Aroma Sang Briana

Aroma Sang Briana
37.Bertemu


__ADS_3

Akles yang sudah didepan apartemen Briana masih berdiri untuk mengatur napas dalam sebelum masuk keapartemen Briana.


‘Huuh tenang Akles tenang jangan gugup jangan sampai buat Briana ilfil dengan tingkahmu ya huh’ gumam Akles sendiri kepada dirinya sembari menarik napas panjang berkali kali.


Tingnong sebelum masuk Akles membunyikan bel bertanda dia sudah datang, walau Akles tau kode masuk apartemen Briana tetapi dia tidak mau langsung masuk begitu saja.


Selang beberapa menit kemudian Briana akhirnya membukakan pintu, Ia melihat Akles yang sudah berdiri sendiri tersenyum senang dengan kedua tangan ditaruh kebelakang karena memengang bunga.


“Wah Akles sudah datang, bukannya tinggal masuk saja toh kamu juga tau kan kode pintu masuknya, mari masuk” Ucap Briana setelah membukaka pintu yang melihat Akles berdiri saja tak langsung masuk.


“Ah tidak enak saja jika aku langsung nyelonong masuk, kan hari ni aku tamu yang kamu undang. Bukankah begitu?” Jawab Akles dengan senyuman yang nakal kepada Briana, membuat Briana tertawa balik karena melihat raut muka Akles yang menurutnya begitu lucu.


“Oiya ngomong ngomong kamu bawa apa kok diumpetin segala sih?” Tanya Briana yang melihat tangan Akles disembunyikan dibelakang tubuhnya sendiri.


“Ah hampir saja lupa, ini buat kamu. Maaf aku bingung mau bawa apa” Mendengar Briana bertanya apa yang ia sembunyikan sehingga kedua tangan itu disembunyikan dibelakang tubuhnya seketika itu Akles langsung memberikan buket bunga yang ia pesan sebelum datang ke tempat Briana.


“Wah bunga mawar merah, heeeem wangi ih cantik banget. Makasih Akles repot segala kamu padahal gak usah bawa apa apa juga tidak apa apa.” Ketika Akles memberikan buket bunga mawar merah Briana langsung menerimanya dan bahkan ia langsung mencium aroma bunga yang wangi khas dari mawar merah itu.


Akles langsung tersenyum malu melihat Briana yang terlihat senang menerima hadiahnya walau hanya sebuah buket bunga tidak mewah bahkan mahal.


‘Memang Juanda yang terbaik jika dipintai sebuah pendapat, aku harus memberikan dia hadiah nih. Lihatlah Briana tampak sangat suka apa yang ku bawa walau hanya bunga mawar saja’ imbuh Akles dalam hatinya yang bersukur jika ia menanyakan hal ini kepada Juanda bukan kepada papahnya.


“sukurlah kalau kamu suka, aku bahkan sempat takut kamu tidak menyukai apa yang aku bawa” Jawab Akles dengan senyum malu dijawahnya.

__ADS_1


“Aku suka bunga Akles. Terimakasih ya, oiya mari duduk kamu berdiri saja jadinya. Kalau begitu saya ke kamar dulu ya mau aku taruh dikamar bunganya, boleh kan?”


Briana kemudian mempersilahkan Akles untuk duduk dan memberitahu jika bunga yang diberikan oleh Akles akan ditaruh dikamarnya.


“Aaa iya boleh terserah kamu saja mau ditaroh dimanapun yang penting kamu suka” Akles menjawab dengan malu malu membuat telinganya memerah karena mendengar bunga pemberian darinya akan ditaruh tempat kamar tidur Briana.


Setelah mempersilahkan Akles duduk Brianapun kemudian langsung masuk ke kamar untuk menaruh bunga yang diberikan oleh Akles untuk dirinya.


Setelah beberapa menit kemudian Briana keruang tamu menemui Akles dengan membawakan minum dan makanan yang ditaruh ditatakan supaya gampang dibawa.


“Ini Akles minum dulu, ini juga cemilan buat temen ngobrol” Briana menaruh minum dan makanan itu di atas meja tepat dihadapan Akles tidak lupa memberikan senyuman yang ramah.


“Waduh jadi repot repot kamu Briana, padahal kan aku kesini cuman untuk bertemu denganmu tidak berniat membuat kamu repot begini” Jawab Akles sembari membalas senyuman kepada Briana.


“Ah tidak apa apa kok untuk segini mah tidak merepotkan sama sekali” kemudian Briana menjawab dan ia duduk disebelah Akles tak lupa tatakan itu ditaruhnya dimeja tidak langsung ditaruh ke belakang.


