Ayahku Lebih Memilih Wanita Lain

Ayahku Lebih Memilih Wanita Lain
episode 39


__ADS_3

"Mbak Hanum sudah punya calon lagi belum?"


"Gak ada, mau fokus sama Alisia saja dulu.


Masih belum ketemu yang sreg!" balas Hanum dengan wajah yang dibuat setenang mungkin.


"Berarti ada kesempatan buat mas Pram untuk mendekati mbak Hanum ya?


Aku berharap kalian bisa menikah, entahlah, meskipun baru beberapa kali aku kenal sama mbak, aku sudah yakin banget, kalau mbak itu cocok sama mas Pram, dan aku juga yakin, mbak Hanum perempuan baik yang bisa meluluhkan hati Abang, sejak ketemu mbak, mas Pram terlihat ceria, tidak seperti biasanya yang banyak diam dan dingin pada siapapun." Vivi mengatakan apa yang ada di hatinya,dan membuat Hanum terdiam tidak berani menjawab apapun, karena belum benar benar yakin dengan hatinya, meskipun tak dipungkiri, cinta untuk Pram masih ada. Tapi luka masa lalu yang di ciptakan Ali membawa trauma yang sulit untuk di lupakan, sehingga tak mudah untuk Hanum membuka hati pada laki laki.


"Kenapa mbk Hanum diam saja?


Apa mbak marah dengan perkataan ku?


Maaf kalau sudah buat mbak Hanum gak nyama!" lirih Vivi yang merasa bersalah, tindakannya memang terlalu cepat dan terburu buru, padahal kakaknya dan Hanum baru saja bertemu setelah sekian tahun tidak pernah berkomunikasi.


"Mbak gak marah. Cuma belum ada pikiran ke arah sana.


Apa yang pernah mbak alami, membuat mbak berpikir lebih jauh untuk menjalin hubungan lagi.


Apa lagi, kini ada Alisia yang harus aku jaga hati dan mentalnya.


Semoga, kamu paham dengan maksudku ini." Hanum menjawab dengan lembut tanpa menutupi apapun yang dia rasakan.


Karena tujuan hidupnya saat ini hanyalah Alisia.


Untuk jatuh cinta dan menikah lagi, Hanum masih belum begitu memikirkannya.


"Iya, mbak!


Insyaallah mas Pram akan siap menunggu sampai mbak Hanum siap. Percayalah dengan ketulusan kakakku dan insyaallah keluarga kami juga mendukung dan pasti akan menerima mbak dan Alisia dengan senang hati.


Vivi harap, mbak Hanum mau memikirkannya lagi." Hanum terdiam, bibirnya terkunci rapat. Meskipun hatinya tak memungkiri kebaikan Vivi dan juga Pram. Tapi bagi Hanum semua itu tak cukup. Masih banyak yang harus dipikirkan, dan menyerahkan semuanya pada takdir. Biarlah Tuhan yang akan menentukan jalan hidup dan jodohnya. Pasrah dan ikhlas itulah yang kini Hanum ingin lakukan.


☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️


Sedangkan di lain tempat, Bu Endang yang sudah terlihat baik baik saja, mulai menjalankan rencananya.


Tak Sudi, harta yang dikumpulkan orang tuanya dibuat menghidupi wanita yang bahkan sudah menghina dan merendahkan dirinya.


Bu Endang ingin suaminya dan gundiknya hidup miskin dan menderita tanpa uang darinya.


"Ren, tolong hubungi pak Handoko.


Mama ingin membicarakan sesuatu. Mama tunggu dirumah sebelum ashar." perintah Bu Endang pada anak laki lakinya. Pak Handoko adalah pengacara keluarga Bu Endang.

__ADS_1


Bu Endang ingin menyelamatkan semua hartanya dan membalik nama atas nama kedua anaknya.


"Rendi dan Nina, ikut mama ke kamar.


Mama mau bicara sama kalian berdua."


