Aroma Sang Briana

Aroma Sang Briana
40. Tersinggung


__ADS_3

Akles seketika langsung lari ke kamar mandi tepat dimana Briana berada.


“Hei dasar lelaki mesum malah ke kamar mandi dasar bajingan kamu ya!...” Teriak Alice yang mengejar Akles dengan menggenggam kedua tangannya ingin memukul Akles.


Briana yang mendengar kegaduhan dari luar, buru buru ia menyudahi buang air besarnya.


Ketika Briana membuka pintu kamar mandi betapa terkejutnya ia karena melihat Akles sudah di depan pintu kamar mandi dengan wajah ketakutan.


“Briana ada lelaki mesum yang masuk ke apartemenmu bahkan dia sampai lari ke kamar mandi tepat kamu berada” Teriak Alice melihat Briana yang kelur dari kamar mandi dengan wajah bingung.


“Hei hei Alice tunggu dulu hei” Briana langsung melerai Alice dengan menghadanginya untuk memukul Akles yang ketakutan ditambah kebingungan.


“Briana lelaki ini masuk ke apartemenmu dia bahkan berlari ke kamar mandi tepat kamu berada. Apakah itu tidak mencurigakan? Kenapa juga kamu menghadangku untuk memukul manusia mesum ini?!”


“Alice kamu tenang dulu ya. Aku kenal lelaki ini!” Jawab Briana menenangkan Alice yang sudah palang emosi.


“Hah? Kenal?” mendengar bahwa Briana mengenal lekaki itu membuatnya terpatung dan tercengang.


“Iiiyaaa! Aku kenal dia Alice.” Jawab Briana menekankan suaranya sembari menarik tangan Alice yang sudah dengan posisi ingin memukul Akles.


Akles hanya terdiam berlindung di belakang Briana sesekali melihat ke arah Alice. Akhirnya Alice melunak dan berbalik arah duduk di sofa.


“Coba kalian berdua duduk didepanku, dan jelaskan!..” teriak Alice marah karena ada lelaki dirumah sahabatnya malam malam dan dia bahkan tidak tau siapa lelaki itu.


“Briana siapa dia?” dengan suara pelan Akles memberanikan diri bertanya kepada Briana siapa perempuan itu yang ngamuk setelah masuk ke apartemen Briana, bahkan berani memarahi Briana dan bahkan sampai memukulnya tanpa bertanya terlebih dahulu siapa Akles sebenarnya.


“Suusstt pelan pelan dia sahabatku” Briana langsung menaruh jari telunjuk kebibirnya supaya Akles merendahkan suaranya tersebut.

__ADS_1


“Aduh mati aku. Maaf Akles gara gara aku kamu jadi kena amukan Alice, mari ikut aku duduk dihadapannya” mereka berdua berjalan perlahan sembari menundukkan kepala takut akan Alice yang sudah mengamuk, melihat Briana yang seperti takut lantas membuat Akles juga ikut menunduk mengikuti langkah kaki Briana.


“Cepat duduk. Lelet banget sih kalian berdua ini!” Ucap ketus Alice yang sudah menunggu mereka berdua untuk duduk dihadapannya itu.


“Alice dia kenalanku” Ucap Briana menjawab tetapi malah dipelototi oleh Alice sembari menunjuk dirinya untuk segera duduk membuat Briana langsung terdiam dan menuruti perintah Alice.


Melihat mereka berdua sudah duduk bersampingan bahkan tanpa jarak membuat Alice semakin geram.


“Hus hus agak geser sedikit!” dengan suara menekan dan tangan mengibas supaya Akles dan Briana menjaga jarak dihadapannya itu. Briana hanya menghela napas dan langsung bergeser, Akles hanya terdiam masih bingung ingin bereaksi seperti apa.


“Kamu siapa? Tinggal dimana? Bagaiamana kamu bisa kenal Briana? Kamu kerja apa? kenapa malam malam begini di apartemen Briana?. Ada niat apa kamu mendekati dia?” tanya Alice tanpa jeda membuat Briana langsung tercengang kesal.


“Alice ngerep apa bertanya sih?” Balas Briana karena pertanyaan sahabatnya begitu cepat tanpa basa basi.


“Briana diam, aku tidak bertanya denganmu!” Jawab ketus Alice menyuruhnya untuk diam jika dirinya tidak bertanya pada sahabatnya itu.