“Untuk sekarang keadaan sudah mulai membaik, aku juga berencana untuk meluncurkan produk baru. Apakah Briana ada ide kira kira produk apa yang harus aku luncurkan ya?” Tanya Akles terhadap Briana sembari menaiki alisnya tersenyum meminta ide kepada Briana.


“Kamu tidak salah Akles bertanya kepadaku? Aku tidak tau menau untuk urusan bisnis, nanti malah ideku bisa membuat kamu tambah bangkrut lagi” Ucap Briana yang tampak tak percaya diri karena Akles meminta saran kepada dirinya.


“Jangan bicara begitu Briana, bahkan berkat kamu perusahaanku kian membaik karena kamu pula aku bertekat untuk segera bangkit.” Akles langsung membantah perkataannya Briana ia tidak setuju dengan apa yang diucapkan oleh Briana jika idenya bisa membuat perusahaan tambah bangkrut.


“Tapi memang benar Akles aku tidak tau menau urusan bisnis. Yang aku tau hanyalah merawat, mengobati pasien” Jawab Briana yang masih belum yakin terhadap dirinya jika memberikan ide peluncuran produk baru.

__ADS_1


“Briana aku hanya meminta pendapatmu apakah kamu ada ide jika ada katakan saja itupun pasti akan ku saring terlebih dahulu tidak langsung diproses. Akupun tau bahwa kamu seorang perawat bahkan sangat telaten karena kamu juga yang sudah mengobatiku. Dan yang perlu kamu ketahui berkat dirimulah aku bangkit dan perusahaanku kian membaik jadi jangan meremehkan dirimu sendiri” Akles menatap dalam Briana ia tetap meyakinkan Briana untuk percaya pada dirinya sendiri.


“Terimakasih Akles telah percaya penuh padaku. Nanti ku pikirkan kembali ya” jawab Briana tampak ragu ragu untuk menerima permintaanAkles yang meminta ide pada dirinya.


“Aku yang seharusnya berterimakasih padamu Briana. Terimakasih banyak Briana aku pasti akan membalas kebaikanmu padaku” Ucap Akles yang berterimakasih kembali pada Briana ia pasti akan selalu mengingat kebaikan Briana sampai kapanpun.


Briana hanya bisa tersenyum dan mengangguk mendengar Akles yang berterimakasih kesekian kalinya pada dirinya padahal jika dipikir ulang berkat Akles pula Briana masih menjalani hidup sampai sekarang ini.


Mereka berdua pun saling mengobrol bercerita satu sama lain, ada saja yang mereka bahas tampaknya mereka berdua saling nyaman satu sama lain.


Mereka berdua mengobrol saking asiknya sampai tersenyum, tertawa terbahak bahak hingga replek memukul begitulah wanita jika tertawa puas terkadang tanpa sadar tangannya memukul mukul apa saja yang didekatnya, jika berdua pasti lawan bicara dipukul jika sendirian tertawa karena hal lain bisa saja kursi atau bantal yang kena pukul.


Walau memang yang banyak bicara tentunya adalah Akles dia begitu nyaman mengobrol berdua dengan Briana.


‘Sudah berapa lama aku tidak pernah seasik ini jika mengobrol bahkan sampai tertawa terbahak bahak begini. Ya memang aku banyak menghabiskan waktu bersama Juanda, ah menyenangkan sekali semoga selalu seperti ini’ imbuh Akles dalam hatinya sembari memandangi wajah Briana yang terlihat cantik walau dari segimanapun Akles begitu terpana akan sosok Briana.


Kriiiiuuuuuk bunyi perut Briana membuat suasana yang tadinya ramai menjadi sunyi diam.


“Ah tak terasa saking asiknya mengobrol sampai perut bunyi kriiuuuk hahaha maaf Akles” Ucap Briana dengan malu karena perutnya bunyi tak terkendali.


“Haha tidak apa apa Briana aku juga lapar, bagaimana kalau aku yang masak kamu tinggal terima beres?” Akles yang tercengang sejenak ketika mendengar suara perut Briana ia lama merespon setelah sadar bunyi perut lapar Akles langsung tertawa mencairkan suasana yang hening sejenak persekian detik. Akles pun menawari diri untuk memasak dan Briana terima beres saja.


“Yakin kamu?” Meyakinkan kembali

__ADS_1


“Kita lihat saja aku cukup bisa memasak” dengan percaya diri Akles menjawab.


“Hemmm baiklah kebetulan aku juga tidak handal memasak hehehe” jawab Briana yang terlihat senang karena ia ingat nasi goreng buatan Akles amat enak.


__ADS_2