
Briana Briana teriak seseorang memanggil nama Briana, membuat Briana menoleh kebelakang rupanya ada rekan kerjanya sesama perawat yang melambaikan tangannya ke arah Briana berjalan cepat mendekati Briana.
“ Oh hai Sinta, kenapa kok kaya buru buru banget?”
dengan napas ngos ngosan Sinta mengatur napas perlahan sebelum menjawab pertanyaan Briana, Briana hanya bisa melongo kebingunagan kenapa bocah satu ini.
“Aku ikut kamu mengontrol pasien ya kan kita sampingan ruangan kontrolnya jadi bareng, abis istirahat ada yang mau aku tanyakan kepadamu, ada gosip. Sudah tau? Ya pasti kamu udah tau dong”
Sinta senyum genit sambil menoel tangan Briana.
“Gosip apa sih? Sut Jangan kenceng keceng ini masih jam kerja“ tanya Briana penasaran
Lalu Briana menaikkan kedua bahunya tanda tidak tau menahu perihal gosip apa, dan reflek memukul kecil tangan Sinta.
“Sut udah ah kerja dulu”
“iya deh iya tapi bener ya istirahat nanti kita ke kantin bareng anak anak loh ya hehe”
Sinta yang tertawa cengengesan membuat wajah Briana tanpa ekspresi dan menyerah untuk menolak permintaannya itu
“hem oke”
Briana hanya bisa menghela napasnya melihat tingkah laku sinta yang begitu penasaran dan cerewet, Mereka berduapun masing masing membawa infus jarum suntik dan juga obat untuk pasien yang sudah dijadwalkan.
“ Pagi ibu saya cek dulu ya. Gimana bu kabarnya, apa sudah membaik dan ada keluhan apa?”
“sudah membaik sus”
“ini obatnya harus rutin diminum ya bu terus makannya juga harus dihabiskan “
Sapa Briana ke salah satu pasiennya, iapun begitu mahir mengecek satu satu pasien diruangan tersebut, mengecek infus apakah sudah waktunya diganti atau belum, menyuntik pasien dengan hati hati dan telaten Brianapun begitu ramah kepada pasien.
Setelah selesai mengecek kontrol semua pasien kembali ke ruang perawat, meletakkan semua alat yang ia bawa kemudian ia duduk melamun dengan tatapan kosong, diruang itu hanya ada dirinya yang lain sedang fokus menjalankan tugasnya masing masing.
“kaya ada yang ngelamun nih galau ya”
Saut Lia rekan kerja Briana sesama perawat, Briana pun menoleh ke arah suara tersebut sembari menghela napas panjang memejamkan mata dan menggelengkan kepalanya bersamaan.
Lia pun akhirnya mendekati Briana menatap wajahnya.
“kelihatan tau dari raut wajahmu hmm kayanya emang lagi galau ya, ngaku aja deh”
Lia menatap tajam bersamaan dengan tangan kanan yang menujuk arah Briana, tangan kirinya memegang pinggang, Briana hanya bisa tersenyum melihat perlakuan temannya itu terhadapnya.
“Ah kamu ini gak usah bikin gosip siapa yang galau sih? aku baik baik saja begini kok dikatain galau”
“hmm aku tidak bisa kamu tipu” Lia yang begitu penasaran kenapa Briana begitu lesu lalu menyodorkan wajahnya ke wajah Briana dengan ekspresi penasaran, membuat wajah mereka berdua hanya berjarak 10cm yang begitu dekat.
Membuat Briana kaget dan langsung mengalihkan pandangannya dari Lia.
“Aku baik baik saja lia” tetap Briana mengatakan jika ia sebenarnya baik baik saja tidak terjadi apa apa padanya.
“ok baiklah” Lia yang langsung menarik kembali badannya menjadi tegap yang tadi ia sodorkan
“Memangnya kamu tidak kontrol pasien?” tanya Briana mengalihkan topik pembicaraan.
