Bangkitnya Sang Ahli Pedang

Bangkitnya Sang Ahli Pedang
Berburu dan Keputusan


__ADS_3

Kau tahu betapa menyakitkannya telingaku mendengar semua ocehan Tanka sejak pagi?


Mendengar semua penentangannya membuat telingaku panas. Bahkan sekarang rasanya aku ingin secara terang-terangan memarahinya. Karena kau tahu, berbicara menggunakan telepati dan secara nyata sangat berbeda.


Aku ingin memberitahukan pada semua orang mengenai Tanka agar aku tidak uring-uringan seperti orang stres. Ini bermula karena aku mengatakan pada Verion akan mengirim Sunny ke hutan kegelapan.


Tanka menginginkan bersama Sunny lebih lama lagi. Akhirnya aku menunda mengirim Sunny.


Tentu saja Tanka senang.


Tapi yang membuatku menunda keberangkatan Sunny adalah perkataan Tqnka yang mengatakan kami berdua membutuhkan menghabiskan waktu bersama untuk mempererat hubungan.


Hubungan yang kuat akan membuatnya kuat juga.


Di waktu istirahat kami, kami berempat akan berlatih.


Tapi berbeda dengan hari sebelumnya. Aku meminjam panah pada kesatriaku. Aku akan melepaskan rasa stresku dengan berburu. Bukankah ketika kita melepaskan anak panah maka kita juga melepaskan stres? Ya, sejujurnya itu hanyalah sebuah alasan.


Kukatakan pada Tanka agar dia tetap diam di sisi Verion. Dan kukatakan pada Verion untuk dia bermeditasi meningkatkan lingkaran sihirnya menjadi lingkaran tiga.


Aku hanya ingin menghabiskan waktu dengan Sunny dan berjalan santai saat berburu.


Sunny berlari ke sana ke sini saat aku hanya berjalan santai dengan acuh.


Telinganya akan bergerak jika ada hewan lain di sekitarnya. Lalu dia akan berlari mengejar, insting alami membimbingnya.


Tiba-tiba angin kencang bertiup di dekatnya. Itu angin yang tidak biasa. Sebuah angin yang berputar seperti tornado kecil.


Dari dalamnya keluar sesuatu yang membuatku bingung mengenai identitas aslinya.


Dia seperti manusia, tapi mempunyai energi yang berbeda. Memakai baju putih khas timur, kulitnya saat terkena matahari sedikit mempunyai warna merah jambu yang seperti bayi.


Insting Sunny menyuruhnya mundur dan waspada. Aku telah membidiknya jika dia bertindak sesuatu yang menurutku mengancam.


Tapi dia malah berjongkok dan mengusap Sunny seolah itu adalah hal yang gampang. Sunny bahkan mengendurkan kewaspadaannya. Siapa pria berambut ikal itu?


Kalau terus begini, aku tidak akan menemukan apa pun. Tapi sebelum aku bertanya padanya, dia menyuruhku untuk tidak terlalu waspada padanya.


"Manusia, jangan terlalu takut padaku."


Dia memanggilku manusia, seakan dia bukanlah manusia.


"Kau ini apa?"


Ya, kata apalah yang kugunakan karena kenyataannya aku tidak tahu dia itu apa sebenarnya. Dan kutahu dia bukan manusia.


"Hehe." Dia terkekeh kecil padaku seolah apa yang kutanyakan adalah hal yang lucu.


"Apa kau sungguh tidak mengenalku?"


Aku memiringkan kepala, dan tetap waspada. Sungguh perkataan yang aneh, setelah aku mencari ke dalam memori Akion dan diriku sendiri, aku tidak menemukan siapa dirinya.


"Kalau begitu belum saatnya. Aku hanya menyapamu."


Setelah mengucapkan itu, dia menghilang begitu saja tanpa jejak. Angin yang menyelimutinya memiliki suhu yang lebih dingin dan itu menyentuhku sedikit.


"Kenapa kau mau disentuhnya, Sunny?"


"Ayah, dia tidak berbahaya."

__ADS_1


"Bagaimana kau tahu itu?"


"Ekorku mengatakannya." Sunny tersenyum lebar padaku. Mengatakan instingnya sebagai ekor, perumpamaan yang lucu.


Walaupun pikiranku menjadi sedikit cemas. Tapi aku tetap meneruskan pemburuanku, hingga dua ekor rusa kudapatkan.


Sunny membantuku membawanya. Dengan wajah serius kukatakan padanya untuk tidak memakan kedua rusa tersebut.


Tanka dan Verion yang kami tinggalkan masih serius bermeditasi. Kedatangan kami tidak membuat mereka sadar. Mari kita tes.


Aku mengambil anak panah dan kubidikkan pada Verion. Ini kejam. Jika dia tidak sadar, kurasa dia akan mengalami luka kecil pada lengannya. Tidak terlalu parah, karena dia bisa sihir penyembuh.


Wush!


Anak panah telah kulepaskan. Bahkan tanpa gerakan apapun dengan meditasi yang sangat tinggi, anak panah itu tidak dapat menyentuhnya.


Pada jarak sepuluh sentimeter, anak panah tersebut hancur lebur. Tertolak dengan energinya.


"Tanka, ayo kita kembali."


Mendengar suaraku Tanka langsung membuka mata.


"Bagaimana dengannya?"


"Biarkan saja. Dia bukan anak kecil nanti akan kuperintahkan August untuk menjemputnya. Aku harus memberi ini pada mereka untuk diolah. Aku ingin makan rusa bakar. Pasti enak."


