
Tanpa mereka sadari, Vidio memalukan Rani telah tersebar di seluruh sosial media, yang di unggah oleh salah satu warga. Dalam waktu beberapa menit saja, vidio itu sudah di tonton oleh jutaan orang. Tak terkecuali oleh Hanum yang kaget saat melihat Vidio viral tentang perbuatan mesum istri mantan suaminya.
"Astagfirullah!" gumam Hanum dengan dada berdebar melihat Vidio Rani yang tengah di arak warga.
"Meskipun aku sakit hati dengan perbuatan kalian, entah kenapa aku kasihan sama kamu, mas!
Semoga dengan kejadian ini, kamu bisa berhati hati dalam menjatuhkan hati." lirih Hanum yang menatap nanar ke arah jendela kamarnya. Bayangan masa lalu tiba tiba kembali membayangi pikirannya.
"Bund!
Besok temani Alisia beli peralatan sekolah ya?" tiba tiba Alisia muncul dan sudah berada di samping bundanya.
"Iya sayang, pulang sekolah kita langsung mampir ke toko perdana." sahut Hanum yang bicara begitu lembut pada putrinya. Dan terlihat Alisia tengah ingin mengatakan sesuatu, terlihat matanya tengah gelisah.
"Alisia mau cerita sama bunda?" Hanum seakan tau kegelisahan sang putri, dengan lembut Hanum mengajak Alisia untuk duduk di pinggir kasur dan menatapnya penuh dengan cinta.
"Alisia, boleh cerita apapun sama bunda. Dan Alisia juga boleh mengatakan apapun yang ada di pikiran Alisia sama bunda, nak!
Bunda justru suka kalau Alisia bisa terbuka sama bunda. Karena bunda ingin bisa menjadi teman untuk Alisia." ucap Hanum panjang lebar dengan nada lembut dan penuh perhatian, membuat Alisia selalu merasa nyaman saat dekat dengan bundanya.
"Apa bunda sudah baikan sama ayah?" tanya Alisia dengan tatapan yang sulit diartikan.
"Bunda memang sudah melupakan kesalahan ayah, dan bunda juga sudah memaafkan ayah. Karena menyimpan dendam juga tak baik. Hanya akan mengotori hati dan membuat hidup tidak nyaman!" sahut Hanum bijak, agar Alisia memahami Arti memaafkan dan mengolah rasa agar tidak mudah menyimpan dendam.
"Itu artinya, bunda akan kembali sama ayah lagi?" sahut Alisia yang sudah terlihat berkaca kaca di kedua mata beningnya.
"Memaafkan dan melupakan beda dengan keinginan kembali untuk bersama, nak!
Bunda sudah tidak lagi bisa membuka hati buat ayah, maaf kalau keputusan bunda menyakiti hati Alisia!" sahut Hanum hati hati, takut jika membuat putrinya terluka.
"Justru Alisia lega mendengar jawaban bunda.
Tadinya Alisia takut kalau bunda kembali dengan ayah. Alisia belum bisa melupakan kejadian waktu itu. Alisia masih belum bisa memaafkan ayah, bund!" Alisia menunduk dan tetesan bening sudah membasahi wajah cantiknya. Hanum yang bisa merasakan luka di hati putrinya pun mengerti, diraihnya tubuh Alisia kedalam pelukannya.
__ADS_1
"Istighfar sayang. Setiap Alisia ingat keburukan ayah, baca istighfar nak. Insyaallah hati kamu kembali tenang. Bunda tau, memang tak mudah menghapus luka yang sudah ayahmu goreskan.
Tapi Alisia harus tetap ingat, jika ayah tetaplah orang tua Alisia. Sebenci apapun Alisia sama ayah, bunda berharap, Alisia tetap bersikap sopan ya nak, hormati ayah sebagaimana mestinya.
Bunda tau, Alisia anak shalihah, pasti Alisia bisa melakukan semua itu." Hanum berkata dengan lembut, berusaha membuat Alisia menjadi anak yang baik, sesakit apapun hatinya pada mantan suaminya, tak ingin memberi kata dan contoh yang buruk pada sang anak.
"Insyaallah bunda, Alisia akan terus ingat nasehat bunda. Setidaknya Alisia sudah merasa lega dengan jawaban bunda. Alisia sayang sama bunda!"
