
Sesampainya Briana di lorong apartemen yang hendak berjalan menuju apartemennya betapa terkejut ia melihat seseorang yang begitu familiar berdiri di depan pintu apartemennya.
Langkah kaki terhenti mata yang langsung melotot membulat sempurna detak jantung semakin kencang, persekian detik Briana mematung melihat orang itu dan tak lama kemudian Briana langsung memutar badannya untuk pergi dari situ akan tetapi orang itu sudah terlebih dulu melihat Briana yang hendak beranjak pergi.
“Briana tunggu” teriak orang itu sembari berlari menghampiri wanita cantik itu.
Briana mengacuhkan orang itu bahkan mempercepat langkah kakinya untuk segera pergi tetapi langkah kakinya kurang cepat sehingga terbalap dan menghadang.
“Briana tunggu kenapa kamu menghindariku?” Tanya orang itu dengan wajah cemas dan suara putus aja.
“Aku tidak mau bertemu lagi denganmu Basil” menjawab sembari memalingkan wajahnya ke samping. Ternyata mantannyalah yang menunggu di depan apartemen Briana.
“Tapi kenapa?…” Tanya Pria itu sembari berusaha menarik tangan Briana.
“Kamu bertanya kenapa hah? Tidak salah!..” Melotot sembari menahan diri seperti orang yang ingin menampar.
“Briana tolong jangan begini” Langsung menarik tangan Briana.
“Lepaskan…” melihat dengan tajam ke arah tangannya.
“Tidak Briana aku tidak mungkin melepaskanmu, aku ingin kita bicarakan lagi!…” kekeh menggenggam tangan Briana.
“Ah sakit lepasin Basil” Berusaha melepas tangan Basil.
“Ok aku lepaskan tapi kita bicarakan baik baik ya” Melepas tangan Briana dengan nada bicara lembut.
Briana hanya bisa menggelengkan kepalanya lalu pergi berlari menuju apartemennya, buru buru ia memencet kode masuk akan tetapi lagi lagi Briana kalah cepat dengan langkah Basil.
Briana yang sudah berhasil membuka pintu dan ingin langsung menutupnya tetapi kaki Basil yang langsung mengganjel pintu dan tangan yang mendorong supaya tak tertutup dari dalam oleh Briana.
“Pergi aku mohon!…” Teriak Briana sembari mendorong pintu berusaha menutupnya.
“Tidak aku tidak akan pergi sebelum aku berbicara padamu!..” Kekeh tidak mau pergi.
“Aaaaakh pergi….” Teriak Briana sekali lagi dengan sekuat tenaga mendorong pintu.
“Akh sakit!…”
__ADS_1
Karena Briana yang sekuat tenaga mendorong berusaha menutup pintu membuat tangan Basil terjepit dengan keras sampai ia menjerit sakit.
Mendengar Basil merintih sakit membuat Briana memberhentikan dorongannya sejenak sehingga Basil langsung bisa memanfaatkan itu untuk langsung masuk ke apartemennya dan langsung menutup pintu dari dalam tak memperdulikan rasa sakit di tangannya karena terjepit.
“Briana aku mohon beri aku kesempatan” Memohon maju dihadapan Briana yang terdiam.
“Hah tanganmu terjepit ya aduh bagaimana ini?” Itulah kelemahan Briana yang tak peduli dirinya jika melihat orang lain terluka, sembari ingin meraih jari jemari pria tampan nan tinggi itu yang terjepit tadi.
“Ah tidak apa apa” Melihat wajah Briana yang panik langsung Basil memeluk Briana tanpa basa basi.
“Maafkan aku Briana” meminta maaf dengan suara yang sangat lembut sembari memeluk dan mengelus kepala wanita cantik itu.
Ada semenit Basil memeluk Briana yang akhirnya tubuh tinggi Basil itu dilepaskan oleh Briana.
Dengan napas terengah sorot mata sayup menatap dalam setelah melepas pelukan Basil, Briana menggelengkan kepalanya menandakan untuk berhenti.
Basil yang paham mundur selangkah dan pura pura merintih sakit sembari memegang jarinya yang terjepit karena Ia paham Briana tidak akan mengacuhkan orang yang sedang kesakitan terluka.
“Aw sakit” Rintihan Basil sembari mengerutkan semua bagian wajahnya ber’ekting.
“Aduh maaf aku tidak berniat begitu” seperti dugaannya Basil, Briana tidak mungkin membiarkan orang lain kesakitan apalagi karena ulahnya.
‘Dia tidak berubah, walau sebenernya tak sesakit itu tapi rencanaku untuk berpura pura kesakitan berhasil, aku sangat bodoh melepaskan orang yang tulis ini’ imbuh Basil dalam hatinya senang.
