
"Alhamdulillah kalau begitu, Bu!
Terimakasih ya, Bu!
Terimakasih sudah bantuin Ali." balas Ali sambil mencium punggung tangan ibunya.
"Yasudah, ibu mau masuk dulu.
Kasihan bapakmu kena angin, nanti bisa masuk angin." sambung Bi bibit yang langsung mendorong kursi roda suaminya untuk masuk ke dalam rumah, dan Ali pergi ke ATM untuk menarik uang buat selamatan pindahan rumah besok.
Tanpa Ali sadari, pembicaraannya dengan sang ibu ternyata di dengar oleh Rani. Dan itu membuat Rani semakin merasa tidak di hargai dan tidak dianggap lagi oleh suaminya. Kemarahan juga dendam nya kian terasa menusuk hatinya.
"Awas kamu, mas!
Kamu sudah meremehkan istrimu ini. Kamu belum tau aku dan keluargaku yang sesungguhnya, aku bisa membuat kamu kembali bertekuk lutut padaku lagi hanya dengan satu kali jentikan jari saja." gumam Rani sambil menyeringai jahat, pikirannya langsung tertuju pada pakde Jari, kakak ibunya yang berprofesi sebagai seorang dukun.
"Aku akan menghubungi pakde Jari untuk meminta bantuannya. Setelah itu, tinggal menunggu hasilnya, hidupku akan kembali nyaman dan seperti layaknya seorang ratu lagi. Mas Ali, tidak akan berani membantahku." batin Rani dan langsung masuk kamar mengambil gawainya, menelpon keluarganya yang ada di Gresik, memberitahu bahwa ia akan pulang besok karena ada keperluan penting.
Ali yang baru saja kembali dari mengambil uang di ATM, langsung mencari ibunya di kamarnya. Menyerahkan uang sebesar tiga juta untuk di kelola sang ibu buat selamatan pindahan rumahnya.
"Makasih ya Bu, Kalau masih ada yang kurang. Ibu boleh bilang Ali lagi besok!" Ali menyodorkan uang sebanyak tiga juta kepada Bu Bibit dengan wajah berseri, karena orang tuanya selalu bisa diandalkan dalam keadaan apapun.
"Ini saja sudah cukup, insyaallah!
Besok ibu pagi pagi akan berangkat ke pasar sama mbok Jumi, mau belanja.
Dan tadi untuk kue basahnya, ibu sudah pesan sama Bu Darus, Alhamdulillah besok Bu Darus juga siap mengantar kue kue nya kerumah. Kamu tenang saja, semua pasti akan ibu urus dengan baik." sahut Bu Bibit dengan melengkungkan senyuman tipis di bibirnya.
"Iya, Bu. Terimakasih!
Semoga besok acaranya berjalan lancar, dan semoga dengan pindah di rumah sendiri Rani bisa merubah sikapnya lebih mandiri." balas Ali dengan harapan yang begitu banyak di dalam hatinya.
"Aamiin, semoga ya Le!
Yasudah, kamu istirahat saja, sudah malam!" Bu Demik menutup pintu kamarnya dan menyimpan uang dari Ali yang akan digunakan untuk belanja esok hari.
Sedangkan di dalam kamar, Rani tengah menunggu kemunculan suaminya dengan perasaan sakit, kecewa karena sebagai istri dirinya sudah tidak dianggap oleh Ali.
__ADS_1
"Mas!
Keterlaluan kamu ya!
Bisa bisanya, kamu menyuruh ibu yang mengatur semuanya. Aku ini istrimu dan aku masih bisa mengurus semuanya dengan benar. Aku kecewa sama kamu, mas!" sungut Rani saat melihat Ali yang baru saja masuk ke dalam kamar.
"Sudahlah, tidak usah berdebat hanya karena masalah sepele.
Harusnya kamu bersyukur aku menyerahkan semua pada ibu, kamu jadi tidak perlu lagi pusing pusing mengatur uang itu.
