
Setelah mulai tenang Briana pun juga sudah berhenti menangis, Basil pun juga sudah mencuci mukanya dan membasuh kedua tangan dan kaki.
Mereka berdua duduk bersama berhadapan dan tidak berdekatan di ruangan tengah.
“Sudah lama kita tidak duduk berdua saja ya, ya walau masih ada jarak sekarang. Aku cukup senang bisa kembali masuk dan duduk diruangan ini, tempat dan aromanya masih sama.” Ucap Basil sembari memperhatikan sekililing ruangan yang masih sama seperti terakhir kali ia datang.
“Cepat katakan kenapa kamu malam malam datang kemari bahkan penampilanmu berantakan tidak seperti biasanya?” Tanya Briana masih penasaran maksud dan tujuan Basil datang menghampirinya.
“Aku merindukanmu...” Dengan nada pelan Basil memberitahu maksud kedatangannya.
Jleeeb menusuk dada Briana mendengar ucapan Basil yang merindukannya, sesungguhnya Briana juga merindukan Basil tetapi rindu itu tercampur benci yang mendalam.
“Aku merindukanmu Briana, makanya aku datang menemuimu” Melihat Briana tak beriaksi apa apa setelah dirinya mengatakan jika ia merindukan mantannya itu, Basil pun mengulang kalimatnya kembali.
“Kita sudah tidak ada hubungan apa apa lagi Basil, cukup antara perawat dan Dokter saja” tak berani melihat Basil yang menatapnya Briana menundukkan pandangan sebenarnya ia ingin melihat wajah Basil tetapi ia tak berjali.
Rasa asing sudah mulai timbul, bicara ala kadarnya sangat jauh berbeda dengan dulu ketika bertemu ada saja yang dibicarakan mengobrol, curhat dan semuanya mereka lakukan tetapi lihat sekarang mereka berdua sangat canggung.
“Bahkan aku kesini berlari Briana, mengejar bus naik kesini lip penuh, aku bahkan langsung naik menggunakan tangga darurat karena aku ingin segera bertemu denganmu makanya penampilanku lusuh dan penuh keringat. Maaf tidak bisa membuat kesan yang indah setelah sekian lama kita tak bertemu” Ucap tulus Basil sembari menatap tajam Briana, ia memberitahu kenapa penampilannya berantakan.
Briana hanya bisa mengangguk tanpa bersuara, sepersekian detik ia melihat Basil yang menatap tajam dirinya. Dan seketika itu pula Briana memalingkan wajahnya tak lagi melihat Basil.
Basil beranjak dari tempat duduk menghampiri Briana ia berlutut dihadapan wanita yang masih ia cintai itu.
Briana langsung kaget melihat Basil sudah berlutut dihadapannya bahkan tangannya sudah digenggam lembut oleh Basil.
Mata indah itu langsung membulat sempurna ketika tangan Basil menyentuh tangan Briana yang langsung menggenggam keduanya.
__ADS_1
“Aku tidak pernah selingkuh darimu Briana, maafkan aku. Aku tau aku sangatlah bodoh tidak langsung mengejarmu. Tetapi tak lama dari itu aku mencarimu tetapi aku tidak bisa menemukan keberadaanmu dimana pada malam itu…”
Sembari menunduk malu Basil mengatakan yang sebenarnya bahwa pada malam kejadian ia berusaha mencari Briana tetapi tidak menemukannya.
Briana berusaha mencerna kata kata Basil dan mengingat kembali kejadian itu, tidak seperti biasa Briana membiarkan tangannya digenggam oleh Basil ia tidak menarik tangannya itu.
“Jangan bohong jelas sekali kamu tidak menyangkal bahwa kamu selingkuh dan jelas sekali jika kamu juga tidak mengejarku untuk berusaha untuk menjelaskan atau menahanku untuk tetap bersama. Asal kamu tau betapa menderitanya aku saat itu juga. Hatiku hancur Basil HAN-CUR!….”
Nada bicara yang sudah mulai meninggi tangan yang sedari tadi dibiarkan menggenggam langsung Seketika di tariknya tidak suka.
Mata indah itu tidak lagi berkaca kaca seperti tadi, matanya terpancar aura marah ditambah benci yang mendalam. Tatapan Briana mulai tajam melihat Basil yang memasang wajah memelas.
