Ayahku Lebih Memilih Wanita Lain

Ayahku Lebih Memilih Wanita Lain
episode 52 Tamat


__ADS_3

"Aku hanya menjebak kamu, Rani!


Agar kamu mau mengakui kejahatan kamu.


Enak saja memaafkan dan rujuk sama wanita gila harta kayak kamu, aku masih waras dan kamu harus mempertanggung jawabkan perbuatan kamu sama preman preman itu. Nurutlah sama petugas, agar hukuman kamu tidak semakin berat!" sahut Ali santai dan menatap Rani begitu tajam.


"Bawa saja, pak!


Berikan hukuman yang setimpal buat pencuri seperti mereka. Kalau bisa biarkan mereka membusuk di penjara!" sambung Ali berbicara pada kedua anggota polisi yang datang menjemput Rani.


"Mari Bu Rani, lebih baik anda bisa bersikap kooperatif agar semua berjalan lancar." salah satu polisi mendekati Rani dan hendak membawanya ke mobil, tapi Rani memberontak dan berusaha kabur.


Meskipun Rani berusaha sangat keras, tentu tenaganya pasti kalah kuat dengan tubuh kekar polisi yang mau menangkapnya.


Bu Bibit dan Ali menikmati pemandangan penangkapan Rani d Ngan senyuman bahagia.


"Loh mama mau dibawa kemana?


Pa, tolongin mama dong!


Nanti kita gimana kalau mama di penjara?" huhuhuu Zidan mulai menangis, sedangkan Zadan hanya diam saja dengan ekspresi yang sulit di artikan.


Ali sama sekali tak memperdulikan tangisan anaknya Rani.


Saat polisi membawa Rani , ternyata diluar sana sudah banyak tetangga yang berkumpul untuk menyaksikan penangkapan tersebut.


"Wah ternyata dia yang jadi otak perampokan itu.


Kok bisa ya, padahal dia kan mantan istrinya Ali."


"Dasarnya perempuan jahat, ya begitu itu, gak tau diuntung."


"Sudah tukang selingkuh, merampok lagi.


Amit amit, semoga dijauhkan dari manusia model begitu."


"Kayak gitu gimana sama anaknya nanti, kasihan anaknya. Gak mungkin Ali mau merawatnya, wong bukan anak kandungnya."


Bermacam macam komentar miring saling bersahutan mengiringi kepergian Rani dengan mobil polisi.


Sedangkan Zadan dan Zidan menangis tanpa suara, melihat mamanya dibawa polisi.

__ADS_1


"Kalian masuklah!


Sementara kalian boleh tinggal disini selama ujian.


Setelah itu, ayah akan mengantarkan kalian kerumah nenek kalian." Ali bicara santai dihadapan kedua bocah yang masih mematung dan terus menangis melepas kepergian sang mama.


"Ayah jahat, kenapa ayah membiarkan mama ditangkap polisi?


Ayah jahat!" teriak Zidan tak terima.


"Bukan ayah yang jahat, tapi mama kalian yang sudah keterlaluan.


Mama kalian sudah merampok semua usaha ayah bersama preman preman pasar itu. Dan bahkan kalian juga tau kalau mama kalian juga sudah berselingkuh dengan papa kandung kalian bukan?


jadi, stop menyalahkan ayah. Mengerti?" bentak Ali tak terima, tak perduli apa dikatakan menyakiti hati kedua anak itu, Ali sudah benar benar tidak perduli dan tidak mau tau.


"Masuklah, sebelum aku berubah pikiran lagi untuk mengusir kalian!" sambung Ali emosi menatap tajam pada Zadan dan Zidan.


☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️


Setelah penangkapan itu, Ali sama sekali tidak pernah mau tau tentang nasib Rani, bahkan Ali benar benar memulangkan kedua anak Rani kerumah orang tuanya Rani setelah mereka selesai ujian.


Ali kembali menata hidupnya yang sudah hancur.


Sedangkan bengkelnya juga sudah dia tutup karena uangnya tidak cukup untuk kembali mengisi alat alat di bengkelnya.


Saat ini Ali sedang fokus pada usaha ternak ayam dan bebek, meskipun hidupnya tak seenak dulu, tapi setidaknya dia masih bisa memiliki usaha untuk mencukupi kebutuhannya dan kedua orang tuanya.


Ali sangat menyesal karena sudah pernah jahat pada Hanum dan juga Alisia.


Sekarang Hanum sudah tak lagi dapat tersentuh olehnya, Hanum sudah benar benar menikah dengan Pram. Seorang tentara yang mapan dan tampan, bahkan sangat menyayangi Hanum dan Alisia dengan tulus.


"Makasih ya sayang, akhirnya Alisia dan Sofia punya adik laki laki.


Alhamdulillah, terimakasih. Aku semakin menyayangi kalian!


Semoga keluarga kita bahagia terus." Pram menatap penuh cinta pada Hanum yang terbaring di brankar rumah sakit.


Satu jam yang lalu, Hanum baru saja melahirkan anaknya dari pernikahan keduanya dengan Pram.


Bayi laki laki yang tampan, melengkapi kebahagiaan pasangan yang saling mencintai itu.

__ADS_1


"Alhamdulillah, mas!


Aku juga terimakasih dan bersyukur banget memiliki suami seperti kamu. Terimakasih sudah selalu menjaga dan menyayangi aku dan Alisia dengan tulus. love you suamiku!" sahut Hanum manja dan dibalas kecupan hangat di pipinya oleh sang suami.


"Cie cie, ehem!


Kentang mentang ya sudah halal, jadi ciuman dimana saja sah sah saja. Huh!" gerutu Vivi dengan memanyunkan bibirnya. Membuat semua orang yang ada ikut tertawa dengan tingkahnya itu.


Hanum benar benar bersyukur dan bahagia berada di tengah tengah keluarga Fahri yang sangat menyayanginya dan mau menerimanya apa adanya.


End....


☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️


jangan lupa mampir juga di karya aku yang lain.


#Tekanan Dari Mantan Suami (Tamat)


#Cinta dalam ikatan Takdir (ongoing)


#Coretan pena Hawa (ongoing)


#Cinta suamiku untuk wanita lain (ongoing)


#Sekar Arumi (ongoing)


#Wanita kedua (Tamat)


#Kasih sayang yang salah (Tamat)


#Cinta berbalut Nafsu ( ongoing )


New karya :


#Karena warisan Anakku mati di tanganku


#Ayahku lebih memilih wanita Lain


#Saat Cinta Harus Memilih


#Menjadi Gundik Suami Sendiri

__ADS_1


Peluk sayang dari jauh, semoga kita senantiasa diberikan kesehatan dan keberkahan dalam setiap langkah yang kita jalani.


Haturnuhun sudah baca karya karya Hawa dan jangan lupa tinggalkan jejak dengan like, komentar dan love nya ya say ❤️


__ADS_2