Ayahku Lebih Memilih Wanita Lain

Ayahku Lebih Memilih Wanita Lain
episode 48


__ADS_3

Rani meminjam motor milik Bimo untuk mengantar jemput anaknya ke sekolah.


Hatinya sudah puas, karena dendamnya terlaksana. Ali pasti hancur dan meraung-raung usahanya gulung tikar.


Sekarang tinggal melaksanakan niatnya untuk membalas sakit hatinya pada Hanum.


Padahal Hanum tidak pernah melakukan apapun pada Rani.


Rani saja yang dengan tanpa alasan. Rasa irinya sudah membutakan matanya, sehingga mempunyai niat jahat pada Hanum.


☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️


"Semua habis tak tersisa Bu!


Usahaku bangkrut karena dirampok." lirih Ali yang meratapi nasibnya, Bu Bibit hanya diam membeku, tak ada lagi harta yang ia miliki, hanya beberapa hektar sawah saja. Sedangkan yang lain sudah dijual untuk modal Ali membuka usaha waktu itu.


"Apa kamu sudah lapor polisi, le?


Laporkan, dan terus berdoa agar penjahat nya bisa tertangkap secepatnya." Bu Bibit menatap kosong hamparan halaman depan rumahnya.


"Ali akan me kantor polisi, Bu!


Meskipun cctv dirusak, semoga polisi bisa mendapatkan bukti lain untuk menangkap pelakunya.


Doakan Ali, Bu!" Ali berjalan lunglai menuju mobilnya, akan pergi ke kantor polisi untuk melaporkan perampokan di toko sembako dan juga bengkelnya.


Sedangkan dilain tempat, Hanum yang tengah mempersiapkan diri untuk dilamar Pram nanti malam, terus mengukir senyum bahagia.


Bahkan Alisia juga terlihat bahagia melihat bundanya yang terlihat ceria.


Para tetangganya dengan suka rela pada membantu mempersiapkan segala sesuatunya untuk acara nanti malam.


Memasak masakan yang enak enak, membuat berbagai macam kue.


Suasana rumah Hanum tengah ramai karena banyak tetangga yang datang membantu.


"Bunda!


Bunda lagi bahagia ya, dari tadi senyum terus?* tanya Alisia yang memeluk bundanya dari belakang.


"Masak sih, bunda biasa saja. Mana ada senyum senyum." Hanum berusaha mengelak dari ledekan anaknya.


"Alisia senang melihat bunda ceria, semoga om Pram benar benar menjaga dan menyayangi kita." lirih Alisia yang masih memeluk bundanya manja.


"Aamiin, insyaallah sayang. Insyaallah, om Pram orang baik, semoga setelah ini kita akan terus bahagia ya nak!" sahut Hanum yang membalikkan tubuhnya dan merengkuh Alisia dalam pelukannya.


"Makasih ya sayang!


Terimakasih karena Alisia sudah merestui bunda untuk menjadi istri om Pram!" Hanum menatap dalam manik coklat milih gadisnya.


"Iya, bunda!

__ADS_1


Alisia sayang bunda, dan Alisia yakin kalau om Pram akan membahagiakan bunda." sahut Alisia yang tersenyum lebar menatap penuh cinta pada bundanya.


Acara lamaran yang dihadiri keluarga inti dari oran dan juga beberapa tetangga berjalan lancar dan penuh haru.


Bahkan acara ijab kabul akan diadakan dua Minggu setelah lamaran. Tidak ingin menunda nunda niat baik. Dan mereka juga sudah sama sama pernah menikah. Hanum tidak mau diadakan pesta meriah, cukup yang sederhana saja, asal sah dimata hukum dan agama.


Pram dan keluarganya pun sama sekali tidak keberatan.


"Selamat ya mbak Hanum.


Semoga acaranya lancar sampai hari H." ucapan selamat dan doa dari keluarga dan tetangga terus mengalir mewarnai kebahagiaan Hanum dan Pram.


Akhirnya setelah menyimpan cinta dalam diam sekian tahun, mereka disatukan takdir dalam ikatan pernikahan.


☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️


Ali yang merasa tak lagi memiliki apapun berpikir untuk kembali mendekati Hanum.


