Aroma Sang Briana

Aroma Sang Briana
38. Makan


__ADS_3

Akles dan Briana mereka berdua masih berdebat ingin memasak masakan apa, karena Akles tidak suka pedas sebaliknya Briana yang sangat suka pedas.


“Briana bagaimana kalau aku masakin kamu spaghetti?” Tanya Akles apakah Briana suka dengan Spaghetti.


“Aah suka sih cuman aku pengen makan yang pedes Akles bukankah spaghetti gak pedes ya?” Jawab Briana yang sepertinya kurang minat untuk makan spaghetti.


“Atau kita Grill dan barbeque’an saja gimana? Kamu suka daging kan?” Briana mengutarakan pendapatnya untuk makan daging.


“Kalau grill dan barbeque’an aku belum pernah melakukannya Briana, nanti aku coba lihat tutorialnya di youtobe dulu” Jawab Akles dengan nada pelan karena ia tidak tau cara grill dan barbeque’an padahal kan Akles mau memasak untuk Briana.


“Haha lucu sekali kamu Akles, tidak perlu khawatir Akles jadi kita masak bareng dan langsung dimakan saat itu juga nah ditambah bikin kuah tomyam shabu shabu gitu uh mantap Akles” Ketika Briana bercerita seketika itu juga ia menelan ludahnya sendiri membayangkan begitu lezat grill daging ditambah kuah tomyang, ah mantap.


Akles yang melihat Briana begitu antusias menbicarakan makan daging akhirnya Akles mengiyakan untuk masak grill daging.


“Baiklah Briana jika itu maumu” sembari tersenyum dan mengangguk.


“Kalau begitu kita ke supermarket dulu buat beli daging slice dan bumbu bumbu dan sayur terus isian tomyamnya” Briana begitu girang mengajak Akles berbelanja terlebih dulu ke supermarket untuk membeli semua bahan bahan masakan mereka untuk malam ini.


“haha baiklah Briana iya iya. Kamu begitu antusias sekali ya jika membicarakan tentang makanan ini” Akles tertawa melihat tingkah laku Briana yang sangat antusias membicarakan isian makanan dan mengajaknya untuk ke supermarket.


“hahaha soalnya aku sudah lama sekali gak makan shabu shabu dan grill Akles” Briana yang malu karena Akles tertawa melihatnya langsung ia terdiam walau masih senyam senyum malu.


Mereka berduapun ke supermarket terdekat seperti biasa Akles yang menyetir walau biasanya Akles di setirkan tetapi kali ini jika ia ingin bertemu dengan Briana pasti selalu membawa mobil sendiri tidak ingin di supirkan.


Ketika sampai di sumpermarket Briana langsung bergegas mengambil kranjang belanjaan, Akles hanya bisa celingak selingkuk melihat sekitar dan ia berjalan di belakang Briana mengikuti langkah kaki wanita yang ia sukai.


Briana begitu antusias memilih daing yang segar dan tak lupa juga melihat harga yang murah tetapi masih segar.


“Briana memang apa bedanya bukankah sama saja daing ini?” Tanya Akles yang tidak tau apa apa melihat Briana memilih milih tetapi tidak jadi diambil.

__ADS_1


“Kita cari yang masih segar Akles dan tentunya yang murah, eh bentar kita ketempat yang lagi diskon” Briana yang melihat tulisan diskon ingin langsung berlari menuju daging yang sedang diskon tetapi tangannya ditahan oleh Akles.


“Kenapa Akles?” Tanya Briana bingung melihat tangannya ditahan oleh Akles.


“Pilih yang paling berkualitas walau semahal apapun beli saja tidak perlu ragu untuk melihat harganya” Akles langsung menjawab pertanyaan Briana yang bingung tangannya ditarik oleh dirinya ketika ingin buru buru mengecek daging yang sedang diskon.


“Ah ini adalah sensani berbelanja Akles! aku tau kamu banyak uang tapi jangan kamu hambur hamburkan dengan percuma. Ingat itu” Briana bukannya terpesona akan ucapan Akles tetapi malah menasehatinya untuk tidak menghambur hamburkan uang. Briana langsung melepas tangan Akles dan langsung pergi untuk menuju daging yang sedang diskon tanpa memperdulikan Akles.


“Briana bukan begitu tunggu....” Akles yang kecewa tangannya dilepas begitu saja.