Basil berusaha menarik kembali tangan Briana untuk digenggam lagi olehnya, begitu pula Briana menarik tangannya berusaha tidak digapai oleh Basil.
“Ku pastikan aku tidak selingkuh!…” ucap Basil dengan tegas dengan wajah yang memelas.
“Jangan kamu bodohi aku lagi!…. Jelas jelas tadi sore aku melihatmu berdua saja dengan Diza makan bersama di restoran. Aku sudah tau jika wanita selingkuhanmu itu adalah Diza Basil!… wanita itu adalah Diza, iya aku tau Diza memang dari dulu tergila gila padamu!….”
Dengan suara meninggi Briana akhirnya memberitahu jika ia melihat Basil bersama dengan Diza, ia pula sudah mengetahui jika wanita itu adalah Diza.
Briana langsung berdiri mendorong Basil berusaha menjauh dari lelaki itu.
Mendengar itu Basil langsung tercengang jika memang benar tadi ia melihat Briana ia tidak salah melihat.
“Ternyata benar tadi kamu, aku tadi langsung turun dari mobil tetapi aku sudah kehilangan jejakmu makanya aku kemari karena aku pikir berhalusinasi karena merindukanmu…”
Basil berusaha mendekati Briana yang sudah emosi.
__ADS_1
“Maafkan aku… aku bukannya makan berduaan saja dengan Diza direstoran itu, aku menemui papah Diza yang kebetulan disana. Kamu tau kan jika aku dan papahnya dekat bukan berarti aku dekat atau selingkuh dengan Diza, Briana percayalah padaku.”
Dengan perlahan langkah kaki Basil mendekati Briana yang menjauh darinya, dengan suara lembuat Basil memberitahu kejadian tadi sore.
“Kamu tidak tegas dengan Diza jika memang kamu tidak selingkuh kenapa kamu akhir akhir ini selalu bersama dengan dia!..” Teriak Briana sembari melangkah mundur tak mau dekat dengan Basil.
“Aku tau aku salah. Aku benar tidak selingkuh akan ku buktikan, foto itu juga sebenarnya berbeda dari sudut pandang saja. Aku tidak pernah memeluk atau mencium seperti di foto. Mungkin ada yang memotret ketika posisi seperti mencium. Kalau memeluk Diza pusing dan pingsan aku reflek langsung menangkapnya… percayalah padaku Briana aku tidak mungkin melepaskanmu begitu saja. Beri aku waktu untuk membuktikannya…”
Basil dengan tenang memberitahu Briana atas kejadian salah paham itu sembari melangkah maju mendekati Briana.
“Stop jangan mendekat” Ucap Briana dengan tegas sembari kedua tangan menahan .
“Briana tolong…” Tak mendengar ucapan Briana yang menyuruh berhenti Basil tetap melangkah maju mendekat.
“Aku bilang berhenti!!!…..” Teriak kesal Briana menyuruh berhenti tidak mendekat.
“Plisss…..” Ketika Briana berteriak menyuruh berhenti akhirnya Basil terdiam tak melangkah untuk mendekat, mata berkaca kaca Basil memohon untuk diberi kesempatan.
Briana hanya menahan tangisnya ia menarik napas panjang panjang mengatur emosi yang memuncak. Pikirannya ingin menyudahi tetapi hatinya tidak rela melepas mantan kekasih pertamanya itu.
“Akan ku pikirkan, aku mohon untuk hari ini kamu pulang. Pliss jika memang kamu ingin melihatku melakukan hal nekat karena kamu tidak pulang juga.” Ancam Briana jika Basil tidak menuruti perintahnya untuk segera pulang.
“Baiklah Briana jika itu maumu aku juga tidak ingin kamu kenapa napa karena kehadiranku yang tidak tau diri ini. Aku pergi aku harap kamu memikirkan itu dengan bijak untuk memberi aku kesempatan seperti yang kamu katakan tadi untuk meminta waktu.”
Akhirnya Basil menuruti mau Briana untuk ia segera pulang, Basil melangkah maju keluar meninggalkan Briana sendirian di kediamannya.
Setelah Basil keluar buru buru Briana berlari kedepan untuk menutup pintu dan menguncinya ia tidak mau jika Basil datang lagi.
__ADS_1
Briana akhirnya bisa bernapas lega setelah mengunci pintu, iapun terduduk lemas di balik pintu itu, masih memikirkan kata kata Basil apakah benar ucapan yang keluar dari mulutnya itu.