Ayahku Lebih Memilih Wanita Lain

Ayahku Lebih Memilih Wanita Lain
episode 47


__ADS_3

"Kita menginap di hotel saja malam ini, ya?


Bentar mama pesankan taksi." sahut Rani yang terpaksa menginap di hotel, kasihan anak anaknya yang sudah mulai lelah dan kelaparan.


"Awas kamu, mas!


Aku akan buat perhitungan denganmu setelah ini!" batin Rani menyimpan dendam dan kebencian di hatinya.


Rani yang kesal karena diperlakukan semena-mena dengan Ali tidak terima.


Setelah menyewa kamar hotel dan membalik makan untuk anak anaknya. Rani meminta kedua anaknya untuk istirahat. Sedangkan Rani pamit keluar untuk menyelesaikan urusannya.


Zidan dan Zadan tak ambil pusing kemana mana mereka pergi, yang penting mereka bisa kembali istirahat setelah perjalanan jauh yang melelehkan.


Rani pergi menemui ketua preman yang tak lain adalah temannya.


Bimo, preman pasar yang terkenal suka bikin rusuh, wajahnya sangat dan tubuhnya gempal.


"Tumben kamu menemuiku, Ran. Ada apa?" tanya Bimo sambil menghisap rokoknya di bibir hitamnya.


"Aku butuh bantuan kamu, Bim!


Aku mau bikin mantan suamiku miskin. Memberinya pelajaran agar tidak sombong dan bersikap semena-mena padaku. Dia sudah berani mengusirku dari rumahnya.


Aku ingin kamu mencuri di bengkel miliknya, dan juga toko sembakonya. Kuras habis barang barang yang ada disana.


Akan aku tunjukkan CCTV di tokonya, agar aksi kalian tidak terendus.


Dan masuklah seperti biasa Tania harus menjebol pintunya, aku punya kunci serep keduanya.


Untuk bayaran kamu gak usah khawatir, nanti kita akan bagi hasil!" ucap Rani menggebu, niatnya ingin menghancurkan Ali, agar usahanya bangkrut dan hidup miskin.


"Baiklah, kita akan bergerak nanti tengah malam.


Aku akan siapkan mobil untuk mengangkut barang barangnya." balas Bimo menyeringai.


"Oke, aku akan kembali ke hotel dulu. Kasihan anak anakku, ini kuncinya. Nanti kabari saja!" Rani langsung pergi kembali ke hotel dengan jalan kaki, karena tempatnya janjian bertemu dengan Bimo gak terlalu jauh dengan hotel tempatnya menginap.


Ali yang tidak bisa tidur, terus saja merasa gelisah. Tidak tau ada apa dengan hatinya. Tiba tiba saja gelisah dan seperti ada yang mengganjal.


Berusaha memejamkan matanya, tapi tidak bisa, padahal jam sudah menunjukkan angka dua belas malam.


"Apa ini firasat tidak baik, kenapa aku terus saja gelisah. Ada apa ini?" batin Ali terus bertanya dalam kegelisahan hatinya.


Sedangkan di lain tempat, Rani dan teman teman premannya tengah beraksi, yang pertama di datangi adalah toko sembako milik Ali, Tanpa berpikir panjang, Para preman suruhan Rani menggasak semua yang ada di dalam toko, diangkut diatas mobil bak terbuka. Tak lupa Rani merusak cctv yang ada disana. Untuk menghilangkan jejak kejahatannya.

__ADS_1


"Sudah beres. Ayo amankan dulu ini ke gudang penyimpanan kita." seru Bimo pada anak buahnya.


"Gimana, sudah semuanya?


Titip kembali pintunya, hari hati jangan sampai meninggalkan jejak." Rani mengingatkan Bimo.


Karena memang sudah terencana, Bimo tak lupa memakai sarung tangan agar sidik jarinya tidak menempel dan meninggalkan jejak.


"Ayo pergi!