Lantas membuat Briana langsung terdiam tak membantah sama sekali ucapan sahabatnya itu. Melihat raut wajah Briana yang tidak enak takut, membuat Akles langsung memberanikan diri untuk membela Briana ia tak tega sedari tadi Alice memarahinya saja.


Akles dengan tenang menjawab pertanyaan Alice. Tetapi mata Alice melirik Akles dari ujung kepala sampai ujung kaki mengamati lelaki dihadapannya itu.


“Kenapa kalian bertemu malam malam begini? Briana aku mengenalmu bisa bisanya kamu membawa lelaki ke apartemenmu berdua saja bahkan Basil saja tidak pernah ke sini malam malam” Tampaknya jawaban Akles tentu tidak membuat Alice puas bahkan membandingkan Akles dengan Basil.


“Alice ucapanmu keterlaluan!...” Jawab Briana dengan mata berkaca kaca karena mendengar nama Basil keluar dari mulut Briana bahkan seperti menganggap Briana nakal karena sudah membawa Akles ke apartemennya malam malam.


Sadar dengan ucapannya yang keterlaluan membuat Alice tersentak dan langsung terdiam.


‘Ah bodoh kenapa aku membahas Basil, dasar Alice karena emosi dan kesal membuatku jadi seperti orang bodoh, tidak ingatkah kamu Alice jika Briana frustasi karena Basil mengapa jadi membahas lelaki bajingan itu’ Ucap Alice dalam hatinya menyesali perbuatannya yang telah salah ucap.

__ADS_1


Akles tambah bingung siapa Basil sebenarnya sehingga membuat wajah Briana langsung pucat ketika Alice mengucap nama itu.


“Akles maaf membuat suana jadi kacau, kamu boleh pulang dulu” Ucap Briana dengan nada suara sudah lesu.


“Briana aku tidak bermaksud seperti itu, maafkan aku” Alice langsung meminta maaf terhadap Briana yang sudah terlihat pucat dan lesu.


“Tidak apa apa Alice aku tau niatmu baik. Kamu juga boleh pulang dulu aku ingin istirahat” Briana tanpa basa basi langsung menyuruh Alice untuk pulang juga bukan hanya Akles saja.


Membuat Alice tambah sangat bersalah membahas Basil dengan situasi begini.


“Akles kamu saja dulu pulang duluan, aku masih ingin disini bersama Briana karena aku baru saja datang.” Ucap Alice yang menyuruh Akles untuk pulang duluan dan dia ingin sedikit lebih lama tinggal di apartemen Briana dan meminta maaf atas ucapannya yang keterlaluan.


“Aku tidak mau!” Ucap Akles dengan tegas karena khawatir akan keadaan Briana.


Mendengar Akles yang menolak membuat Alice menatap tajam Akles sembari menghela napas panjang.


“Tolong kalian berdua pulang saja dulu, ini sudah malam aku juga ingin istirahat” Ucap Briana yang melihat mereka berdua tidak segera pulang bahkan tidak ingin pulang.


Alice langsung memeluk Briana yang sudah pucat bahkan matanya sudah sayup, dengan lembuat Alice meminta maaf kepada Briana atas ucapannya yang keterlaluan sudah membahas Basil.


“Maafkan aku Briana maaf... aku terbawa suasana maafkan aku. Hik hik aku tidak ada niat menggali lukamu lagi, aku tidak mau kamu terluka lagi maafkan aku membuat lukamu timbul lagi dengan menyebut nama bajingan tengik itu”


Alice memeluk Briana sembari menangis meminta maaf menyesali ucapannya itu membuat Briana juga langsung menangis karena memang matanya sudah berkaca kaca sedari tadi.


“Maafkan aku Briana, jangan suruh aku pulang aku ingin lebih lama disini menemanimu karena kau juga baru datang. Maafkan aku, kamu bisa pukul aku, tendang aku jika itu membuatmu merasa lega atas ucapanku yang bodoh ini” ucap Alice sembari menangis memeluk Briana.


“Bicara apa kamu Alice aku tidak mungkin sekejam itu sampai memukulmu, maafkan aku juga tidak cerita semua kepadamu Alice, aku juga meminta maaf”

__ADS_1


Alice dan Briana menangis bersama sembari berpelukan meminta maaf satu sama lain karena merasa bersalah telah salah berbicara dan tidak bercerita.


Disisi lain Akles hanya terdiam melihat mereka berdua saling menangis tersedu sedu ia tidak tau harus bagaimana, karena Akles juga sampai sekarang belum tau siapa sebenarnya nama Alice karena belum tau jelas.


__ADS_2