
Diruangan yang luas berisikan mereka bertiga duduk saling menghadap sedang berdiskusi lengkap dengan berkas berkas dan juga lapto di meja itu.
“Ada rencana apa sehingga pak Dirut sampai memanggil saya juga untuk datang ke mari bersama dengan ketua Assistant manager pak Juanda?”
Tanya lelaki paruh baya itu yang sekaligus menjabat sebagai direktur operasional di perusahaan Grup Gamoon.
“Bukankah kamu pasti sudah menebak jika aku memanggilmu pasti akan membahas permasalahan ini” Jawab Akles dengan nada santai tidak seperti sebelumnya yang penuh dengan nada penekanan.
Pak Muin nama dari direktur operasional itu hanya bisa menatap Akles dan Juanda dengan wajah yang penasaran.
Juanda yang tanpa basa basi langsung membuka Laptopnya dan sibuk mengecek kertas kertas yang dibawa olehnya dari luar, bisa terlihat wajah yang penuh kebingungan dan tanda tanya tampak jelas di wajah pak Muin
“Sudah ketemu?” Tanya Akles kepada Juanda yang tampak masih sibuk mencari berkas ditumpukan kertas.
“Ah ini dia pak Dirut yang bapak tanyakan tempo hari kepada saya” Jawab sopan Juanda sembari memberikan selembaran kertas ke tangan Akles.
Akles dengan cepat mengambil selembar kertas yang diberikan kepadanya, memperhatikan dengan teliti dan setelah selesai memperhatikan selembaran kertas itu matanya langsung tertuju ke Juanda dan Pak Muin.
“Jadi benar kecurigaanku selama ini?” Ucap Akles setelah melihat selembaran kertas.
“Ada apa memangnya?” Tanya penasaran Pak Muin setelah melihat reaksi Akles yang tampak terkejut.
“Kamu lihat sendiri ini” Ucap Akles yang memberikan selembaran kertas ke pak Muin.
“Apa ini tidak salah?” Sembari memelototkan matanya setelah melihat isi kertas itu sembari mengibas kertas yang digenggamnya itu.
“Tidak!… Saya sudah memastikan fakta yang tertuang dikertas itu” Saut Juanda ketika melihat Pak Muin yang terkejut akan fakta baru.
“Jadi apa rencana Bapak?” Tanya pak Muin ke Akles sebagai atasannya.
“Aku tidak ingin gegabah rencanaku saat ini adalah aku ingin mengurangi jumlah produksi karena masalah kurangnya kualitas bahan baku”
Menjelaskan rencananya dengan tegas dan penuh yakin untuk mengurangi jumlah produksi.
__ADS_1
“Tapi jika bapak mengurangi jumlah produksi maka taget pengjualannya mustahil tembus? Apa tidak akan lebih merugi untuk perusahaan apa lagi perusahaan sedang krisis”
Ucap pak Muin yang kurang setuju dengan rencana Akles untuk mengurangi jumlah produksi.
“Kamu pikir jika kita tetap produksi dengan jumlah yang sama akan memulihkan krisis yang sedang melanda? Coba pikirkan fakta yang ditemukan oleh manager Juanda! Ada orang dalam yang ingin menjatuhkan perusahaan sampai bermain kotor. Jika aku jatuh otomatis dirimu pula akan jatuh! Aku paling tidak suka dengan orang yang berkhianat!…”
Tatap tajam Akles mencekam mencondongkan tubuhnya ke arah pak Muin membuat pak Muin langsung menelan ludahnya sendiri.
“Coba jelaskan lagi rencanamu dengan teliti. Aku sebagai direktur operasional pasti akan bertanggung jawab jika jumlah produksi dikurangi”
Pak Muin akhirnya bernegosiasi tentang rencana Akles kedepannya.
“Bapak juga tau bahwasannya aku ini jenius!..” dengan nada tegas tetapi terdengar menjengkelkan walau benar.
“Aku akan mengurangi jumlah produksi beralasan bahan baku tidak berkualitas, produksi minuman dengan ketat harus dengan buah yang segar dan bermutu. Untuk Juanda pecat dan polisikan orang orang yang telah meracun perkebunan jeruk, supaya meraka buka suara siapa yang menyuruhnya. Aku tidak peduli mau mereka menangis darahpun jika dia sudah menerima perintah yang merugikanku dan berkhianat pastikan mereka mendekam dipenjara!!!…”
Mata yang membara suara yang amat tegas berucap dengan cepat tanpa terbata bata, dan rasa emosional terlihat dari pelipis alis yang timbul berurat.