Lalu lia mulai menjauh dari Briana, Lia langsung mencari tempat duduk.
“Sudah kontrol semua beres” saut Lia menjawab pertanyaan Briana.
“Tapi ngomong ngomong aku denger gosip kalau kamu putus dari Dr.Basil ya?”
Briana yang mendengar ucapan Lia langsung kaget, melototkan matanya meliat ke arah Lia
“kamu dengar dari siapa?” Menjawab penasaran
“apa itu yang membuatmu melamun dan galau karena putus ya ternyata?”
Lia tidak menjawab pertanyaan Briana tetapi malah menanyakan pertanyaan yang ia tanya tadi.
“Kamu tau dari siapa Lia?” tanya Briana dengan wajah yang serius menatap Lia, Lia yang mendengar suara Briana langsung menoleh menggeserkan badannya menghadap Briana.
“itu gosip yang lagi hot terkini Briana! memangnya kamu tidak tau? Kamu sudah bertemu Sinta kan tadi. Aku melihatnya pasti dia menanyakan hal itu padamu kan”
Briana yang tampak bingung langsung menggelengkan kepalanya, matanya yang berkaca kaca membuat Lia menyesal mengatakan itu kepada Briana, perlahan Lia beranjak dari duduknya lalu menghampiri Briana kembali.
“Maaf Briana aku juga tidak tau gosip ini bermula dari siapa, aku juga sekilas mendengarnya”
“sudahlah biarkan saja “
“tapi memang benar kalau kamu putus dari dokter? Kenapa bisa putus Briana?”
“Sudahlah aku tidak mau membahasnya sekarang, kamu diam saja jika yang lain menanyakan masalah ini ya”
Lia hanya menganggukkan kepalanya, ia tidak tega melihat Briana begitu lemas dan lesu. Dalam pikiran Lia wajar saja jika dia lesu, Briana kan baru putus dari dokter muda tampan dan mereka juga kan pacaran sudah lama, imbuh lia sembari menatap Briana.
Lalalalala suara bersenandung lama kelamaan suara bersenandung itu perlahan semakin mendekat dan mendekat ke ruangan perawat suara yang tidak asing lagi iyalah suara Sinta yang tidak terlalu merdu tetapi ia sangat pede jika menyanyi.
Bunyi kreeek membuka pintu ruangan membuat Briana dan Lia langsung bersamaan menoleh ke arah pintu, suasanya yang tadinya hening begitu datangnya Sinta langsung berisik ternyata Sinta tidak datang sendiri melainkan datang berdua dengan Yuli.
“Hay gaes udah duluan aja nih beresnya”
__ADS_1
Saut Sinta menyapa Briana dan Lia. Briana hanya bisa tersenyum.
“Brisik suara kamu itu kekencengan kebiasaan deh” jawab Lia, mendengar jawaban Lia, Sinta hanya melirik sinis dan langsung menghampiri Briana.
“Briana kok gak jawab sih malah cuman senyum aja nih cwe cantik satu ini”
Melihat Sinta yang menghampiri dirinya Briana langsung menyapa balik.
“iya Sinta hy juga “ menjawab sembari tertawa kecil.
“Udah deh Briana jangan diladenin anak satu ini”
Lia yang langsung menyela obrolan mereka diikuti tertawanya Yuli yang langsung duduk dekat dengan Lia.
“Kenapa sih anak satu ini sewot banget kangen Abang goda ya”
Sinta yang mendengar selaan Lia langsung menghampiri Lia dan menggodanya mencolek colek lengan Lia, Lia hanya bisa menghindar geli tak segan ia memukul tubuh Sinta karena kesal.
Melihat tingkah laku Sinta membuat Briana dan Yuli tertawa dan suasa ruangan menjadi ramai dan hidup.
Hari sudah siang menandakan sudah jam istirahat saatnya mereka untuk makan tetapi tetap harus ada yang berjaga, tidak boleh jika ruangan itu kosong.
