
"Hanum, akan menikah denganku.
Jadi mulai detik ini, jangan pernah ganggu calon istriku!" tekan Pram yang sudah tidak tahan melihat sikap Ali.
"Apa? hahahaaa" Ali tertawa terbahak menanggapi ucapan Pram yang dianggapnya mengada Ngada.
"Jangan mimpi!
Hanum masih mencintaiku, dan dia hanya akan menikah denganku." Sahut Ali dengan pongahnya sambil membusungkan dada.
"Kamu salah, mas!
Aku sama sekali sudah tidak memiliki rasa apapun padamu, bahkan aku sangat berharap untuk tidak pernah bertemu denganmu lagi. Sejak penghianatan dan kamu merendahkan aku dulu, sejak itulah rasa cintaku sudah hilang untukmu. Jadi jangan pernah bicara ngawur tentang perasaanku.
Dan satu lagi, apa yang dibilang mas Pram benar, sebentar lagi kamu akan menikah, dan hari ini adalah acara lamaran kami. Jadi, lebih baik kamu pergi, kehadiranmu sangat tidak diharapkan disini." sahut Hanum panjang lebar, meluapkan perasaan kesalnya terhadap tingkah Ali yang tidak pernah berubah.
"Apa?
Apa kamu sudah pikirkan baik baik, Num?
Apa kamu mau menikah dengan dia yang bahkan gajinya saja kecil, jangan jangan dia hanya mau menguasai harta kamu saja. Kan sekarang hidupmu sudah enak, punya toko baju yang besar dan punya dua cabang, belum lagi hasil menulis kamu. Kamu harus hati hati!" Ali berusaha menjelekkan Pram dihadapan semua orang terutama dihadapan Hanum, berharap mantan istrinya itu mau membatalkan rencana pernikahannya dengan Pram dan mau kembali rujuk padanya.
"Oh iya?
Maaf, aku sama sekali tidak terpengaruh dengan ucapan kamu itu.
Mas Pram baik dan bertanggung jawab. Bahkan saat aku menerima pinangannya, sedikitpun aku tidak mau tau berapa gaji yang beliau miliki. Bagiku, kesetiaan dan ketulusan yang jauh lebih penting." sahut Hanum tegas dan membuat Ali mencebikkan bibirnya, menatap tak suka ke arah Pram yang masih tatap bersikap tenang.
"Halah, mana ada jaman sekarang orang setia.
Paling paling kalau sudah mendapatkan kamu dan hartamu, dia juga akan kepincut sama wanita lain. Lebih baik kamu balik saja sama aku, kita sudah pernah bersama dan ada Alisia yang juga membutuhkan sosok ayah sepertiku. Jangan egois kamu jadi ibu, mementingkan nafsumu sendiri, tanpa perduli dengan hati anaknya." sungut Ali yang membuat Hanum seketika emosi mendengar celotehannya.
"Jaga ucapan kamu, mas!
Aku memutuskan menikah semua sudah atas persetujuan anakku. Dan Alisia mendukung dan menerima mas Pram yang dianggapnya jauh lebih baik daripada kamu.
Ngaca dong kalau mau bicara, memang kamu pernah perduli dengan Alisia?
__ADS_1
Kamu saja selama ini jadi budaknya Rani. Sekarang saja kamu bingung pingin kembali padaku, karena kamu tau aku sudah hidup enak dan Rani selingkuh.
Jangan kamu pikir, aku tidak tau niat licik kamu itu." herdik Hanum yang sudah tidak bisa menahan kekesalannya, tak perduli jika ucapannya mungkin tak pantas di dengar, tapi itulah fakta yang harus Hanum lontarkan pada laki laki tak tau malu di hadapannya.
"Sudahlah, kamu tidak perlu menanggapi omong kosong laki laki ini.
Fokus saja sama masa depan kita. Aku yakin Alisia juga setuju dan bahagia dengan niat baik kita!
Bukan begitu, nak?" Pram ikut menimpali dan meminta pendapat anak sambungnya.
"Iya, Alisia senang melihat bunda bahagia, dan semoga om Pram akan terus menjaga hati kami.
Dan melindungi kamu dari niat jahat orang orang yang tidak menyukai kami.
Alisia terima om Pram jadi ayahku kok!" sahut Alisia pasti dan tersenyum hangat menatap ke arah Pram yang juga tersenyum.
"Tuh dengarkan kamu, Ali!
Alisia saja lebih memilih pak Pram jadi ayahnya, itu artinya dia sudah dewasa sehingga bisa tau mana yang baik dan mama yang modis." Bu Endang menimpali dengan wajah meledek.
"Pergilah, sebelum kami mengusir kamu dari sini!" sambung Pram tegas dengan tatapan tajam ke arah Ali yang terlihat mengepalkan kedua tangannya.
Kamu sudah merendahkan aku dengan tidak mau rujuk denganku. Aku tidak terima diperlakukan seperti ini." tekan Ali yang sudah memerah wajahnya, menatap nyalang pada Hanum yang justru tersenyum sinis menatap Ali.
"Jangan pernah mengancam Hanum.
Kalau sampai terjadi sesuatu pada Hanum maupun Alisia, aku pastikan kamu tidak lagi bisa menikmati indahnya dunia, aku bisa mematahkan lehermu dalam satu jentikan jari saja!" tekan Pram garang, membuat Ali sedikit menciut nyalinya.
Karena bagaimanapun Orang adalah seorang TNI yang tidak diragukan lagi seperti apa kekuatan fisiknya.
"Pergilah!" usir Pram sekali lagi. Dan Ali memutar tubuhnya meninggalkan kediaman Hanum dengan perasaan kesal.
"Kurang ajar, Hanum sudah akan menikah dengan laki laki sombong itu.
Bagaimana nasibku setelah ini, aku tidak mau hidup miskin!" geram Ali yang memukul setir mobilnya. Harapan dan rencana berantakan.
Ali meninggalkan rumah Hanum dan melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi, tak sengaja mobilnya berpapasan dengan Rani yang tengah duduk bersama seorang preman pasar di desanya.
__ADS_1
"Itu kan Rani, sedang apa dia disini dengan preman itu?
Atau jangan jangan, Rani dan preman itu yang sudah merampok toko juga bengkel milikku.
Kurang ajar, aku harus bisa membuktikan kalau mereka pelakunya." gumam Ali yang langsung menghentikan mobilnya tak jauh dari tempat Rani berada.
Sebelum keluar, Ali lebih dulu menyalakan kamera videonya untuk merekam obrolannya nanti dengan mantan istrinya itu. Ali yakin, otak perampokan itu adalah mantan istrinya dan preman yang kini tengah bersamanya itu.
☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️
jangan lupa mampir juga di karya aku yang lain.
#Tekanan Dari Mantan Suami (Tamat)
#Cinta dalam ikatan Takdir (ongoing)
#Coretan pena Hawa (ongoing)
#Cinta suamiku untuk wanita lain (ongoing)
#Sekar Arumi (ongoing)
#Wanita kedua (Tamat)
#Kasih sayang yang salah (Tamat)
#Cinta berbalut Nafsu ( ongoing )
New karya :
#Karena warisan Anakku mati di tanganku
#Ayahku lebih memilih wanita Lain
#Saat Cinta Harus Memilih
#Menjadi Gundik Suami Sendiri
__ADS_1
Peluk sayang dari jauh, semoga kita senantiasa diberikan kesehatan dan keberkahan dalam setiap langkah yang kita jalani.
Haturnuhun sudah baca karya karya Hawa dan jangan lupa tinggalkan jejak dengan like, komentar dan love nya ya say ❤️