
Setelah Briana dan Alice saling menangis dalam pelukan bersama akhirnya Briana memberanikan diri untuk menceritakan kejadian yang sebenarnya kepada Alice siapa Akles dan kenapa ia bisa di apartemennya malam malam begini.
Suasana sudah mulai agak tenang mereka bertiga saling duduk berdekatan untuk menceritakan kejadian bagaimana Akles dan Briana bertemu.
“Sebenarnya kejadian yang aku cerita ingin bunuh diri di kereta itu ada Akles dia pula yang
menyelamatkan aku Alice karena aku mendengar suaranya merintih kesakitan akibat kecelakaan jadi tanpa sadar aku membantu mengobatinya” Briana menceritakan awal mula bertemu dengan Akles tetapi tidak menceritakan jika Akles juga disitu berniat bunuh diri seperti dirinya.
“Briana” Ucap Akles karena mendengar cerita Briana dengan wajah pucat iapun khawatir dan tidak menceritakan jika dirinya juga berniat bunuh diri.
“Tidak apa apa Akles” Briana menjawab dengan penuh keyakinan.
“Briana sudah tidak usah diceritakan lagi aku takut membuatmu mengingat kejadian mengerikan itu lagi. Aku mohon.” Jawab Alice yang tampak terlihat khawatir dengan keadaan Briana yang sudah lesu.
“Tidak apa apa Alice, aku akan menceritakan kejadian kenapa aku bisa mengenal Akles. Tanpa dia aku tidak mungkin bisa berada disini saat ini juga Alice, dia juga orang baik maka dari itu aku berani mengajaknya kemari, kenapa malam malam itu juga karena waktu kami berdua tidak tepat untuk bertemu siang hari Alice. Aku bukan perempuan yang nakal seperti pikiranmu.”
Mata Briana sudah mulai berkaca kaca, suaranya pula sudah mulai serak seketika itu membuat Alice langsung memeluk Briana dengan erat dan segera menenangkan sahabatnya itu.
“Maafkan aku Briana bukan niatku untuk menuduhmu seperti itu, aku tau betul akan dirimu aku juga sudah lama mengenalmu, makanya aku kaget tidak seperti Briana yang ku kenal. Terlebih lagi lelaki ini aku tidak mengenalnya karena kamu tidak menceritakan padaku. Padahal apapun itu pasti kamu ceritakan padaku begitupun aku pasti akan selalu cerita padamu, aku minta maaf Briana aku sangat sayang padamu aku tidak mau kamu terluka lagi oleh laki laki yang tidak tau terimakasih telah mendapatkan wanita baik dan cantik seperti kamu.”
Alice mengutarakan isi hatinya terhadap Briana jika ia tidak berniat menuduh sahabatnya yang tidak tidak, justru ia khawatir jika Briana disakiti oleh laki laki lagi.
Akles hanya terdiam tidak bisa ikut menenangkan Briana karena ada Alice yang sudah dulu memeluk Briana.
‘Siapa sebenarnya Basil aku sangat ingin tau siapa dia tetapi jika aku bertanya sekarang pasti bisa membuat suasana menjadi kacau’ Imbuh Akles dalam hatinya masih penasaran siapa sebenarnya Basil yang membuat Briana tampak langsung pucat ketika mendengar nama itu disebutkan.
“Tidak apa apa Alice aku tau niatmu kamu pasti khawatir terhadapku, terimakasih masih mengkhawatirkan aku dan maaf aku tidak segera menceritakan semua kejadian itu” Briana melepaskan pelukan Alice dan menjawab lagi.
__ADS_1
“Oiya Akles perkenalkan ini namanya Alice dia adalah sahabat baikku dia pula yang menjagaku ketika aku terpuruk dalam keadaan apapun, Alice pula tempatku curhat dia yang paling berani jika ada yang menyakitiku dia pula yang maju paling depan jika ada orang yang mengusiliku. Dan Alice ini Akles lelaki inilah yang menyelamatkan aku dalam pikiran bodohku itu”
Kemudian Briana memperkenalkan Alice kepada Akles yang sedari tadi di acuhkan.
“Ah salam kenal saya Akles” Akles kemudian menyalami Alice berkenalan.
