
Setelah semua pulang tinggal Bu Murni dan kedua anaknya membereskan semua. Mencuci bekas makanan dan membereskan ruang dapur dan tamu bekas acara makan bersama.
Sedangkan Alisia menaiki tangga, berniat untuk mandi dan memasuki daerah kekuasaannya.
Saat akan masuk kamarnya, matanya tak sengaja menoleh dan melihat ada piano yang sudah tertata rapi di dekat ruangan santainya.
"Bundaaaaaa!" teriak Alisia dengan air mata yang sudah meleleh, namun hatinya sangat bahagia. Begitu besar cinta bundanya pada dirinya.
Alisia berlari menuruni tangga dengan wajah yang tak bisa dilukiskan antara bahagia juga terharu dengan perlakuan wanita yang selama ini sudah begitu mencintainya.
"Bunda!
Alisia senang sekali. Terimakasih banyak!" Isak Alisia sambil memeluk erat sang Bunda.
Hanum tersenyum dan berulang kali mengecup pucuk kepala putrinya, ikut bahagia karena anaknya sangat senang dengan hadiah yang ia berikan.
"Bunda ingin Alisia bahagia, semoga kadonya bermanfaat ya sayang." balas Hanum sambil mengusap air mata di pipi mulus sang anak.
"Makasih bund! Alisia janji tidak akan mengecewakan bunda. Alisia akan memanfaatkan semua yang bunda berikan dengan baik." sahut Alisia tersenyum dan kembali memeluk erat bundanya.
"Sudah sore,Andi dulu gih. Terus istirahat.
Bunda mau pergi ke toko sebentar ya, nanti Alisia dirumah sama Bu Murni!" balas Hanum lembut dan meminta putrinya untuk naik kembali ke lantai atas, tanpa banyak membantah, Alisia menuruti perintah wanita yang begitu disayanginya.
"Bu Murni!
Aku mau ke toko sebentar, tolong temani Alisia dulu ya, Bu!" Hanum menemui Bu murni yang tengah sibuk membersihkan dapur.
"Siap mbak Hanum. Tenang saja, saya pasti jagain neng Alisia. Ini sisa makanannya diapain, mbak?
Masih banyak!" sahut Bu murni sambil menatap makanan yang ada di atas meja yang masih lumayan banyak, ada capcay, sate, rendang, cumi, juga udang.
"Bu Murni bawa saja sebagian, sisakan sedikit saja untukku juga Alisia makan malam.
Aku pergi dulu ya Bu, jangan buka pintunya kalau ada tamu yang gak Bu Murni kenal.
Setelah kedatangan mas Ali kemarin, entahlah hatiku selalu merasa cemas.
Tolong ya Bu, jangan sembarangan bukain pintu." Hanum menatap lekat pada wanita paruh baya yang sudah bekerja dengannya beberapa tahun terakhir ini.
__ADS_1
"Siap mbak Hanum. Insyaallah saya paham dengan kecemasan mbak Hanum. Saya akan lindungi neng Alisia dan jaga dia dengan baik, mbak Hanum tidak perlu khawatir.
Kalau ada apa apa nanti akan saya minta bantuan warga sekitar." Sahut Bu murni dengan wajah serius dan Hanum percaya kalau perempuan paruh baya dihadapan nya ini mampu mengatasi jika tiba tiba keluarga dari Ali datang mengusik.
"Yasudah, aku berangkat dulu ya Bu.
Hati hati dirumah. Asalamualaikum!" pamit Hanum dan langsung melangkah menuju garasi mengeluarkan mobil Honda jazz miliknya.
Sedangkan Bu Marni yang mengikuti Hanum dari belakang langsung tanggap, setelah mobil yang Hanum tumpangi keluar dari gerbang rumah, Bu Murni langsung mengunci pintu kabar rapat. Agar kalau ada yang datang tidak langsung bisa masuk. Toh kalau ada tamu ada bel yang di pasang di depan pagar, mereka bisa memencetnya.
☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️
Sedang di lain tempat. Aku sedang termenung memperhatikan penampilan istrinya yang semakin hari semakin besar, wajahnya juga agak lebih tua dari umurnya.