“okelah kalau begitu saatnya kita beristirahat untuk makan siang dikantin, semua ikut tanpa terkecuali, biar anak dua itu yang jaga disini”
Ucap Sinta menunjuk dua orang perawat yang baru setahun bekerja dirumah sakit tersebut, mereka berduapun menganggukkan kepala menuruti ucapan Sinta, bagaimana bisa mereka menolak permintaan Sinta, karena Sinta memang sudah bekerja lama di RS itu bahkan dia sudah bisa dikatakan menjadi karyawan tetap.
Jadi pantas saja jika mereka mematuhi perintah Sinta.
“Aku gak ikut dulu deh, aku saja yang jaga disini kalian saja yang makan dikantin, aku sedang tidak lapar”
Saut Briana membuat mereka bertingga langsung menoleh menatap Briana, Briana yang ditatap oleh ketiga rekan kerjanya itupun langsung memalingkan pandangannya.
“Harus ikut makan liat kamu lesu sekali hari ini jadi jangan menyendiri pokoknya kamu harus makan Briana”
Balas Lia sembari menarik menghampiri Briana dan menarik Tangannya.
“Iya Briana pokoknya kamu harus ikut kan aku sudah bilang makan siang hari ini kita harus makan dikanting bersamaan”
Sinta langsung menyauti ucapan Lia dan langsung merangkul Briana. Upaya Briana untuk tidak ikut rupanya gagal.
“Ok baiklah lepaskan dulu ini sesak tau”
Briana yang menepis rangkulan Sinta dan melepaskan tangannya yang digengam erat oleh Lia, Yuli hanya bisa melihat mereka Berdua hanya bisa terdiam senyum.
“Nah gitu baru anak baik” saut Sinta sembari melepas rangkulannya dan tertawa puas mengacungkan jempol untuk Briana.
Briana Sinta Lia dan juga Yuli keluar meninggalkan ruangan menuju kantin untuk makan siang berjalan sembari bercengkrama seperti biasa hanya Sinta dan Lia yang meributkan banyak hal.
Sampainya dikantin mereka berempat langsung memesan yang ingin mereka pesan, Sinta yang sering memesan ayam bakar, Lia memesan Bakso, Yuli memesan nasi goreng dan Briana memesan ayam goreng dan tidak lupa juga memesan minum.
Setelah memesan meraka duduk berhadap hadapan. Mata Briana yang melirik sekeliling seperti mencari sesuatu.
Lia yang melihat tingkah laku Briana langsung berdehem sembari melirik Briana, Briana yang mendengar deheman Lia langsung melihat ke arah Lia dan paham akan maksud Lia.
“Kamu memesan nasi goreng yuli?” Tanya Briana melihat Yuli memesan nasi goreng membuatnya teringat kepada Akles yang sudah membuatkan sarapan nasi goreng.
“Iya Briana lagi pengen makan nasi goreng, kamu mau nyicip” jawab Yuli sambil menyodorkan nasi gorengnya ke Briana.
Briana menganggukkan kepalanya mencicipi sesendok nasi goreng pesanan Yuli, ia rasa rasakan tetapi dalam hatinya berkata
‘masih enakan masakan Akles, nasi goreng ini enak tapi enakan punya Akles. Siang ini makan apa ya dia? Akh kenapa jadi inget Akles ya’
“Gimana Briana enak kan” tanya Yuli kepada Briana yang sudah mencicipi makanannya.
“enak tapi masih enakan buatan Akles” menjawab dengan samar samar membuat mereka bertiga langsung menatap Briana penasaran.
“Ngomong geremeng apa sih enakan buwatan siapa?”
Tanya Lia penasaran, rupanya ucapan Briana tak terdengar begitu jelas.
“Ini enak kok enak udah makan aja ih” Briana yang panik langsung mengalihkan pembicaraan
‘salah ngomong aku yaampun untung mereka gak mendengar Akles, bisa gawat kalau mereka tau’
Briana yang panik langsung pura pura makan dengan lahap.
