basil dan Briana.
Basil pun hanya bisa mengangguk sembari menunggu napas Diza kembali normal sebelum berbincang.
“Kenapa menelponku tumben sekali?” Menelan ludah Kemudian menghampiri Basil untuk duduk disebelahnya setelah napas kembali normal.
Basil duduk menyilangkan kaki sembari mengayunkan pelan pelan kakinya itu tangan yang tertumpu di lutut kaki.
“Kamu tau siapa pria yang itu?” Ucap pertama kali menanyakan masih penasaran karena belum menemui jawaban.
“Kenapa tidak kamu tanyakan saja padanya siapa orang itu!.” Jawab Diza ketus.
“Jika dia menjawab tidak mungkin aku menelponmu sampai mengajak bertemu” menjawab tetapi tak sedikitpun menoleh ke arah Diza.
“Aku tidak tau! Aku melihat sekilas mereka tampak begitu akrab, setelah mengobrol di lobi mereka keluar bersama tadinya aku ingin mengikuti sampai keluar tetapi dokter memanggilku jadi tidak ku ikuti” menjawab dengan tenang dan cepat sembari tangan sibuk merapihkan rambut yang tertiup angin kencang.
“Hah sudahlah toh kamu juga sudah putus kan sama Briana!… lupakan saja dia masih banyak wanita yang mau denganmu menerima kamu dengan tulus contohnya ekhem akuuu…” menatap Basil penuh harap dengan senyuman dibibirnya berupaya menarik perhatian Basil.
“Jaga ucapanmu!… Aku putus dengan Briana itu karena ulahmu jadi jangan harap aku bersanding denganmu” Menatap tajam tak suka dengan suara ketus.
“Ya memang pantas kalian putus, cuman aku yang pantas untukmu Basil!… aku kurang apa??? Kamu juga tau kalau aku sangat cinta sayang sama kamu tapi tidak sedikitmu kamu melihat ketulusan aku!”
Menyentuh bahu Basil akan tetapi langsung ditepis dengan cepat oleh Basil diikuti lirikan tajam tak suka dirinya disentuh oleh Diza.
“Kamu kurang banyak, ingat Briana tidak tau jika wanita itu adalah kamu. Aku juga tidak tau dapat dari mana foto foto yang didapat olehnya? Aku begini karena memandang keluargamu terutama papahmu, ingat itu!!.”
“Aku pergi dulu jika kamu tidak tau siapa pria itu!.” Berdiri yang hendak segera pergi setelah mengetahui jika Diza juga tidak tau siapa sebenarnya Akles dan ada hubungan apa dengan Briana. Karena Dizalah yang memotret mereka berdua.
“Akan ku cari tau siapa pria itu, dan aku akan berusaha supaya kamu melihat ketulusanku padamu yang pantas hanyalah aku bukan Briana Basil!…”
Teriak Diza yang melihat Basil sudah beranjak dan bahkan sudah melangkah ingin pergi meninggalkannya.
Basil yang mendengar ucapan Diza menghentikan langkah kakinya tak menoleh atau berbalik arah.
”Aku tunggu itu” ucapan singkat Basil yang langsung pergi meninggalkan Diza sendiri padahal dirinyalah yang pertama menelpon untuk bertemu tetapi malah pergi pertama tak bersama.
__ADS_1
“Akkah Basil…” teriak Diza kesal ditinggal sendiri.
“Tunggu tanggal mainnya Basil akan ku tunjungkan siapa sebenarnya aku. Aku tidak akan tinggal diam sudah selangkah lebih maju aku bisa membuatmu putus dari Briana hahaha.” Tertawa Diza puas seperti mendapat jackpots tak peduli jika dirinya ditinggal oleh Basil sendiri.