Ayahku Lebih Memilih Wanita Lain

Ayahku Lebih Memilih Wanita Lain
episode 36


__ADS_3

"Nanti ibu juga akan tau, lihat saja nanti!" Ali kembali masuk kedalam kamarnya, menghubungi seseorang dan melaporkan kejadian yang baru saja dia alami.


"Sepertinya penjara lebih cocok untukmu, Rani!


Dan aku akan membuatmu tersiksa di dalam sana." seringai licik tercetak di wajah Ali.


Bu Bibit yang akan menyusul anaknya masuk ke dalam rumah, menghentikan langkahnya saat ada suara ramai memanggil namanya.


'Bu Bibit, tunggu!" terdengar suara Bu Saudah, Mak Ijah dan beberapa tetangga lain yang terlihat berjalan ke arah Bu Bibit dengan wajah penasaran mereka.


"Tadi kamu lihat Rani ngamuk ngamuk, ada apa to Bu?


Bukannya Ali sudah menceraikan si Rani waktu itu?" tanya Mak Ijah dengan suaranya yang cempreng.


"Dia gak terima di ceraikan Ali, kesini mau minta harta Gono gini dan Ali disuruh menafkahi anak anaknya yang dari suaminya dulu.


Ya jelas anakku ora Sudi, dari pada memberi uang cuma cuma sama anak si Rani, ya uangnya buat Alisia to, jelas jelas darah dagingnya Ali." jelas Bu bibit dengan bersungut sungut.


"Owalah, makanya di Rani langsung ngamuk.


Tadi aku lihat dia tengah mukul mobilnya Ali, iya kan?" sambung pak Karjo yang langsung mengarah ke arah mobilnya Ali sudah terlihat rusak. Kacanya sudah berserak karena pukulan Rani.


"Ya ampun sampai pecah kayak gitu, wah parah itu.


Lebih baik lapor polisi saja." sahut ibu ibu yang lain.


Mendengar keributan yang ada di depan rumahnya, Ali keluar dan ternyata sudah ada beberapa tetangga yang berdiri di halaman depan dengan wajah wajah penasaran.


"Loh itu Ali, kamu sudah lapor polisi?" tunjuk pak Sabar saat melihat Ali sudah berdiri di depan pintu.


"Sudah pak, aku ingin Rani mempertanggung jawabkan perbuatannya. Biar dia tidak berbuat sesukanya lagi." sahut Ali tenang.


Dan obrolan pun terus bergulir kesana kemari.


Hingga suatu jerit tangis membuyarkan obrolan mereka.


"Itu kan suara Bu Endang, kok nangis kayak gitu." ucap Mak Ijah dan di benarkan oleh semua orang.


Satu persatu mereka berjalan mendekat ke arah Bu Endang yang tengah menangis dengan tampilan yang sudah berantakan.

__ADS_1


"Bu Endang kenapa, malam malam begini kok nangis nurut jalan?


Ada apa to?" tegur pak sabar dan ibu ibu yang lain pun ikut mendekat ke arah Bu Endang, dan menatapnya iba juga penasaran dengan apa yang terjadi pada tetangganya itu.


"Tolong saya semuanya, tolong bantu saya. Huhuhu!" Bu Endang tergugu dengan wajah terlihat kacau.


"Lebih baik, kita bawa Bu Endang ke rumah saya dulu, gimana. Kasihan, sepertinya Bu Endang memang ada masalah." Bu Bibit memberikan idenya dan langsung mendapat respon baik semua orang.


Bu Endang di tuntun untuk di bawa masuk kerumahnya Bu Bibit. Dan dengan cekatan Bu bibit langsung mengambilkan air minum untuk Bu Endang, karena keadaan perempuan itu terlihat sangat kacau sekali, bahkan rambutnya acak acakan dengan bibir berdarah.


Setelah meminum air pemberian Bu bibit, Bu Endang terlihat sedikit tenang, meskipun Isak tangisnya masih bisa terdengar.


"Sebenarnya apa yang terjadi dengan Bu Endang?