Bu Endang sangat serius, dan tidak mau menunda lagi rencananya, mumpung suaminya sedang tergila gila dengan wanita selingkuhannya.


Bu Endang yakin kalau sang suami tidak akan pulang dalam waktu dekat ini. Dan Bu Endang akan menggunakan kesempatan itu untuk memiskinkan sang suami.


"Mama akan mewariskan usaha kakek, pada kalian berdua, atas nama kalian berdua.


Dan rumah ini, akan mama jual, hasil penjualannya akan mama gunakan untuk membeli rumah sederhana di kampung kakek, dan sisanya akan mama gunakan untuk membeli sawah.


Mama harap, kalian selalu rukun dan saling perduli, jangan pernah bermusuhan karena harta.


Mama akan bagi sesuai dengan ketentuan, nanti biar pak Handoko yang mengatur.


Mama sudah tidak bisa memaafkan papa kalian, hari mama sudah terlalu sakit di perlakukan seperti hewan oleh mereka." Bu Endang kembali meneteskan air matanya, tiap teringat kejadian malam itu, hatinya begitu sesak dan sangat sakit.


"Kami paham apa yang mama rasakan, kamu menyayangi mama.


Dan akan menuruti semua ucapan mama.


Kenapa mama harus pergi ke kampung, lebih baik kita beli rumah tak jauh dari kantor saja, kita akan tinggal berdua tanpa papa. Rendi akan jaga mama."


Lebih baik mama tetap tinggal di kota, dan beli rumah yang tak jauh dari kantor.


Lebih baik mama tinggal dengan Rendi, biar mama ada yang jagain, dan papa tidak berani macam macam sama mama, karena ada Rendi yang akan melindungi mama.


Nina juga akan sering datang menemui mama kok."


"Baiklah jika itu yang menurut kalian baik, mamakan ikut maunya kalian.


Tapi jangan pernah larang mama untuk bercerai dari papa kalian!"


Suasana hening, ibu dan anak sedang larut dengan pikiran masing masing, hingga suara mobil terdengar berhenti di halaman rumah.


"Itu pasti papa kalian.


Dia pasti akan ngamuk, karena mama sudah memblokir semua ATM nya, dan juga menutup aksesnya masuk kantor.


Mama sudah gak perduli lagi nasib papa kalian, dia sudah menghamburkan banyak uang untuk perempuan itu. Hampir tiga milyar, uang perusahaan papa kalian gunakan untuk menyenangkan gundiknya itu.


Mama tidak terima, dan akan mama ambil apa yang jadi milik mama!" jelas Bu Endang dengan wajah miris.

__ADS_1


"Biar Rendi yang temui papa, ma!"


"Kita akan temui papamu bersama sama.


Biar dia tau, kalau dia bukan siapa siapa tanpa harta mama."


"Endang!


Keluar kamu!


Dasar perempuan tak berguna, kurang ajar!


Endang!"


☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️


jangan lupa mampir juga di karya aku yang lain.


#Tekanan Dari Mantan Suami (Tamat)


#Cinta dalam ikatan Takdir (ongoing)


#Coretan pena Hawa (ongoing)


#Cinta suamiku untuk wanita lain (ongoing)


#Sekar Arumi (ongoing)


#Wanita kedua (Tamat)


#Kasih sayang yang salah (Tamat)


#Cinta berbalut Nafsu ( ongoing )


New karya :


#Karena warisan Anakku mati di tanganku


#Ayahku lebih memilih wanita Lain


#Saat Cinta Harus Memilih


#Menjadi Gundik Suami Sendiri


Peluk sayang dari jauh, semoga kita senantiasa diberikan kesehatan dan keberkahan dalam setiap langkah yang kita jalani.

__ADS_1


Haturnuhun sudah baca karya karya Hawa dan jangan lupa tinggalkan jejak dengan like, komentar dan love nya ya say ❤️


__ADS_2