
"Kamu ini bodoh atau memang serakah sih, Ran?
Mobil itu terbeli atas nama ibuku jadi meskipun kamu gugat sampai air mata darah yang keluar ya gak bisa, karena jelas jelas itu punya ibuku.
Dan soal rumah yang kamu maksud, apa kamu lupa jika tanahnya milik nenekku?
Jadi kamu pun juga gak punya hak apapun, dasar bodoh!
Dan yang bikin aku gak habis pikir, kamu tetap meminta untuk memberikan nafkah pada anak anak kamu yang jelas jelas bukan anakku, enak saja. Ora Sudi!
Pulanglah, percuma kamu kesini, karena tidak ada satupun yang bisa kamu tuntut." jawab Ali dengan senyuman miring di wajahnya.
Puas melihat Rani yang langsung terlihat memucat setelah mendengar ucapannya tentang semua hartanya.
Sedangkan Bu Bibit memilih diam saja berdiri tak jauh dari ruang keluarga melihat perdebatan aku dengan Rani.
"Kurang ajar kamu Ali!
Bisa bisanya kamu melempar ku begitu saja, Aku gak terima kamu perlakuan kayak gini.
Serahkan kunci mobilnya, aku akan membawanya pulang ke Gresik!" teriak Rani dengan dada naik turun, tak menyangka kalau selama ini dia terlalu bodoh, sehingga tak mengetahui jika mobil di beli atas nama mertuanya dan rumah di bangun di atas tanah neneknya Ali.
Dengan kemarahan dan sedang keadaan kalap, Rani memaksa masuk ke kamar yang dulu pernah diisi dirinya dengan Ali.
Namun Ali ternyata tidak membiarkan aksi Rani lolos begitu saja. Ali yang geram dan sangat membenci Rani, menarik paksa tangan Rani dengan sekuat tenaga untuk keluar dari kamarnya.
"Kamu sudah tidak punya hak masuk di rumah ini dengan bebas, Rani.
Ingat kamu bukan istriku lagi. Jadi jaga sikap kamu sebelum aku menendang mu dengan kasar agar keluar dari rumah ibuku." tekan Ali dengan mata melotot dan rahang mengeras.
Rani yang tidak terima terus saja memberontak, namun tenaganya kalah kuat dengan Ali.
"Seret dia keluar Ali!
Dan kunci pintunya, jangan biarkan perempuan murahan itu kembali masuk rumahku. Ora Sudi aku!" sungut Bu Bibit memerintah anak lelakinya.
Rani yang terus meronta tetap tidak bisa lepas dari cengkraman nya Ali.
Dengan kasar Ali menyeret Rani dan mendorongnya hingga tersungkur ke tanah depan rumahnya.
Lalu terlihat Bu Bibit melempar tas milik Rani yang terjatuh tepat mengenai wajah Rani.
"Pergilah, jangan pernah datang ke rumahku lagi!" usir Bu bibit dengan berkacak pinggang.Rani yang tak terima dengan perlakuan Ali dan ibunya, menatap murka pada wajah wajah yang tersenyum miring ke arahnya.
Dengan dada naik turun, Rani menolah ke kanan dan kiri untuk mencari sesuatu.
Hingga kedua matanya melihat ada balok kayu yang tergeletak di dekat pagar.
Rani berjalan dan memungut balok itu, dan dengan sisa kekuatannya Rani langsung memukul semua kaca mobil miliknya Ali dengan bringas.
Ali yang tidak menduga dengan kelakuan Rani yang nekad, hanya bisa terperangah menatap kaca mobilnya pecah semua.
"Kalian akan menerima balasanku suatu saat nanti. Awas saja, aku tidak akan membiarkan kamu hidup tenang, Ali!" teriak Rani dengan suara lantang dan rambut berantakan.
__ADS_1
Melempar kayu balok tepat di bawah kakinya Ali dengan seringai jahat dan tatapan menantang.
Lalu pergi begitu saja keluar dari halaman rumah yang dulu jadi tempat berteduhnya bersama kedua anaknya.
"Kenapa kamu diam saja, Ali?
Dan kenapa kamu biarkan perempuan itu pergi begitu saja?
Dia harus mengganti kerusakan yang sudah dia lakukan, enak saja main pergi begitu saja!