Kenapa Bu Endang sampai bisa seperti ini?" tanya pak sabar memecah keheningan, dan semua mata langsung mengarah pada Bu Endang yang semakin basah oleh air matanya.


"Kalau Bu Endang tidak keberatan, coba ceritakan pada kami semua. Barangkali kami bisa membantu!" yang modal Ali dengan tatapan iba pada wanita paruh baya yang selama ini sering bertengkar dengan istrinya, yaitu Rani.


"Suami saya selingkuh dengan janda di ujung gang sana. Huwaa huwaaaa ." tangis Bu Endang pecah, tubuhnya terguncang, membuat semua orang setempat mengucap istighfar mendengar pengakuan Bu Endang.


"Bagaimana Bu Endang bisa tau?


Dan apa Bu Endang sudah punya buktinya?" tanya Bu Bibit iba, mengelus pundak Bu Endang.


Dan saya juga sempat adu mulut dengan nya.


Dan Rani bilang kalau suami saya selingkuh dengan janda di ujung gang sana. Awalnya saya gak percaya, tapi ucapan Rani sepertinya tidak main main.


Setelah Rani pergi, saya memutuskan untuk membuktikan ucapannya itu dengan mendatangi rumah janda itu.


Karena memang suami saya sudah tiga hari tidak pulang karena urusan pekerjaan, dia bilang ada pekerjaan di luar kota.


Tapi pas saya tiba di rumahnya janda itu, ternyata ucapan Rani benar, suami saya tengah bermesraan sama janda gatal itu." jelas bu Endang dengan air mata yang semakin deras, membuat semua orang menatap iba, prihatin dengan apa yang menimpa Bu Endang.


"Terus, kenapa Bu Endang bisa berantakan kayak gini, dan bibir Bu Endang juga berdarah?" tanya pak Sabar semakin penasaran.


"Perempuan itu menjambak dan memukul saya, bahkan suami saya juga membantu perempuan itu untuk memukuli saya.


Saya minta cerai tapi dia gak mau, karena usaha yang sekarang di jalankan suami saya milik orang tua saya dan atas nama saya. Kalau kamu cerai otomatis dia akan miskin." terang Bu Endang dengan suara bergetar.

__ADS_1


"Lebih baik Bu Endang hubungi keluarga Bu Endang, Ini sudah masalah kekerasan dan tidak bisa di biarkan.


Apa dirumah ada anak ibu?" sahut Ali yang ikut geram mendengar cerita Bu Endang, teringat dengan perselingkuhan Rani dan Munir.


"Rendi sama Nina ada dirumah, kebetulan Rendi sedang libur kuliah dan Nina memang sengaja menginap karena suaminya tugas keluar kota." sahut Bu Endang dengan tatapan kosong.


"Kalau begitu, Ali tolong kamu pergi kerumah Bu Endang, ajak Rendi dan Nina kemari." titah Bu Bibit menatap putranya dan menganggukkan kepalanya.


Tanpa membantah Ali langsung pergi kerumahnya Bu Endang untuk menjemput kedua anak Bu Endang.


☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️


jangan lupa mampir juga di karya aku yang lain.


#Tekanan Dari Mantan Suami (Tamat)


#Cinta dalam ikatan Takdir (ongoing)


#Coretan pena Hawa (ongoing)


#Cinta suamiku untuk wanita lain (ongoing)


#Sekar Arumi (ongoing)


#Wanita kedua (Tamat)


#Kasih sayang yang salah (Tamat)


#Cinta berbalut Nafsu ( ongoing )


New karya :


#Karena warisan Anakku mati di tanganku


#Ayahku lebih memilih wanita Lain


#Saat Cinta Harus Memilih


#Menjadi Gundik Suami Sendiri

__ADS_1


Peluk sayang dari jauh, semoga kita senantiasa diberikan kesehatan dan keberkahan dalam setiap langkah yang kita jalani.


Haturnuhun sudah baca karya karya Hawa dan jangan lupa tinggalkan jejak dengan like, komentar dan love nya ya say ❤️


__ADS_2