Karena kini Hanum sudah hidup enak dan punya bisnis yang cukup sukses.


Dengan niat dan memantapkan hati.


Ali menuju ke rumah Hanum, namun saat hendak turun dari mobilnya, Ali menatap heran, karena rumah Hanum sedang banyak orang.


"Ada apa ya, kok di rumah Hanum banyak orang?" batin Ali penasaran


"Lebih baik aku langsung masuk saja, barangkali Hanum sedang mengadakan pengajian." Ali masih menerka nerka dan melangkahkan kakinya menuju rumah Hanum yang masih banyak tamu di dalamnya.


Matanya langsung tertuju pada Hanum yang terlihat sangat cantik dengan gamis warna gold.


"Waalaikumsallm!" semua pasang mata tertuju pada kedatangan Ali.


Ibu ibu terlihat bisik bisik dan menatap tak suka ke arah Ali.


Sedangkan Hanum hanya menatap datar dan tak berniat untuk mempersilahkan masuk mantan suaminya itu.


"Permisi!


Saya mau masuk, tolong minggir dulu.


Saya mau menemui anak dan istri saya " ucap Ali yang langsung mengundang cemooh para tetangga yang hadir, terutama ibu ibu yang tak menyukai Ali sejak dulu.


"Istri?


Mantan istri kali ya! Dih amit amit!" seru Bu Endang dengan tatapan sinis ke arah Ali.


"Masih ngaku istri, tapi nafkahi anaknya saja kagak pernah. Kok ada manusia model begitu. Gak tau malu!" sungut Bu Ratih dengan bibir mencebik kesal.


Dan masih banyak lagi komentar komentar miring tentang Ali.


"Ada apa kamu kesini, mas?" sambut Hanum dengan tatapan jengah.

__ADS_1


"Aku kangen Alisia dan mumpung banyak orang disini, aku ingin mengajak kamu rujuk!


Aku yakin, kamu masih mencintaiku, Num!


Karena bertahun tahun kita pisah, buktinya kamu masih betah sendiri. Itu artinya kamu masih belum bisa melupakan aku dan masih menungguku untuk kembali. Sekarang aku sudah kembali, dan mari kita rujuk, memulai dari awal, aku janji akan membahagiakan kalian." ucap Ali dengan percaya diri. Hanum hanya menggelengkan kepalanya, heran dengan sikap absurd laki laki di hadapannya itu.


"Pede sekali kamu, mas!


Bahkan aku sedikitpun mengingat kamu pun enggak. Jadi jangan bermimpi untuk rujuk denganmu. Aku masih waras, untuk tidak melakukan kesalahan yang sama." sahut Hanum dengan nada datar dan tatapan meremehkan.


"Hanum, akan menikah denganku.


Jadi mulai detik ini, jangan pernah ganggu calon istriku!" tekan Pram yang sudah tidak tahan melihat sikap Ali.


"Apa? hahahaaa" Ali tertawa terbahak menanggapi ucapan Pram yang dianggapnya mengada Ngada.


"Jangan mimpi!


Hanum masih mencintaiku, dan dia hanya akan menikah denganku." Sahut Ali dengan pongahnya sambil membusungkan dada.


☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️


jangan lupa mampir juga di karya aku yang lain.


#Tekanan Dari Mantan Suami (Tamat)


#Cinta dalam ikatan Takdir (ongoing)


#Coretan pena Hawa (ongoing)


#Cinta suamiku untuk wanita lain (ongoing)


#Sekar Arumi (ongoing)


#Wanita kedua (Tamat)


#Kasih sayang yang salah (Tamat)


#Cinta berbalut Nafsu ( ongoing )


New karya :


#Karena warisan Anakku mati di tanganku


#Ayahku lebih memilih wanita Lain


#Saat Cinta Harus Memilih


#Menjadi Gundik Suami Sendiri


Peluk sayang dari jauh, semoga kita senantiasa diberikan kesehatan dan keberkahan dalam setiap langkah yang kita jalani.

__ADS_1


Haturnuhun sudah baca karya karya Hawa dan jangan lupa tinggalkan jejak dengan like, komentar dan love nya ya say ❤️


__ADS_2