"Bunda juga sayang banget sama Alisia. Kesayangannya bunda ini!" Hanum dan Alisia saling berpelukan dan saling menguatkan. Cinta ibu dan anak begitu kental diantara mereka.
"Bund, Alisia boleh tidur sama bunda?"
"Boleh dong, bunda juga sudah kangen sama putri kesayangannya bunda! Pingin ngeloni bayi besarnya bunda nih!" sahut Hanum senang dan membuat Alisia tertawa renyah dan terus bermanja dalam dekapan bundanya.
"Yasudah, ini kan sudah malam, Alisia tidur gih.
Bunda mau ngetik cerita dulu." sambung Hanum dan Alisia langsung merebahkan tubuhnya di atas ranjang besar nan nyaman milik bundanya.
Hanum menatap sendu wajah Alisia yang terlelap.
Disepanjang usia kamu belum pernah merasakan kasih sayang dari ayahmu. Semoga, bunda bisa memberikan kamu kebahagiaan dan membuat kamu nyaman tanpa kurang sedikitpun kasih sayang. Bunda akan terus berusaha untuk selalu ada untuk Alisia." batin Hanum perih, tak terasa air matanya sudah berjatuhan kian deras mengiringi rasa sesak di dalam dadanya.
Hanum tak pernah menyalahkan Alisia yang masih belum bisa memaafkan ayahnya, karena luka yang di torehkan Ali terlalu dalam dan sudah bernanah.
Alisia kecil kenyang dengan bentakkan dan pukulan dari Ali. Bahkan Alisia seringkali melihat bagaimana Ali memukul bundanya. Dendam dan sakit hati menumpuk begitu saja di otak Alisia pada Ali. Hingga sampai detik ini, Alisia masih belum bisa menghapus memori menyakitkan itu.
Setelah menyelesaikan pekerjaan mengetik cerita yang on going, Hanum merebahkan tubuhnya di sisi Alisia, Hanum menaruh tangannya memeluk tubuh Alisia, mencium aroma tubuh sang anak penuh dengan cinta dan kerinduan. Terlalu banyak duka yang sudah dilewati Alisia sebab keegoisan ayahnya. Cinta yang begitu besar membuat Hanum berjuang mati matian demi bisa bertahan hidup dengan sang buah hati dengan segala keterbatasan.
Memori perih itu kembali hinggap dalam pikiran Hanum, membuat Hanum kian tergugu dalam Isak tangisnya. Rasa perih itu kembali muncul dan semakin membuat sesak nafasnya.
"Apa yang kamu alami saat ini, mungkin adalah karma atas perbuatan kamu sendiri, mas!
Entahlah, apakah aku harus senang dan lega?
__ADS_1
Atau harus bersimpati padamu, tapi yang pasti luka ini sedikit terobati melihat kamu dikhianati oleh wanita pilihan kamu." batin Hanum yang matanya tak lepas dari menatap wajah polos putrinya.
"Kenapa aku harus memikirkan Laki laki itu. Semakin membuat hatiku tidak nyaman saja. Ya Tuhan, jangan biarkan hatiku terus menerus mengingat luka itu. Lelah dan semakin sakit rasanya." batin Hanum yang terus bicara seorang diri, hingga berlahan matanya tertutup dan terbuai dengan mimpi indah.
☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️
jangan lupa mampir juga di karya aku yang lain.
#Tekanan Dari Mantan Suami (Tamat)
#Cinta dalam ikatan Takdir (ongoing)
#Coretan pena Hawa (ongoing)
#Cinta suamiku untuk wanita lain (ongoing)
#Sekar Arumi (ongoing)
#Wanita kedua (Tamat)
#Kasih sayang yang salah (Tamat)
#Cinta berbalut Nafsu ( ongoing )
New karya :
#Karena warisan Anakku mati di tanganku
#Ayahku lebih memilih wanita Lain
#Saat Cinta Harus Memilih
Peluk sayang dari jauh, semoga kita senantiasa diberikan kesehatan dan keberkahan dalam setiap langkah yang kita jalani.
__ADS_1
Haturnuhun sudah baca karya karya Hawa dan jangan lupa tinggalkan jejak dengan like, komentar dan love nya ya say ❤️