Ibu lebih tau apa yang harus dia lakukan untuk kita." sahut Ali dingin tanpa mau menatap Rani yang terlihat sangat kesal.
"Terserah kamu, mas!
Kalau kamu sudah tidak menganggap aku lagi, aku akan pergi dari sini, besok aku mau pulang ke Gresik. Hatiku terlalu sakit melihat tingkahmu ini. Seolah aku tidak becus mengurus rumah." sahut Rani dengan tatapan kesal dan tajam menghunus wajah suaminya yang justru terlihat tersenyum tipis namun sarat dengan ejekan.
"Bagus! Jadi kamu bisa introspeksi dirimu disana.
Dan agar kamu juga bisa berpikir dengan kelakuan kamu selama ini, apa kamu sudah benar benar menjalankan peranmu sebagai istri dengan baik belum?" balas Ali tenang, bahkan tidak sedikitpun berniat untuk menghalangi kepergian Rani sama sekali.
Apa kamu sedang merencanakan untuk kembali sama mantan istri kamu itu, hah?
Dasar jahat kamu, mas!" Isak Rani yang kaget dengan balasan suaminya. Dia pikir Ali akan mencegah kepergian nya, namun justru Ali tak masalah dan menyuruhnya pergi tanpa beban agar bisa berpikir.
"Tidak usah bawa bawa Hanum dengan masalah kita, Rani!
Hanum tidak tau apa apa, simpan kata kata buruk mu itu.
Dan kalau kamu mau pergi ke keluarga kamu, sebaiknya lusa kamu berangkat, besok dirumah akan ada banyak tamu, aku gak mau, tetangga berpikir macam macam tentang kita. Seolah aku bukan suami yang baik!" Ali menatap tajam pada Rani yang terlihat mengepalkan kedua tangannya, merasa geram dengan tingkah Ali yang sangat egois menurutnya.
"Kenapa memangnya kalau aku berangkat besok?
Bukankah disini keberadaanku sudah tidak dianggap lagi?" Sahut Rani yang kembali menantang sorot tajam suaminya dengan wajah bengisnya.
"Pergi saja semau kamu, terserah aku tidak perduli.
Tapi kalau besok kamu tetap memilih berangkat, jangan salahkan aku kalau aku jatuhkan talaq padamu. Karena aku tidak suka perempuan pembangkang dan mempermalukan harga diri suaminya." balas Ali dengan wajah dinginnya, membuat Rani langsung ciut dan memucat.
__ADS_1
Ali merebahkan tubuhnya di atas kasur, berusaha memejamkan matanya dan bersikap tak perduli dengan tingkah istrinya yang terlihat sangat murka dengan keputusannya. Ali tidak mau lagi di jadikan kacung istrinya yang selalu bersikap sesukanya itu.
"Awas kamu, mas!
Hari ini aku akan diam dan pura pura mengalah.
Tapi setelah aku membuatmu kembali bertekuk lutut padaku, aku akan menguasai semuanya dan kamu hanya bisa menuruti kemauanku!" batin Rani sambil menatap penuh dengan kelicikan.
☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️
jangan lupa mampir juga di karya aku yang lain.
#Tekanan Dari Mantan Suami (Tamat)
#Cinta dalam ikatan Takdir (ongoing)
#Coretan pena Hawa (ongoing)
#Cinta suamiku untuk wanita lain (ongoing)
#Sekar Arumi (ongoing)
#Wanita kedua (Tamat)
#Kasih sayang yang salah (Tamat)
#Cinta berbalut Nafsu ( ongoing )
New karya :
#Karena warisan Anakku mati di tanganku
#Ayahku lebih memilih wanita Lain
Peluk sayang dari jauh, semoga kita senantiasa diberikan kesehatan dan keberkahan dalam setiap langkah yang kita jalani.
Haturnuhun sudah baca karya karya Hawa dan jangan lupa tinggalkan jejak dengan like, komentar dan love nya ya say ❤️
__ADS_1