Ayahku Lebih Memilih Wanita Lain

Ayahku Lebih Memilih Wanita Lain
episode 46


__ADS_3

"Baiklah, aku terima niat baik kamu, mas!


Tolong, jangan ingkari apa yang mas Pram ucapkan saat ini di kemudian hari. Aku percaya sama kamu." Hanum menundukkan kepalanya, ada perasaan hangat yang menjalar di seluruh tubuhnya. Cinta yang masih tersimpan kini akan bersatu dan terikat oleh ikatan pernikahan.


"Alhamdulillah." seru Vivi dan Pram bersamaan.


"Kalau begitu, aku akan ajak orang tuaku untuk melamar kamu secara resmi, kapan kamu bisanya?" Pram terlihat sangat antusias dan tak bisa menyembunyikan kebahagiaannya, hatinya tersangkut dengan penerimaan Hanum.


"Kapan saja, boleh mas!


Atur saja. Aku kan sudah gak punya siapa siapa lagi!" balas Hanum sendu.


"Baiklah!


Nanti pas acara lamaran cukup keluarga inti saja. Kamu bisa minta salah ibu tetangga dan Bu RT untuk menemani kamu. Aku janji akan terus membahagiakan kamu dan anak anak kita." Pram terlihat sangat antusias dan bahagia. Senyumnya terus mengembang.


"Cie yang bahagia, senyum terus!" ledek Vivi yang ikut senang melihat kakaknya bahagia.


☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️


Sedangkan dilain tempat, Rani yang baru saja sampai dirumahnya Ali dengan kedua anaknya, duduk di kursi teras menunggu kedatangan Ali. Karena rumah dalam keadaan terkunci.


"Akhirnya yang ditunggu datang juga." gumam Rani yang sudah menunggu hampir satu jam


Ali yang baru saja sampai, kaget melihat keberadaan Rani dengan kedua anaknya.


"Ngapain kamu disini?" sinis Ali geram.


"Aku punya hak tinggal dirumah ini.


Anak anak akan ujian besok, jadi mereka harus menyelesaikan ujiannya sebelum pindah.


Dan selama mereka menjalani ujian sekolah, aku akan tinggal disini." sahut Rani tanpa beban dan membuat Ali geram.


"Enak saja, ini rumahku.


Dibangun juga dengan uangku, tanah juga milik keluargaku, hak apa yang kamu maksud hah!

__ADS_1


Jangan ngumpul!" herdik Ali meradang.


"Terserah, aku pokoknya akan tinggal disini selama anak anak ujian. Sini, mana kuncinya?


Aku capek, nungguin kamu hampir satu jam." sungut Rani seolah masih merasa jadi istrinya Ali.


Ali yang tak Sudi menampung mereka, akhirnya kembali pergi, tujuannya kerumah ibunya.


"Mas! Mas, tunggu!


Mana kuncinya, jangan pergi begitu saja kamu!" teriak Rani yang masih belum mau menyerah.


"Bodoh amat, tidur saja di emperan. Kamu sudah bukan istriku, jadi jangan mimpi buat tinggal dirumahku!" sentak Ali kesal dan akan melajukan mobilnya kembali.


"Kalau kamu gak kasih ijin aku tinggal disini. Aku akan ikut kerumahnya ibumu, perduli amat. Suka gak suka aku akan tidur di sana!" teriak Rani yang sama sekali tidak digubris oleh Ali.


"Loh, katanya mau tidur dirumah kamu. Kok sudah kesini lagi?" sambut Bu Bibit heran melihat wajah kesal anaknya.


"Tutup pintunya, Bu!


Kunci dari dalam!


"Memang si Rani itu, nekad dan gak tau malu!


Yasudah, kamu tidur sana.


Pintunya sudah dikunci, tutup jendela dan matikan lampunya. Sudah malam, ibu juga sudah ngantuk, mau tidur!" sahut Bu Bibit yang langsung masuk ke kamarnya menyusui sang suami yang sudah terlelap sedari tadi, akibat meminum obat.


Ali mengunci rapat pintu pagar, dan rumahnya.


Menutup tirai jendela dan mematikan lampunya.


Tak memperdulikan Rani dan anak anaknya mau tidur dimana, Ali memasuki kamarnya dan merebahkan tubuhnya.


Rani yang menyusul bersama kedua anaknya menelan kecewa, rumah mantan mertuanya sudah tertutup rapat dan gelap.


"Kita tidur dimana, ma?" rengek Zidan yang sudah sangat lelah karena perjalanan jauh, dan perutnya juga sudah mulai lapar.

__ADS_1


"Kita menginap di hotel saja malan ini, ya?


Bentar mama pesankan taksi." sahut Rani yang terpaksa menginap di hotel, kasihan anak anaknya yang sudah mulai lelah dan kelaparan.


"Awas kamu, mas!


Aku akan buat perhitungan denganmu setelah ini!" batin Rani menyimpan dendam dan kebencian di hatinya.


☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️


jangan lupa mampir juga di karya aku yang lain.


#Tekanan Dari Mantan Suami (Tamat)


#Cinta dalam ikatan Takdir (ongoing)


#Coretan pena Hawa (ongoing)


#Cinta suamiku untuk wanita lain (ongoing)


#Sekar Arumi (ongoing)


#Wanita kedua (Tamat)


#Kasih sayang yang salah (Tamat)


#Cinta berbalut Nafsu ( ongoing )


New karya :


#Karena warisan Anakku mati di tanganku


#Ayahku lebih memilih wanita Lain


#Saat Cinta Harus Memilih


#Menjadi Gundik Suami Sendiri

__ADS_1


Peluk sayang dari jauh, semoga kita senantiasa diberikan kesehatan dan keberkahan dalam setiap langkah yang kita jalani.


Haturnuhun sudah baca karya karya Hawa dan jangan lupa tinggalkan jejak dengan like, komentar dan love nya ya say ❤️


__ADS_2