Aroma Sang Briana

Aroma Sang Briana
43. Dekat


__ADS_3

Setelah kejadian ketika Alice memergoki Akles dirumah Briana, semenjak itulah Alice selalu bertanya akan keadaan Briana dan begitu pula Briana selalu menceritakan kepada sahabatnya itu ia tidak mau kejadian yang menyebabkan salah paham, karena Briana tidak mau bertengkar terlalu lama dengan sahabatnya itu.


Akles dan Briana pun seiringnya waktu mereka berdua makin sering bertemu dan saling bertukar kabar, menanyakan hal hal yang penting bahkan tidak penting, ya walau tentunya Akles yang lebih sering menghubungi dan selalu mengajak bertemu terkadang bahkan sering menjemput Briana tanpa sepengetahuan Briana sendiri.


***


Briana.... teriak salah satu rekan kerja sesama perawat dirumah sakit yaitu Lia. Membuat wanita cantik itu menoleh ke arah sumber suara.


“Eh Lia, ada apa memanggilku?” Tanya Briana penasaran kenapa Lia memanggilnya.


“Hmm kamu sepulang kerja mau kemana?” Tanya Lia apakah Briana langsung pulang atau tidak.


“Kayaknya enggak kemana mena deh. Memangnya kenapa Lia?” Jawab Briana jika ia tidak kemana mana.


“Aku boleh minta tolong gak kalau kamu tidak sibuk sesudah pulang kerja ini” Tanya Lia dengan memasang wajah memelas meminta tolong kepada Briana.


“Iya boleh boleh aja sih, tapi minta tolong apa dulu?” Briana menanyakan terlebih dahulu Lia ingin meminta tolong apa kepadanya.


“Hehehe temenin aku ke mall yuk. Aku pengen beli baju dan peralatan make-up nih pliss” Lia mengutarakan niatnya terhada Briana jika ia meminta ditemanin berbelanja di mall.


“Hadeh ku kira minta tolong apaan ternyata minta temenin ke mall toh. Siapa aja emang?” dengan wajah datar Briana menjawab.


“Kita berdua aja Briana, gak papa kan. Apa kamu mau mengajak seseorang lagi? Gak papa kalau kamu mau mengajak orang lain” Jawab Lia jika tidak apa apa mengajak orang lain lagi untuk bergabung.


“Gak ada sih aku cuman nanya aja jikalau ada orang lain lagi yang kamu ajak”


“Enggak Briana, yaudah aku lanjut kerja dulu ya. Kamu semangat kerjanya, sampai ketemu pas pulang nanti, nanti ku traktir makan di mall ya. Dah Briana”


Lia langsung pergi setelah memberitahu Briana jika mereka berdua saja dan akan mentraktir Briana makan ketika di mall nanti untuk balasannya menemanin berbelanja.


“Hadeh...” Briana hanya bisa menghela napas panjang sembari tersenyum tipis karena melihat tingkah Lia yang memohon ditemanin untuk ke mall.


Ketika Briana hendak pergi dari lorong setelah melihat rekan kerjanya itu sudah pergi untuk melanjutkan kerjanya lagi, iapun beranjak akan tetapi tidak sengaja bertemu dengan Dokter Basil yang tak lain adalah mantannya sendiri yang baru saja putus hubungan.


“Ah Briana...” Basil langsung menyapa Briana yang membuat Briana terkejut melihat Basil tiba tiba di hadapannya.


Briana tidak menjawab sapaan Basil ia hanya bisa terpatung bahkan langsung memalingkah wajahnya tidak mau melihat mantannya itu.

__ADS_1


“Pulang nanti aku ingin mengobrol denganmu” Ucap Basil tanpa basa basi karena Briana yang tidak mau melihat wajahnya itu.


Briana yang mendengar itu langsung menggelengkan kepalanya tanda tidak mau dan langsung ingin pergi begitu saja, akan tetapi tangannya ditahan oleh Basil.


“Tolong Briana...” Ucap Basil yang menahan tangan Briana yang hendak pergi menjauh darinya.


“Hey Briana cepat keruangan...” Teriak salah satu perawat disana yang melihat Briana yang berdiri saja di depan. Seketika Briana langsung menoleh dan mengangguk.


“Eh ternyata bersama Dokter juga toh, yasudah sekalian bareng saja Dokter” Jawab perawat itu ketika melihat Briana bersama Dokter Basil.


“Iya Sus tunggu sebentar saya akan segera kesana” Jawab Basil yang melihat perawat itu dan langsung menatap Briana senang karena mereka mengecek pasien bersama.


“Takdir memang sudah ditentukan ya...”ucap Basil dengan penuh rasa ceria yang langsung melepas tangan Briana dan berjalan ke ruangan pasien.


Mendengar itu Briana hanya bisa tersentak kesal ia ingin menghindari Basil tetapi malah mengecek pasien bersama, ditambah dengan ucapan Basil yang mengucapkan takdir.