Sekarang kita ke bengkel, bawa saja apa yang ada disana!" seru Rani dengan senyum menyeringai.


"Rasain kamu, mas!


Besok aku pastikan, kamu akan menangis darah. Selamat hidup miskin, Ali!" gumam Rani yang tak berhenti tersenyum, membayangkan wajah panik dan frustasi mantan suaminya.


☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️


Keesokan harinya, seperti biasa, setiap jam tujuh pagi, Ali selalu pergi ke toko sembakonya yang berjarak lumayan jauh dari rumahnya.


Disana sudah ada beberapa pegawai yang menunggu kedatangannya untuk membuka pintu.


Saat pintu toko terbuka, mata aku membulat shock.


"Siapa yang berani melakukan ini?


Kurang ajar, aku akan cek CCTV. Adi, telpon polisi, laporkan kalau ada perampokan di toko." Ali langsung masuk ke dalam toko, dan membuka komputernya untuk melihat cctv yang sudah di pasang. Tapi nihil, karena CCTV sudah dirusak oleh si perampok lebih dulu."


"Aaaarrrgh, sial!" teriak Ali frustasi.


Tubuhnya lunglai tak bertenaga, semuanya habis dan tak ada bukti apapun tentang si pencuri.


Saat Ali meratapi nasibnya, ponselnya berdering dari nomor Parto sepupunya yang bekerja di bengkel.


Ali shock saat mendengar kabar dari Parto.


Bengkelnya juga dirampok.


☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️


Sedangkan di lain tempat, Rani tertawa puas, niatnya untuk memiskinkan Ali terlaksana.


Rani membagi keuntungan hasil merampok bersama Bimo. Lumayan banyak, membuat Rani bahagia. Dan akan tetap tinggal di hotel selama anaknya masih ujian. Setelah itu, tinggal nunggu raport kenaikan kelas dan pindah ke sekolah baru yang ada dirumah orang tuanya.


Rani meminjam motor milik Bimo untuk mengantar jemput anaknya ke sekolah.

__ADS_1


Hatinya sudah puas, karena dendamnya terlaksana. Ali pasti hancur dan meraung-raung usahanya gulung tikar.


Sekarang tinggal melaksanakan niatnya untuk membalas sakit hatinya pada Hanum.


Padahal Hanum tidak pernah melakukan apapun pada Rani.


Rani saja yang dengan tanpa alasan. Rasa irinya sudah membutakan matanya, sehingga mempunyai niat jahat pada Hanum.


"Tinggal Hanum yang menunggu giliran, aku akan membuatnya hancur dan menyesal karena sudah hadir di kehidupan rumah tanggaku. Sehingga aku terbuang dengan cara sehina ini. Kalau bukan karena si Hanum, Mas Ali tidak akan bersikap kasar dan tega meninggalkan aku. Ali sudah kembali terobsesi pada Hanum, sehingga dia dengan mudah mencampakkan aku.


Hanum, tunggulah giliran kamu!" batin Rani penuh dengan kebencian.


☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️


jangan lupa mampir juga di karya aku yang lain.


#Tekanan Dari Mantan Suami (Tamat)


#Cinta dalam ikatan Takdir (ongoing)


#Coretan pena Hawa (ongoing)


#Cinta suamiku untuk wanita lain (ongoing)


#Sekar Arumi (ongoing)


#Wanita kedua (Tamat)


#Kasih sayang yang salah (Tamat)


#Cinta berbalut Nafsu ( ongoing )


New karya :


#Karena warisan Anakku mati di tanganku


#Ayahku lebih memilih wanita Lain


#Saat Cinta Harus Memilih


#Menjadi Gundik Suami Sendiri


Peluk sayang dari jauh, semoga kita senantiasa diberikan kesehatan dan keberkahan dalam setiap langkah yang kita jalani.


Haturnuhun sudah baca karya karya Hawa dan jangan lupa tinggalkan jejak dengan like, komentar dan love nya ya say ❤️

__ADS_1


__ADS_2