Mereka bertiga ada saja yg diobrolkan tidak halnya dengan Briana yang tadinya lahap tiba tiba langsung bengong tanpa suara, membuat yang lain penasaran kenapa Briana begitu lesu sedari tadi apa mungkin karena gosip itu .
“Briana Briana na hey jangan ngelamun dimakan itu jangan didiemin”
Sinta yang melambai lambaikan tangannya ke arah Briana yang bengong
“apa hah enggak kenapa?” Ternyata lambaian Sinta membuat Briana langsung tersadar dan bingung
“Kamu kenapa Briana “ Tanya Sinta penasaran
“apa? gak kenapa kenapa kok” dijawab oleh Briana
“Briana kamu benar putus sama dokter Basil?”
Tanya Sinta, membuat Briana sok dan tidak menjawab pertanyaan Sinta ia memilih diam dan mencemili ayam gorengnya yang belum habis ia makan.
__ADS_1
Mendengar pertanyaan Sinta sontak membuat Lia tersedak singga membuat Yuli, Sinta menoleh ke arah Lia, Lia yang melihat mereka berdua menatapnya langsung ia pun mengedip ngedipkan matanya dan jari telunjuk menutup kedua bibirnya bertanda diam
“sutt” suara Lia kepada Sinta dan Yuli.
Yuli dan Sinta menaikkan alisnya bertanya kenapa dengan ber’isyarat bahasa tubuh.
“Eh itu ada dokter Basil” Sinta yang begitu penasaran dengan tingkah laku Lia, sepertinya Lia sudah tau akan hal tersebut Sintapun langsung mengisengi Briana jika ada dokter Basil membuat Briana pun langsung menengok ke arah yang ditunjuk Sinta akan tetapi itu hanya bohong semata oleh Sinta.
“Nah kan anak ini, Itu gosip benarkan kamu putus sama dokter, kenapa bukannya kalian sudah pacaran lama”
Briana yang melihat tidak ada Basil langsung menatap tajam Sinta dan langsung ia mengambil sebotol air meneral meminumnya dan tidak menjawab sepatah kata apapun, melihat tingkah laku Briana Lia memukul tangan Sinta
“gak sopan deh makan dulu abisin”
“au kan aku hanya memastikan saja apakah itu benar”
Saut Sinta menjawab ucapan Lia, Yuli hanya menghela napas panjang.
“Udah deh Mbak Sinta dari tadi ribut nanya putus apa enggak liat tuh Briana jadi gak nyaman”
Yuli yang sedari tadi diam langsung menyela perbincangan Lia dan Sinta.
Seketika membuat mereka berdua langsung diam dan saling tatap tatapan sesekali melihat ke arah Briana, Briana yang sedari tadi diam hanya sesekali ia senyum dan tertawa.
Briana langsung menghadapkan badannya ke arah tiga rekan kerjanya itu membuat yg lain langsung diam dan menatap balik ke arah Briana, Briana menarik napas panjang membuka mulutnya ingin mengatakan sesuatu.
“Kalian begitu penasaran kan kenapa aku? dan aku juga penasaran kenapa kalian begitu penasaran tentang hubunganku. Dan terimakasih kalian begitu khawatir tentang aku, jadi sebenarnya memang betul gosip itu aku dan dokter Basil sudah putus penyebab putusnya aku dan dokter kalian tidak perlu tau!!!”.
Akhirnya Briana memberanikan dirinya untuk mengatakan jika ia sudah putus dengan Basil, membuat mereka bertiga langsung cengang tak percaya.
“ loh kok jadi diem tadi begitu berisik nanya sudah aku jawab kan!”
Melihat mereka bertiga diam mendengar ucapannya, membuat Briana berbicara lagi. Mendengar ucapan itu Sinta pun langsung menjawab.
“Jadi benar toh, sudah nanti juga kalian balikan lagi iya kan?”
Menanyakan ke Lia dan Yuli jika mungkin saja Briana dan Basil balikan lagi. Mendengar kata balikan Briana langsung menggelengkan kepalanya tidak menjawab.