‘Padahalkan aku ingin terlihat keren didepannya malah kena semprot. Jangankan uang nyawapun aku berani korbankan untukmu Briana’ Gumam Akles sendirian sembari berjalan mengikuti Briana dengan wajah yang lesu.


Setelah hampir sejam mereka berbelanja di supermarket tiba saatnya untuk pulang, kantung belanja yang sudah terisi dengan daging slice, isian tomyang seperti baso, aneka seafood, sayur pokcoy dan juga jamur tak lupa juga bumbu barbeque dan tomyam.


“Udah semua kan Briana apa ada yang lain yang belum dibeli?” Tanya Akles kepada Briana memastikan kembali bahan belanjaan yang sudah lengkap dibeli.


“Siap bos sudah lengkap semua” Jawab Briana setelah memastikan kembali isian kantung belanjaan itu.


“Ok baiklah kita segera pulang dan masak”


Mobil hitam yang ditumpangi mereka berdua melaju dengan kecepatan sedang menuju apartemen Briana. Tak lama kemudian mereka sampai Akles buru buru turun untuk membukakan pintu mobil untuk Briana.


“Terimakasih Akles” Sapa Briana ketika Akles membukakan pintu mobil untuk dirinya, tak lupa ia mengambil kantung belanjaan yang ditaruh di bangku penumpang.


“Aku saja yang bawa barang belanjaanmu” Akles langsung menarik kantung belanjaan yang digenggam oleh Briana untuk dibawa olehnya.


“Terimakasih Akles” Briana langsung tersenyum ketika Akles mengambil kantung belanjaannya untuk ia bawa.


Sampainya di dalam apartemen, Briana langsung bergegas ke ruang dapur untuk menaruh barang belanjaan dan mengambil peralatan masak seperti panci shabu shabu dan tempat grill.

__ADS_1


“Ada yang bisa aku bantuin tidak Briana?” Tanya Akles yang melihat Briana tampak sibuk.


“Oiya tolong kamu bersihkan sayur sayurannya saja ya Akles terus potong potong juga Bakso dan olahan seafood” Briana memberikan tugas kepada Akles untuk membersihkan dan memotong motong.


“Siap cantik” Akles yang langsung gesit setelah di beri tugas oleh Briana.


Mereka berdua sibuk dengan tugas masing masing Akles yang membersihkan sayur dan memotong motong bakso sayuran dan olahan seafood.


Sedangkan Briana sibuk dengan memarinasi daging dengan bumbu barbeque supaya meresap kedalam dan juga menyiapkan alat alat grill dan shabu shabu.


Segelah selesai memotong motong semua bahan peralatanku sudah siap semua sudha berada di tengah meja Akles dan Briana saling berhadapan.


Briana yang sudah terbiasa Barbeque’an dan memasak shabu shabu kuah tomyam bersama sahabatnya yaitu Alice.


Briana menyalakan kompor listrik dan dipasanginya alat grill kemudian merebus air menggunakan panci. Setelah menunggu beberapa menit kemudian air mendidih tak lupa Briana langsung mencemplungkan bumbu tomyang yang pedas dan tidak pedas ada dua rasa karena Akles tidak suka pedas.


Briana yang begitu telaten menggrill slice daging dengan hati hati supaya tidak gosong dibolak balik tak lama diangkat ditaroh di mangkuk, jika tomyam dibiatkan saja hanya dicemplung cemplungkan semua isian dan tunggu masak.


Akles yang melihat Briana memanggang daging langsung membantu Briana karena Akles cepat paham jadi dia langsung mengerti cara meng’grill slice gading.


“Seru juga ya Briana masak begini” Ucap Akles yang membantu Briana memasak daging, terkadang mengaduk aduk shabu shabu itu.


Briana hanya bisa tersenyum sembari mengangguk ia sibuk dengan membakar daging slicenya.


‘Sebenarnya kenapa aku melakukan hal yang belum pernah ku lakukan sebelumnya kalau untuk wanita dihadapanku ini. Aku bahkan menyingsingkan lengan baju untuk membakar daging diapartemen Briana? Sungguh aku tidak paham pada diriku sendiri padahal sebelumnya aku paling anti terhadap wanita karena itu begitu merepotkan.”


Guman Akles dalam hatinya sembari menatap dalam Briana yang sibuk membakar daging dan mengaduk kuah tomyam.


Hati Akles tak karuan setiap melihat Briana tersenyum dihadapannya.

__ADS_1


__ADS_2