“Ooo aku Alice sahabat baik Briana, jika kamu ada niat macam macam terhadap Briana aku geprek kamu”
Menyalami Akles tetapi seketika juga meremas tangan Akles yang besar dengan kuat ingin memperingati, alih alih bukannya kesakitan tetapi malah membuat Akles tersenyum, melihat senyum Akles membuat Alice langsung melepaskan tangannya dengan rasa jengkel karena Akles tidak merasakan sakit ditangannya.
“Oiya maaf atas kejadian yang tadi, karena aku tidak tau jika kamu telah kenal dengan Briana” Alice langsung meminta maaf atas perlakuannya terhadap Akles walau dengan wajah yang terpaksa.
“Ah iya tidak papa kok aku malah senang kamu sudah menjaga Briana dengan tulus” Senyum Akles tehadap Alice karena sudah menjaga Briana tetapi senyuman itu dibalas dengan tatapan tajam seperti ingin muntah.
“Itu sudah kewajibanku tau” Bentak Alice menjawab ucapan Akles membuat Briana yang melihat langsung tertawa.
***
Tak lama kemudian setelah berbincangan antara mereka bertiga akhirnya Alice dan Akles pulang meninggalkan Briana sendiri di apartemennya.
Sebenarnya Alice ingin menginap tetapi Briana tidak mengijinkan karena ia ingin sendiri terlebih dulu, Alice pun memaklumi jika Briana ingin sendiri tidak ingin jika Alice menginap di tempatnya.
Alice dan Akes berjalan bersama keluar apartemen suasana canggung saling diam menghampiri keduanya.
Alice yang berjalan sembari mengayunkan tasnya dengan kuat , Akles hanya diam tak melirik sekalipun Alice ia hanya fokus akan langkahnya sembari mikirkan Briana masih sedikit khawatir.
“Ooiii....” Tiba tiba Alice berhenti tetapi Akles tetap berjalan sehingga membuat Alice memanggilnya yang tak ikut berhenti ketika Alice berhenti berjalan.
__ADS_1
Sadar Alice memanggil dirinya yang berada ribelakang padahal seingatnya mereka berdua jalan bersebelahan., seketika langsung menoleh ke arah Alice dengan memasang tampang bertanya tanya.
“Ada apa Alice? Kamu memanggilku?” Tanya Akles masih penasaran apakah ia yang memanggilnya.
“Aaakhhh” teriak Alice sembari menghela napas panjang dan segera menghampiri Akles.
“Apa benar yang diceritakan oleh Briana? Kamu tidak sedang mengancamnya kan?” Tanya Alice masih curiga terhadap Akles.
“Hadeh ternyata kamu masih belum percaya penuh padaku ya. Apa perlu kita kembali lagi dan tanyakan saja langsung pada Briana”
Akles tanpa basa basi menantang untuk kembali lagi dan langsung bertanya kepada Briana supaya Alice percaya penuh.
“Ah iya iya anggap saja aku percaya” Ucap Alice karena tidak ingin menanyakan lagi terhadap Briana takut sahabatnya itu tersinggung lagi.
“Siapa Basil sebenarnya?” Tanya Akles masih penasaran siapakah sosok Basil yang sebenarnya, mendengar itupun Alice langsung terdiam sejenak.
“Lupakan saja aku tidak mau membahas bajingan itu.” Balas Alice sembari berjalan kembali mengabaikan pertanyaan Akles.
“Tunggu aku mohon siapa orang itu” Akles langsung menghadang langkah Alice membuat wanita itu menghentikan jalannya.
“Aku mohon karena kamu menyebut nama Basil sehingga membuat Briana langsung pucat. Aku ingin tau siapa sebenarnya orang itu dan ada hubungan apa dia dengan Briana” Tanya Akles memaksa Alice memberitahu dirinya.
“Bukan urusanmu siapa orang itu” Alice masih tidak mau memberitahu siapa Basil.
“Aku mohon karena aku sangat menyukai Briana” Jawab Akles yang harus tau siapakah Basil yang sebenarnya.
Alice hanya bisa menghela napas panjang karena Akles begitu memaksa ingin tau siapa sebenarnya Basil.
__ADS_1
“Ok baiklah akan kuberitahu siapa Basil yang sebenarnya” Jawab Alice dengan wajah yang terpaksa.