Saat ini tak lagi menarik di matanya, setelah melihat seperti apa penampilan Hanum sekarang. Sangat jauh jika dibandingkan dengan Rani, istrinya saat ini. Wanita yang dulu membuatnya tergila gila dan tega meninggalkan kewajibannya sebagai ayah juga suami dari Hanum dan Alisia.
Kenapa sih mas?
Kamu dari tadi kok ngelihat aku seperti itu, kangen manja manjaan ya?" goda Rani dengan wajah centilnya, lalu menghampiri suaminya dengan percaya diri dan memeluknya dari belakang.
"Kamu belum mandi ya, Ma?
Tubuhmu bau apek!" ucap Ali yang langsung melepaskan pelukan istrinya dan memilih pergi menjauh. Mendengar ucapan suaminya yang tidak lagi bersikap romantis, membuat Rani kesal.
"Awas saja kamu Hanum. Aku akan bikin perhitungan kalau sampai suamiku tak lagi bersikap baik padaku. Dasar pelakor!" umpat Rani dengan dada naik turun dan begitu membenci sosok Hanum yang dianggapnya perusak dan pengganggu.
Setelah selesai melakukan aktifitasnya, Rani pergi membersihkan diri. Ingin tampil wangi dan cantik. Agar Ali tak lagi meliriknya sebelah mata.
"Loh mas! Kok sudah rapi, mau kemana?" tanya Rani menatap penampilan suaminya yang sudah rapi dan wangi.
"Mau pergi cari uang, emang mau apa lagi sih RAN?" sungut Ali tak suka dengan ocehan istrinya.
"Aku kan cuma nanya, mas!
Lagian ini sudah hampir sore, emangnya mau kemana sih?
Gak biasanya kamu keluar jam segini!
Atau kamu mau nemui mantan istri kamu yang jelek itu ya?" sahut Rani dengan tatapan bencinya, mulutnya mencebik dengan tangan di taruh di pinggang.
__ADS_1
"Jangan suudzon kamu, aku mau kerumahnya Rudi, mau membicarakan bisnis. Puas kamu?" jawab Ali dengan wajah merah padam. Entah kenapa hatinya begitu tak suka mendengar Hanum di jelekkan.
"Awas saja kalau sampai kamu menemui perempuan itu, aku akan bikin wanita itu menyesal karena sudah berani merusak hubungan kita!" sungut Rani dengan tatapan tak sukanya dan membuat Ali justru tertawa dengan apa yang di katakan istrinya barusan.
"Kamu gak salah, RAN?
Bukannya itu kamu ya, kamu yang sudah merebut ku dari Hanum?
Kamu yang sudah merusak hubunganku dengan Hanum. Kok sekarang kamu bicara seolah Hanum yang menyakitimu, aneh kamu!" sahut Ali dengan wajah sinisnya lalu pergi begitu saja meninggalkan Rani yang masih menganga tak percaya dengan apa yang di dengar dari mulut suaminya.
"Awas kamu, mas!
Kaku sudah berani menyalahkan aku dan menganggap diriku perusak. Kalau bukan kamu yang merayuku, aku juga tak Sudi mengenalmu. Dasar laki laki picik!" geram Rani dengan mengepalkan kedua tangannya, dadanya be gemuruh menahan amarah yang siap meledak.
☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️
jangan lupa mampir juga di karya aku yang lain.
#Tekanan Dari Mantan Suami (Tamat)
#Cinta dalam ikatan Takdir (ongoing)
#Coretan pena Hawa (ongoing)
#Cinta suamiku untuk wanita lain (ongoing)
#Sekar Arumi (ongoing)
#Wanita kedua (Tamat)
#Kasih sayang yang salah (Tamat)
#Cinta berbalut Nafsu ( ongoing )
New karya :
#Karena warisan Anakku mati di tanganku
#Ayahku lebih memilih wanita Lain
__ADS_1
Peluk sayang dari jauh, semoga kita senantiasa diberikan kesehatan dan keberkahan dalam setiap langkah yang kita jalani.
Haturnuhun sudah baca karya karya Hawa dan jangan lupa tinggalkan jejak dengan like, komentar dan love nya ya say ❤️