Jangan bodoh kamu!" bentak Bu Bibit kesal dengan sikap anaknya yang hanya diam saja melihat kelakuan mantan istrinya yang menggila.
"Biarkan saja, Bu!
Ali lebih tau apa yang harus Ali lakukan pada Rani.
Dia akan menyesal karena sudah berani bermain main denganku!" balas Ali dingin, kedua tangannya mengepal erat dan serangkaian rencana balas dendam sudah tersusun rapi di dalam otaknya.
"Emangnya apa yang akan kamu lakukan?" tanya Bu Bibit memasang wajah penasaran.
"Nanti ibu juga akan tau, lihat saja nanti!" Ali kembali masuk kedalam kamarnya, menghubungi seseorang dan melaporkan kejadian yang baru saja dia alami.
"Sepertinya penjara lebih cocok untukmu, Rani!
Dan aku akan membuatmu tersiksa di dalam sana." seringai licik tercetak di wajah Ali.
☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️
Sedangkan di lain tempat Pram tengah tersenyum sendirian menatap foto wanita berhijab lebar dengan pakaian serba hitam.
"Semoga masih ada kesempatan kedua dan kali ini aku bisa menjadi pendampingnya.
Entahlah, rasa itu semakin besar dan harapan untuk memilikinya kian kuat.
Tuhan tunjukkan jalan pada cinta ini.
Aku yakin, Hanum pun juga masih menyimpan perasaan itu untukku." lirih Pram yang terlihat terus menatap wajah teduh perempuan yang ada di foto.
Kemarin saat dirinya bertamu kerumah Hanum, diam diam Pram mengambil foto Hanum tanpa Hanum sadari dengan berbagai pose.
Berharap foto itu bisa jadi obat rindu saat tak bisa menatap nya secara langsung.
Karena tidak mungkin, Pram mendatangi Hanum setiap hari. Yang ada Hanum justru ilfil dan menjauh darinya.
"Cepat kamar saja, keburu di ambil orang!" tiba tiba Vivi sudah ada di sebelah kakaknya, mengintip foto yang dari tadi di pandangi sang kakak dengan wajah berbinar dan penuh kagum.
"Pengennya begitu. Tapi apa Hanum mau dan menerima lamaran mas ya, Vi?
Mas takut di tolak.
Pasti saat ini yang tengah mendekati Hanum bukan mas saja, apa dia sudah punya calon?" sahut Pram dengan wajah yang berubah murung.
"Gini saja, biar itu jadi urusan Vivi.
__ADS_1
Vivi akan cari informasi tentang mbak Hanum.
Vivi kan perempuan dan kayaknya mbak Hanum juga cocok bicara ma Vivi, nyambung gitu.
Vivi akan berkunjung lagi kerumah mbak Hanum besok. Mas Pram tunggu saja kabar dari Vivi.
Jangan lupa berdoa yang baik baik!' balas Vivi serius.
"Kamu serius, Vi?
Kamu mau bantuin mas kaku ini?
Ya ampun adik idaman, makasih ya!"
"Lebay ih.
Tapi ada syaratnya!" sahut Vivi yang tersenyum lebar ke arah kakak laki lakinya.
"Syarat?
Syaratnya apaan?" balas Pram dengan wajah penasaran.
☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️
jangan lupa mampir juga di karya aku yang lain.
#Tekanan Dari Mantan Suami (Tamat)
#Cinta dalam ikatan Takdir (ongoing)
#Coretan pena Hawa (ongoing)
#Cinta suamiku untuk wanita lain (ongoing)
#Sekar Arumi (ongoing)
#Wanita kedua (Tamat)
#Kasih sayang yang salah (Tamat)
#Cinta berbalut Nafsu ( ongoing )
New karya :
#Karena warisan Anakku mati di tanganku
#Ayahku lebih memilih wanita Lain
#Saat Cinta Harus Memilih
#Menjadi Gundik Suami Sendiri
Peluk sayang dari jauh, semoga kita senantiasa diberikan kesehatan dan keberkahan dalam setiap langkah yang kita jalani.
__ADS_1
Haturnuhun sudah baca karya karya Hawa dan jangan lupa tinggalkan jejak dengan like, komentar dan love nya ya say ❤️