“Tapi jika mereka hanya diperintah bukankah atasannya akan sembunyi tangan?” Tanya pak Muin setelah mendengar rencana Akles.
“Aku tau itu. Jika bawahannya ketahuan otomatis mereka akan gusar akan berusaha mati matian untuk menutup bangkai busuk dan mereka pasti akan berpikir untuk merubah rencana mereka. Dan saat itu aku akan memanfaatkan keadaan, yang paling penting produk kita harus berkualitas. Lebih baik rugi sekaligus sekarang dari pada tidak ada untung berkelanjutan!!.”
Ucap tegas Akles yang penuh perencanaan, pak Muin dan Juanda hanya mengangguk paham akan maksud Akles.
“Tetapi kurangi jumlah produksi seminggu lagi dihitung dari hari ini, karena aku juga akan menarik semua barang yang sudah di produksi dan tentu saja itu sudah pasti tercampur dengan bahan baku tidak layak!…”
Tangan Akles yang perlahan mengepal diatas meja karena kesal.
“Baik pak Dirut” ucap Juanda tak dijawab oleh pak Muin ia hanya mengangguk.
“Tetapi aku ingin kalian berdua merahasiakan ini kesemua orang termasuk Pak CEO Harry apa lagi Direktur management Pak Ipan” Ucap Akles yang melarang bocornya rencana mereka bertiga.
“Oiya satu hal lagi tolong pak direktur awasi pak Ipan, kemungkinan dia terlibat juga dalam masalah ini”
__ADS_1
Perintah Akles yang menyuruh pak Muin untuk mengawasi pamannya itu karena terbesit dalam pikirannya jika pamannya juga dalang dalam masalah ini.
“Baik pak Dirut, jika begitu saya pamit keluar” Ucap Pak Muin berpamit sembari merendahkan pandangannya menunduk hormat.
“Ya silahkan kembali ke bekerja lagi, terimakasih waktu dan kerja samanya”
Pak Muin yang sudah diijinkan untuk kembali lagi bekerja langsung beranjak dari tempat duduknya langsung berdiri dan hendak bersalaman ke Akles tanda kerja sama.
“Sama sama pak” Sembari bersalaman.
“Dan mohon bantuannya pak direktur Muin mohon selalu bimbinh saya karena saya masih harus banyak belajar karena saya masih muda dan sering dianggap remeh oleh orang lain disini”
Ucap Akles dengan sedikit senyum diwajahnya.
“Tentu saja pak, kalau begitu saya permisi dulu”
Pak muin langsung pergi meninggalkan Akles dan Juanda berdua diruangan itu, Juanda lantas tak langsung pergi seperti pak Muin rupanya ia masih betah diruangan Akles.
“Bagaimana perempuan yang bapak suruh bekerja di bagian produksi apakah sudah ada progres makanya bapak sudah memutuskan untuk mengurangi jumlah produksi?” Tanya Juanda setelah pak Muin keluar.
“Sudah terlihat jika bahan baku tidak segar dan terlihat buruk makanya aku ingin mengurangi jumlah produksi dan bahkan aku tadinya berniat untuk menghentikan produksi untuk sementara waktu tetapi aku masih kasihan dengan para pekerja. Sudah ada sebagian yang di diberhentikan kerja eh sekarang masa akan di berhentikan lagi kasihan mereka” Ucap Akles yang masih memikirkan para karyawannya itu.
‘Masih situasi seperti ini saja dia masih memikirkan para karyawannya, dan bahkan dia masih bisa merencanakan itu sungguh hebat tetapi masih saja orang orang meremehkan dia karena masih muda. Ah bukan meremehkan tetapi iri dengan jabatannya sekarang yang mereka tidak bisa dapatkan’ imbuh Juanda dalam hatinya.
“Dan sudah terbukti jika tanah diperkebunan diracun jadi membuat tanaman tidak tumbuh dengan baik dan tidak menghasilkan buah yang berkualitas. Aku tidak mau jika produk kita di cap buruh oleh masyarakat makanya aku lebih memilih untuk memperbaiki dan mengurangi produksi dulu”
Ucap lesu Akles yang duduk menepok jidatnya karena pusing.
“Terimakasih Juanda kamu telah membantuku” Ucap Akles yang berterimakasih ke Juanda dengan tatapan letih.
“Sama sama pak kalau begitu saya keluar dulu, saya akan menyelidiki lagi orang orangnya”
Ucap Juanda yang perlahan langsung pergi keluar ruangan meninggalkan Akles sendirian.
__ADS_1