Aku mengemut mulutku sendiri untuk mengatakan aku benar-benar ingin memakannya.


Tanka langsung menaiki Sunny dan berbaring di atasnya, seolah tubuh Sunny adalah kasur yang sangat empuk.


**


"Ah, kau tega sekali meninggalkanku sendiri, Akion."


"Jika ada hewan liar menyerangku atau hal lainnya, apa kau tidak merasa sedih?"


"Tenanglah, itu tidak akan terjadi."


Aku mengipas bagian atas daging yang asapnya menyembul, wangi nikmat masuk ke dalam mulutku.


Ini membuatku tidak sabar.


"Bagaimana kau tahu?"


Dia belum menyentuh dagingnya, dan meminta penjelasan padaku.


"Aku dan Sunny telah berkeliling di hutan, tidak ada hewan liar. Lalu aku juga sudah mengetesmu sebelum meninggalkanmu."


"Maksudmu?"


Sejujurnya aku tidak ingin mengatakan padanya bahwa aku telah dengan sengaja melepaskan anak panah pada dirinya yang bermeditasi.


"Kau akan menutup mulutmu?"


"Aku memanahmu." Aku tersenyum kecil. Mungkin dia akan marah pada tindakkanku.


"Kau serius?" Dia memandangku tidak percaya.


"Iya." Aku menggaruk pipiku, lalu mengalihkannya dengan memakan daging rusa yang telah sedikit mendingin.

__ADS_1


"Wah, Terima kasih, Akion."


Dia memaksakan senyumnya. Yang membuatku sedikit merinding.


"Bagaimana rasa daging rusanya?"


"Ya, sama seperti rasa daging rusa pada umumnya." Matanya menyipit saat senyum mengerikan itu muncul di wajahnya.


"Ha-ha."


Aku tertawa kaku. Dia menggerutu tapi tanpa suara. Dia menghabiskan daging rusa dengan perlahan dan menatapku.


Kami telah melakukan perjalan selama dua minggu, beberapa hari lagi kami akan tiba di Vernanses. Pada akhirnya kami akan berpisah dan bertemu lagi di Kekaisaran.


"Kalau begitu maafkan aku, Verion. "


Dia mengangguk, dari celah garpu yang kuangkat dia tersenyum.


Kemudian untuk menghabiskan waktu bersama kami di hari-hari yang sebentar lagi berpisah, kami latihan lebih intens dari sebelumnya.


Aku telah memutuskan bahwa Sunny harus setidaknya mencapai kondisi dia bisa menggunakan telepatinya pada setiap orang yang dia inginkan.


Jika aku mengirimnya tergesa-gesa, dan Levian tidak memahaminya, maka akan masalah yang timbul dari kesalahpahaman akan ada.


Kemudian, Verion menyarankan untuk melepaskan Sunny di sarang Arachne, itu akan menjadi santapan yang baik bagi Sunny.


Beruntungnya lagi, sarang itu sejalan dengan perjalanan kami ke Vernanses. Jadi, kami tidak butuh untuk memutar jalan dan membuat jadwal terlambat.


Mengenai jadwal yang terlambat, kurasa para Ksatria dari Marquis Kingston telah tiba di Vernanses dan menunggu kami dengan gelisah.


"Apa kau tahu bahwa pangeran juga mempunyai telur mistik?"


Mendengar kata-kata Verion, aku dan Tanka kaget. Telingaku melebar untuk mengetahuinya lebih dalam.


"Pangeran ke berapa?"


Di Kekaisaran hanya ada dua pangeran.


"Tidak ada yang tahu. Itu hanyalah sebuah rumor." Verion menghindari tatapanku yang telah terlanjur antusias dengan ceritanya.


Kau akan tahu saat di Kekaisaran. Rumornya mengatakan bahwa pangeran akan menunjukkannya."


Aku mendecakkan lidah ke dalam secara kasar. Keluarga kaisar sangat penuh intrik.


"Dibandingkan itu, aku lebih menginginkan kau untuk memamerkan hewan mistikmu. Mereka akan sangat kaget.".


"Aku tidak ingin menjadi pusat perhatian mereka, walaupun nanti aku akan menjadi pusat perhatian juga." Tanpa melihatnya, aku menjawab setengah hati.


"Ya, memamerkannya sekarang bukanlah saat yang baik. Mungkin jika itu telah seukuran naga asli, kau bisa memamerkannya dengan berani. Menaikinya dan berpose dengan memegang pedang. Itu sangat keren."


Di sini, Verion hanya menegaskan dan menginginkan untuk pamer, membuat iri orang-orang dengan cara yang bahkan uang pun sulit membelinya.


Pada saat yang sama, aku memang sedikit mempunyai keinginan yang sama seperti Verion. Tapi tidak terlalu menggebu sepertinya. Aku hanya mengubur keinginan, dan bertindak sesuai dengan kapasitas.


Itu sebabnya aku akan mengirim Sunny mau tak mau.


"Apa aku boleh mengikuti Sunny masuk ke sarang Arachne?"


Tanka menyentuh tanganku dan melakukan trik liciknya lagi.

__ADS_1


Kukatakan padanya untuk melakukan apa pun yang dia mau, dan awasi Sunny.


Tanka tersenyum, dan mengusap dagu bagian bawah Sunny seperti kucing. Dia pasti ingin mengambil beberapa bagian dari Arachne untuk ramuannya.


__ADS_2