Ayahku Lebih Memilih Wanita Lain

Ayahku Lebih Memilih Wanita Lain
episode 43


__ADS_3

"Aku sudah pisah sama Rani, dia selingkuh dengan mantan suaminya.


Aku langsung memberikan talak tiga pada perempuan sialan itu.


Jujur, aku sangat menyesal sudah meninggalkan kamu dulu. Ternyata kamu jauh lebih berharga dan segalanya dibandingkan dengan Rani.


Num, mari kita rujuk. Alisia butuh figur seorang ayah. Aku janji akan membahagiakan kalian. Dan mari kita berjuang sama sama untuk sukses.


Aku dengar kamu punya toko baju yang lumayan besar, aku siap bantu mengelolanya. Kamu bisa mengandalkan aku, jadi kamu bisa duduk manis dirumah saja, usaha kamu biar aku yang pegang, jadi kamu gak akan kecapean mengurusnya."


Ali bicara panjang lebar, sedikitpun Hanum tak Sudi meresponnya, yang ada muak dan kesal mendengar semua ucapan Ali yang tak tau malu itu.


"Stop!


Tolong, jangan terus membual di hadapanku. Aku muak mendengar mu terus mengoceh.


Silahkan pergi, karena aku sedang sibuk!" Hanum menatap tajam ke arah Ali dengan nafas naik turun.


Hatinya panas mendengar omong kosong mantan suaminya.


"Kenapa sih kamu, Num?


Niatku itu baik, aku ingin kita rujuk, bersama lagi demi putri kita.


Apa itu salah?" sahut Ali dengan wajah mengeras.


"Salah, sangat salah.


Karena itu hanya keinginan kamu saja, bukan keinginanku. Aku tak Sudi mengulang kesalahan yang sama. Apa kamu tidak ingat, bagaimana kamu memperlakukan aku selama bertahun tahun, sekarang dengan mudahnya kamu mau minta kita rujuk. Jangan harap, aku tidak akan pernah Sudi." bentak Hanum yang sudah tak lagi bisa menahan amarahnya.


"Egois kamu, Num.


Apa kamu gak mikirin perasaan Alisia?


Dia butuh ayahnya, dan apa kamu gak takut kalau hartamu jadi incaran laki laki gak bertanggung jawab?


Aku hanya ingin melindungi kalian, dan aku juga masih mencintai kamu.


Kamu jauh lebih muda dan cantik, membuatku kembali merasakan jatuh cinta.


Ayolah, jangan besarkan egomu itu. Berpikirlah dengan jernih!" sahut Ali yang masih mempertahankan keinginannya dan sama sekali tak merasa bersalah dengan sikapnya selama ini.


"Ya Tuhan, manusia model apa yang aku hadapi saat ini?


Tolong, pergi dari rumahku, mas!


Aku tidak akan Sudi kembali lagi sama kamu. Jalani saja kehidupan kita masing masing seperti selama ini kamu gak pernah perduli dengan nasib anakmu.


Alisia sudah cukup bahagia hidup hanya denganku.


Jadi, tidak usah kamu repot repot memikirkannya.


Paham?" tekan Hanum dengan dada bergemuruh menahan rasa kesal di hatinya.

__ADS_1


"Sombong kamu, Hanum!


Baru punya harta sedikit saja sudah berlagak.


Kalau kamu masih dengan egomu yang tak mau kita rujuk. Aku tak Sudi lagi memberikan nafkah untuk Alisia. Biar kamu tau, sengsaranya berjuang sendirian." ancam Ali dengan angkuhnya.


Dan kalimatnya itu justru membuat Hanum tertawa terbahak bahak.


"Mas, mas!


Apa kamu lupa, kalau selama ini aku berjuang sendirian membesarkan Alisia?


Tapi aku sanggupkan?


Dan baru saja kemarin kamu kasih uang tiga juta ke anakmu, sudah kamu ungkit ungkit, apa gak malu kamu?


Sela ini, kamu kemana saja?


Tau apa kamu soal hidup dan nasib anakmu selama ini, hah?


Tanpa kamu pun aku sanggup berjuang sendirian membesarkan anakku.


Sudahlah, lebih baik aku tidak berurusan dengan manusia sepertimu, dari pada kamu kasih nafkah ke anak gak seberapa tapi bikin pusing dan sakit hati." balas Hanum dengan panjang lebar dan tatapan meremehkan ke arah Ali.