Duduk seperti yang dipinta Briana tangan yang membekas biru karena terjepit keras tadi.
Tangan Basil dipegang oleh Briana ia sibuk mengoles dengan oil mengelus dan mengurut pelan pelan sesekali mulut yang meniup niup meredakan rasa sakit. Basil hanya bisa tersenyum melihat Briana begitu perhatian akan tangannya, tak sepatah katapun ia berbicara karena takut jika keluar satu kalimat saja bisa membuat Briana sadar dan berhenti.
“Au” Rintihan Basil yang tampak sakit tangannya yang diurut pelan oleh Briana.
“Sakit ya? Tahan sebentar lagi masa gini aja sakit lemah!” Sindir Briana yang melihat wajah Basil kesakitan.
“Haha iya iya sakit sedikit” jawab Akles tertawa kecil dengan menciutkan salah satu tangannya.
Setelah beberapa menit kemudian Briana sudah selesai mengurus tangan Basil, dan mereka berdua duduk bersampingan belum memulai perbincangan.
“Ada apa datang kemari?” Tanya Briana sembari menunduk tak ingin melihat.
__ADS_1
“Aku hanya ingin berbicara padamu! Coba lihat ke arahku jangan menunduk” Tangan Basil yang memegang lembut bahu Briana untuk berbicara sembari melihatnya tak tertunduk.
“Bicaralah” menjawab singkat akan tetapi masih tertunduk.
“Briana, aku tidak selingkuh seperti dugaanmu aku tak pernah berpaling darimu aku….”
Mendengar tidak selingkuh Briana langsung melihat ke arah Basil sambil memelototkan matanya tak percaya.
“Briana tolong” melihat repon yang begitu emosional membuat Basil menghentikan sejenak ucapannya menelan ludah sebentar lalu memohon kembali.
“Tolong dengarkan dulu” Briana hanya bisa menggelengkan kepalanya dengan sorot mata yang tajam penuh emosi.
“Maafkan aku aku sunggu tidak selingkuh!… aku salah tidak langsung menghentikanmu pas kamu pergi meminta putus aku salah bukan berarti tuduhanmu benar” berbicara dengan raut wajah berharap.
“Apa katamu??? Apa aku tidak salah dengar?! Tuduhanku ahahaha lucu sekali” mendengar itu membuat Briana langsung merespon dan tertawa terbahak bahak dan mulai air matanya keluar menetes.
“Tuduhanku kamu bilang hah bukti yang ku tunjukkan sudah begitu jelas dan itu bukan hari yang sama beda hari. Banyak Basil banyak!!!…” Teriak Briana sembari mendekatkan wajahnya ke wajah Basil dengan mata melotot tajam emosi.
“Itu memang aku tapi aku tidak selingkuh bukan begitu Briana” kekeh dengan penjelasannya sembari memeluk Briana yang begitu dekat dengannya.
“Lepaskan..” teriak Briana sembari melepaskan pelukan Basil.
“Sudah jelas jelas bisa jadi setiap hari karena beda tempat beda baju sangat mesra Basil! Apa itu dikatakan bukan perselingkuhan hah?!!..” suara Briana menggelegar tak satu katapun keluar dengan halus.
Basil hanya bisa menggelengkan kepalanya dengan mata yang penuh berkaca kaca sembari meraih tangan Briana meyakinkan.
“Kumohon aku tidak selingkuh” meraih tangan Briana
“Kamu tau betapa hancur hati aku?! betapa sakit hati aku mengetahuinya Basil” Suara Briana yang mulai terdengar menangis sembari menunjuk dirinya sendiri.
“Aku tau maka dari itu kita perbaiki ya kumohon” mulai menarik tangan Briana yang diraihnya ingin memeluk lagi untuk menenangkan.
“Aku gak mau ketemu lagi sama kamu, aku gak mau sama orang yang sudah mengkhianati aku tolong pergi jauh dari hidupku..” Meneriaki Basil sembari melepaskan tangannya dan mulai memukul mukul Basil dengan keras.
Basil yang melihat Briana menangis tak berkata apa apa hanya berusaha menerima pukulan didadanya ia takut semakin menyakiti Briana lagi.
“Hiks hiks hiks” bunyi tangisan sesenggukan sampai cegukan terdengar dari suara Briana, mata yang mulai membengkak dan memerah karena menangis.
__ADS_1
Setelah lamanya menunggu akhirnya tangisan Briana mulai mereda, Basil langsung mengeluarkan hpnya dan membuka untuk ditunjukkan ke Briana yang mulai tenang.
***