“Sudah tidak apa apa Briana kamu pasti dapat pengganti yang lebih baik dari dokte, kamu cantik pintar dan baik”
Jawab oleh Lia membuat Briana tersenyum. Yuli seperti biasa hanya diam melihat mereka karena Yuli memang pendiam.
“Tapi kalian tau dari mana gosip ini?” Tanya Brina penasaran dari mana mereka tau jika ia putus.
“Aku pas dateng udah rame gosip! jadi mendengar dari orang.” Jawab oleh Sinta
“yasudah jam istirahat sudah mau selesai , kita langsung masuk saja”
Briana yang langsung mengajak mereka masuk jika sudah selesai makan tetapi dalam pikirannya masih bertanya gosip dari mana kan itu padahal ia putus baru semalam dan hanya mereka berdua yang tau.
‘apa Basil memberi tau mereka? Tetapi tidak mungkin Basil seember ini’
ucap Briana dalam hatinya.
Mereka berempat pun akhirnya selesai makan dan langsung membayar, dan pergi meninggalkan kantin menuju ruangan tempat mereka bekerja, berjalan perlahan melewati lorong ruangan dan ruangan, ada seseorang yang berdiri ditepi lorong sedang menelpon.
Briana dan ketiga rekan kerjanya berjalan menuju kedepan tempat dimana seseorang itu berdiri, perlahan mendekat dan mendekat betapa kagetnya Briana ternyata seseorang itu ialah Basil.
Langkah kakinya terhenti melihat Basil, ketiga temannya seketika ikut berhenti melihat Briana kenapa berhenti.
“Kenapa Briana kok berenti liat apa sih?”
Tanya Lia terhadap Briana yang melihat Briana tiba tiba berhenti, melihat Briana yang langsung pucat melihat arah depan seketika Lia langsung melihat arah yang dilihat oleh Briana, betapa kagetnya ia ternyata yang dilihat Briana adalah dokter Basil.
‘Pantas saja Briana langsung terhenti langkah kakinya mukanya langsung pucat seketika melihat dokter’ Imbuh Lia dalam hatinya.
Selesai Basil menelpon ia langsung ingin menuju ruangan dan tak sengaja melihat ada segerombol orang yang berhenti ditengah jalan membuat Basil penasaran kenapa membuat macet saja imbuhnya.
Dilihat lagi ternyata ada Briana membuat Basil mengurungkan niatnya untuk kembali ke ruangan dan langsung menghampiri mereka.
Melihat Basil perlahan jalan mendekati mereka Briana langsung panik pucat dan tangannya gemetaran Briana tak sanggup melihat Basil dan langsung menundukkan kepalanya.
Lia dan Sinta yang melihat begitu pucatnya Briana langsung menggandeng dan menarik Briana untuk jalan kedepan.
“Briana ayo kita jalan, jangan diem disini, ini kan buat jalan”
Ungkap Lia dan dijawab oleh Sinta
“mari Briana cantik anak baik jalan cepat sini gandengan”
mereka bertiga akhirnya berjalan kedepan dan berpapasan depan dokter Basil. Basil yang memanggil Briana tetapi tidak dihiraukan oleh Briana yang dijemput oleh kedua temannya itu.
“Briana tunggu sebentar” Basil yang berusaha untuk mengejar Briana tetapi dihadang oleh Yuli.
“Untuk saat ini jangan dekati Briana!” jawab Yuli yang melihat Basil ingin langsung pergi menghampiri mereka bertiga, setelah mengatakan itu tetapi disela oleh Basil.
“Tunggu sebentar ada yang ingin ku bicarakan dengan Briana tolong sepulang kerja tunggu di depan pintu utama ada yang mau saya katakan padanya”
“nanti saya sampaikan, kalau begitu saya permisi dulu dok”
Jawab Yuli dan langsung pergi menghampiri rekan kerjanya dan meninggalkan dokter Basil.
__ADS_1