"Dasar perempuan angkuh, awas saja sampai kamu datang dan mengemis bantuan padaku. Aku tak Sudi, urus saja sendiri anakmu itu, aku tidak perduli lagi." bentak Ali dengan wajah merah padam.


"Iya, pergilah!


Tapi Jika nanti kamu tua, jangan pernah datang mencari anakku. Minta saja sama anak tiri kamu itu." usir Hanum dengan wajah dinginnya.


Ali yang sudah tak tahan mendengar hinaan dari Hanum, pergi begitu saja dan tak lagi mau menoleh. Merasa jika harga dirinya sudah di injak injak oleh Hanum.


Saat akan memasuki mobilnya, Ali menatap pria berpakaian khas tentara masuk menuju kerumahnya Hanum bersama seorang anak perempuan yang masih berusia remaja.


Ali menghentikan niatnya saat melihat kedatangan laki laki tampan dan Hanum terlihat begitu ramah saat menyambut kedatangan laki laki tersebut, membuat Ali terbakar api cemburu.


"Oh, ternyata ini yang buat kamu nolak untuk rujuk denganku, Num?


Suami siapa yang kamu gaet?


Cantik cantik kok jadi pelakor, dasar perempuan murahan!" maki Ali dengan tatapan menghina.


Pram yang mendengar hinaan Ali pada Hanum, langsung menghentikan langkahnya.


Dengan wajah tegasnya, Pram menatap tajam ke arah Ali yang terlihat menciut nyalinya.


"Jaga mulut anda, Hanum tidak sehina itu.


Dia perempuan terhormat, dan perlu anda tau, saya tidak memiliki istri dan memang berniat menjadikan Hanum ibu dari anak saya. Wajar kan, seorang duda melamar janda terhormat yang begitu menjaga harga dirinya.


Sekali lagi, jaga ucapan anda tentang calon istriku.


Atau akan saya buat mulut anda membusuk." tekan Pram dengan senyuman sinis di arahkan pada Ali yang terlihat mematung.

__ADS_1


"Heleh, terhormat apanya?


Buktinya kalian mau berduaan, alasan bawa anak.


Paling paling, anaknya suruh main sama anakku, kalian enak enakan di kamar berdua. Menjijikkan!" sahut Ali dengan tanpa tau malunya, membuat Pram habis kesabaran menghadapi mulut ember lawan bicaranya.


"Sudah saya bilang, jaga mulut anda!


Sekali lagi, saya dengar anda menghina Hanum, rasakan akibatnya." sahut Pram nyalang, kedua tangannya terkepal dengan wajah mengeras. Emosi sudah menguasai pria bertubuh atletis itu.


"Ada apa ini, mas?


Kenapa kamu marah marah?" tiba tiba Vivi datang dan membuat Ali terpana dengan kecantikan gadis yang memakai jilbab warna hitam.


"Sudahlah, tidak perlu diladeni. Anggap saja ada orang stres yang sedang ngoceh!" Hanum yang sedari tadi diam akhirnya ikut buka suara.


"Orang stres?" Vivi menimpali ucapan Hanum dengan wajah mengerut.


"Iya, itu!" tunjuk Hanum ke arah Ali yang terlihat langsung melotot tak suka.


☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️


jangan lupa mampir juga di karya aku yang lain.


#Tekanan Dari Mantan Suami (Tamat)


#Cinta dalam ikatan Takdir (ongoing)


#Coretan pena Hawa (ongoing)


#Cinta suamiku untuk wanita lain (ongoing)


#Sekar Arumi (ongoing)


#Wanita kedua (Tamat)


#Kasih sayang yang salah (Tamat)


#Cinta berbalut Nafsu ( ongoing )


New karya :


#Karena warisan Anakku mati di tanganku


#Ayahku lebih memilih wanita Lain


#Saat Cinta Harus Memilih


#Menjadi Gundik Suami Sendiri


Peluk sayang dari jauh, semoga kita senantiasa diberikan kesehatan dan keberkahan dalam setiap langkah yang kita jalani.


Haturnuhun sudah baca karya karya Hawa dan jangan lupa tinggalkan jejak dengan like, komentar dan love nya ya say ❤️

__ADS_1


__ADS_2