
"Tapi kenapa, RAN?
Kamu mau bilang gak punya uang?
Aneh kamu, selama ini uang belanja yang aku berikan kamu kemenakan dan juga uang hasil warungmu tentu ada banyak, masak beli Kasur saja gak mau.
Pokoknya aku gak mau tau, beli kasur buat anak anak kamu dengan uangmu." Ali pergi begitu saja setelah mengatakan apa yang dia ingin katakan, membuat Rani kesal dan merutuki keadaan.
"Sejak ketemu dengan mantan istrinya, Mas Ali berubah drastis, dia sangat perhitungan dan tidak lagi hangat. Sikapnya cuek bahkan tidak lagi menuruti keinginanku." gumam Rani lirih dan mulai gelisah karena Ali sudah mulai berani mengungkit keuangannya dan itu akan membuat dia ketauan kalau sudah berbuat curang.
"Gimana keadaan bapak, Bu?" sambut Ali saat melihat ibunya pulang dengan mendorong kursi roda bapaknya.
"Alhamdulillah semakin membaik.
Kamu sudah makan, kok sudah duduk di luar saja!" sahut Bu Bibit yang terlihat berhenti sebentar di samping anaknya.
"Sudah Bu, barusan!
Besok Ali mau pindahan, Ali boleh minta tolong sama ibu?" Ali menatap ibunya serius dan membuat Bu Bibit mengerutkan wajahnya.
"Minta tolong apa to, le?
Kalau ibu bisa ya pasti ibu bantu!" sahut Bu Bibit yang langsung ikut duduk di samping anaknya dan menempatkan kursi roda suaminya tak jauh dari mereka.
"Gini Bu, kan kalau pindahan di kampung begini pasti nanti banyak warga yang ikut datang, Ali mau ibu yang mengatur untuk menyiapkan hidangan, dan selamatannya. Nanti uangnya Ali kasih ke ibu untuk ibu atur bagaimana baiknya." balas Ali dengan wajah yang tenang tanpa keraguan sedikitpun meskipun tau kalau wajah ibunya berubah heran saat menatap dirinya.
"Kenapa harus ibu, ada istri kamu.
__ADS_1
Nanti dia ngamuk ke ibu, bikin malu saja!" sahut Bu Bibit mengutarakan keberatannya.
"Justru Ali minta tolong ke ibu karena Ali tidak bisa percaya sama Rani, Bu!
Nanti uang buat selamatan pasti berhambur dan uang berapapun kalau di kasih ke dia pasti kurang terus. Ali gak mau pusing, karena mulai sekarang Ali juga harus bisa mengatur keuangan, Ali ingin memberi nafkah Alisia juga, Bu!" sahut Ali mengatakan isi dalam pikirannya, karena Rani memang selalu boros dan tidak akan cukup bila di kasih kepercayaan soal keuangan.
"Baiklah!
Tapi kalau istrimu itu bikin ulah, ibu harap kamu bisa mengatasinya, ibu gak mau malu sama tetangga karena ulah si Rani itu." sahut Bu Bibit dengan menghembuskan nafasnya dalam, lalu menatap suaminya yang tersenyum.
"Kira kira butuh uang berapa Bu, biar Ali ambilkan ke ATM?" tanya Ali dan membuat Bu Bibit sedikit berpikir, memperkirakan berapa yang harus dikeluarkan.
"Beri ibu tiga juta saja, Le!
Biar beras nanti dari ibu, wong di gudang masih banyak stok padi kering, tinggal giling saja.
Untuk yang lain lain biar ibu yang atur. Nanti ibu akan minta bantuan ibu ibu sekitar buat masak." sahut Bu Bibit memberikan idenya dan disambut senyum tenang dari Ali, kalau masalah diserahkan pada ibunya, pasti akan mudah mendapat solusi dan dia tidak harus banyak mengeluarkan uang lagi.
Terimakasih ya, Bu!
Terimakasih sudah bantuin Ali." balas Ali sambil mencium punggung tangan ibunya.
"Yasudah, ibu mau masuk dulu.
Kasihan bapakmu kena angin, nanti bisa masuk angin." sambung Bi bibit yang langsung mendorong kursi roda suaminya untuk masuk ke dalam rumah, dan Ali pergi ke ATM untuk menarik uang buat selamatan pindahan rumah besok.
#Hari ini up sedikit ya kak, karena asam lambung belum juga kunjung sembuh.
__ADS_1
Doain author segera sehat, biar bisa crazy up 🙏🙏
☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️
jangan lupa mampir juga di karya aku yang lain.
#Tekanan Dari Mantan Suami (Tamat)
#Cinta dalam ikatan Takdir (ongoing)
#Coretan pena Hawa (ongoing)
#Cinta suamiku untuk wanita lain (ongoing)
#Sekar Arumi (ongoing)
#Wanita kedua (Tamat)
#Kasih sayang yang salah (Tamat)
#Cinta berbalut Nafsu ( ongoing )
New karya :
#Karena warisan Anakku mati di tanganku
#Ayahku lebih memilih wanita Lain
__ADS_1
Peluk sayang dari jauh, semoga kita senantiasa diberikan kesehatan dan keberkahan dalam setiap langkah yang kita jalani.
Haturnuhun sudah baca karya karya Hawa dan jangan lupa tinggalkan jejak dengan like, komentar dan love nya ya say ❤️