Briana hanya bisa mengumpat dalam hatinya saja ia harus bisa mengontrol emosinya karena ini masih di dalam lingkup ruang kerja.


Ketika diruangan pasien Dokter Basil ditemani oleh Briana meraka berdua dengan profesional mengecek pasien dengan teliti dan ramah. Tidak ingin menyia nyiakan kesempatannya bersama Briana dokter Basil terus terusan menyuruh Briana walau sebenarnya bukan tugasnya ia ingin berlama lama dengan Briana.


‘Sabar Briana dia dokter disini jadi mohon bersabar sedikit lagi toh bentar lagi kamu pulang kan’ ucap Briana dalam hatinya yang kesal akan tingkah Basil yang selalu menyuruhnya walau sudah tidak mengontrol pasien.


“Baik Dokter...” Jawab Briana dengan lembut walau dalam hatinya penuh dengan caci makian


Briana pun pergi dari ruangan meninggalkan dokter Basil tak lama kemudian Dokter Basil berlari mengejar Briana.


“Ada apa lagi Dokter? Tanya Briana yang melihat Basil sudah disampingnya.


“Tidak ada apa apa aku juga mau keruanganmu” jawab Basil tanpa basa basi, Briana hanya bisa menaiki alisnya bingung kenapa juga dia mau keruangan perawat.


“Pulang kita mampir ke caffe tempat biasa ya, bisa kan?” Tanya Basil sembari berjalan bersampingan dengan Briana.


“Aku tidak bisa” menjawab dengan singkat.


“Kenapa” menanyakan alasan.


“Aku sudah ada janji pergi bersama Lia” menjawab dengan ketus.

__ADS_1


“Tidak bisa dibatalkan?” Tetap berusaha.


“Sudah janji dokter? Apakah aku type orang membatalkan janji jika tidak ada keperluan yang mendesak?” Menjawab dengan ketus dan menekan sembari menatap tajam Basil.


“Hmm iya sih, yasudah kamu hati hati. Aku pergi dulu” Setelah mendengar jika Briana tidak bisa seketika Basil langsung berputar arah pergi meninggalkan Briana.


“Loh tadi mau keruanganku?” Jawab Briana yang bingung jelas jelas tadi Basil bilang ingin keruangan perawat tetapi malah pergi.


“Ah sudahlah” Gumam Briana yang langsung pergi keruangannya untuk menemui Lia.


Ketika waktu pulang tiba Briana dan Lia sudah bersama seperti janji mereka berdua untuk pergi ke mall bersama.


“Aku bawa mobil Briana taraaa jadi tenang gak perlu panas panasan dan desak desakan” Lia memberitahu jika ia membawa mobil sendiri.


“Haha iya, kamu harus teraktir aku makan loh ya aku gak mau menemani kamu kalau aku kelaparan dan tidak ditraktir” dengan nada bercanda layaknya teman yang sudah dekat.


“Baiklah tenang saja.” Mereka berduapun melaju ke mall.


Setibanya di mall Briana dan Lia langsung menuju ke toko pakaian yang dimaksud Lia, tak lupa memilih milih alat make-up.


Mereka berdua dengan asik bercanda ria sembari memilih barang yang ingin dibeli, senyum tawa mereka berdua sangat manis tetap ada saja yang melirik Briana terpana akan kecantikannya itu.


Setelah puas berbelanja dan tangan yang sudah menjinjing kantung belanjaan mereka berdua ke restoran untuk makan. Tentu saja Lia yang akan mentraktir Briana makan.


“Pesan apa saja yang kamu Briana, tenang aku pasti yang akan membayarnya haha..” Ucap Lia ketika Briana melihat daftar menu makanan.


“Haha baiklah kamu awas bangkrut Lia aku akan memesan yang paling enak dan mahal” jawab Briana dengan ceria ditambah senyuman yang manis.


Setelah perut terisi dan kenyang saatnya mereka beranjak dari tempat itu.


Saat Briana dan Lia ingin menuju parkiran mobil tak sengaja melihat mobil tak asing bagi mereka berdua yang baru saja keluar dari restoran yang sama.


‘Bukankan itu mobil Basil’ Ucap Briana dalam hatinya yang melihat mobil tak asing itu.


Ketika mobil itu melaju keluar meninggalkan parkiran betapa terkejutnya Briana dan Lia melihat yang mengendarai mobil itu benar Basil dan Diza disampingnya hanya mereka berdua, kaca mobil Diza terbuka lebar seperti ingin menunjukkan jika Basil dan Diza sedang bersama.


“Briana itu dokter Basil dan sus Diza kan?” Tanya Lia memastikan lagi apakah matanya tidak salah melihat.

__ADS_1


“Iya benar!..” jawab Briana yang singkat sembari menatap Lia yang melihatnya.


__ADS_2