
Beberapa jam lagi kami tiba di Vernanses. Verion mengatakan untuk berangkat bersama sebagai rombongan, tapi aku tertawa menanggapinya.
Verion akan melakukan perjalanan dengan sedikit memutar, karna ada urusan keluarganya yang harus diselesaikan. Sedangkan aku harus seperti tujuan semula.
Krieeet!
Kereta kami berhenti.
Ada masalah apa lagi? Seharusnya tidak ada masalah yang butuhkan tenaga, karena jika begitu, mereka cukup berani menyerang di dekat area masuk yang banyak prajuritnya.
Tapi pikiranku tidaklah salah. Mereka adalah perampok yang sedikit gila.
Apakah mereka kuat hingga berani melakukan ini?
"Tuan Akion, Anda tidak perlu turun tangan. Kami akan mengurusnya."
"Baiklah."
Aku membiarkan August mengurusnya, dan dia hanya butuh waktu di bawah lima menit. Perampokan itu ternyata hanya modal nekat. Pada akhirnya kami T menyeret perampok nekat itu ke Vernanses agar ditahan.
Melihat lambang keluargaku di kereta, seorang kesatria tetap menanyai August tentang siapa yang ada di kereta. Hanya tentang administrasi ringan yang tak seharusnya kau menaikan wajahmu.
Setelah itu kami menyerahkan para penjahat, dan aku memandang mereka dengan ramah dan tegas bersamaan.
"Tiga jam dari sini mereka mencoba merampok kami. Apakah para Kesatria di sini tidak pernah berpatroli di luar dinding?"
Faktanya, batas dinding bukanlah batas wilayah asli mereka. Pada bagian yang kami lewati beberapa jam lalu juga termasuk wilayah mereka.
Wajah mereka menenggang dan sungkan untuk melihatku.
"Jika pedagang yang melewatinya, maka bisa saja mereka terluka. Jangan melakukan hal seperti itu lagi."
Maksudku, sebagai Kesatria mereka harus menjalankan tugas mereka. Berpatroli di luar dinding juga termasuk dalam tugas itu.
August menyerahkan tujuh perampok tadi kepada mereka.
Wajah mereka merah padam, aku tahu bahwa mereka akan menghukum mereka kejam karena para perampok itulah, aku menyemprot para Kesatria Vernanses dan membuat mereka malu.
Kereta kami melewati gerbang masuk.
Vernanses adalah kota yang sibuk. Ya, ini telah menjadi daerah perkotaan bukan desa lagi.
Kehidupan di sini sedikit berbeda, mereka yang ada di kota cenderung mengangkat hidungnya tinggi dan menganggap diri mereka lebih berkelas dari lainnya. Itulah yang membuat para bangsawan lainnya juga mengkotakkan diri mereka menjadi bagian-bagian, dan Sanktessy berada di bagian wilayah miskin tidak berkembang.
Ketika kami tiba di mansion Marquis Kingston yang ada di Vernanses, aku mengagumi kemegahan bangunan ini.
__ADS_1
Ini sangat besar untuk hanya dikatakan tempat singgah mereka jika melakukan perjalanan.
Kesatria yang berjaga mendekati kami, lalu Verion memverifikasinya dengan menunjukkan identitasnya. Mereka panik, dan langsung membungkukkan badan mereka pada Verion.
Kami memasuki pintu gerbang mansionnya, ini adalah jalan yang cukup panjang untuk mencapai mansion. Tapi kami tetap memacu kereta kuda dengan santai.
Aku mendengar percakapan Kesatria tadi yang panik.
"Kabarkan segera kepada semuanya, Tuan Muda Verion telah tiba. Perintahkan mereka untuk bersiap!"
Begitulah kenapa, saat kami turun dari kereta, kami disambut oleh kepala Ksatria dan kepala pelayan.
"Selamat datang Tuan Muda Verion. Kami semua telah menunggu Anda."
Dia adalah ketua Kesatria, dia menggunakan armor lengkap yang formal. Lambang harimau ada di bagian depannya. Bajunya berwarna merah berkombinasi hitam. Dia mempunyai mata tenang, ramah, dan menghanyutkan.
Ketua pelayan memerintahkan pelayan yang sebelumnya berbaris di kanan kiri sisi jalan untuk membawa barang-barang kami. Aku telah mengatakan untuk membawa dua koperku saja.
"Anda pasti swordmaster yang terkenal itu. Selamat datang di mansion sederhana Marquis kingston."
Kepala kesatria menyapaku. Kami mulai berjalan. Sejujurnya Kerendahan hati yang mengatakan ini adalah mansion sederhana membuatku sedikit kesal. Jika ini sederhana, jadi masuk kategori apa mansion utama Sanktessy? Tempat penampungan?
Sebelum kami berjalan lebih jauh, aku melihat kereta kudaku.
"Tolong jaga baik-baik kereta kuda Akion, dan jangan ada satu pun orang yang berani menyentuhnya." Verion yang memahami kekhawatiranku memberikan mereka larangan yang tidak boleh untuk dilanggar. Setelah itu kami masuk ke mansion Kingston. Semua interiornya lebih mewah dan membuat mataku terlena.
Bahkan mata mengagumi yang sering kali kutemukan pada orang di mansion ini.
Verion bersikap santai dan nyaman, seakan dia telah terbiasa ada di mansion ini. Padahal untuk kali pertamanya dia berada di mansion, dan kali pertamanya juga dia mengenalkan diri sebagai Kingstone. Seorang keturunan resmi dari Marquis Kingston, dan seorang penerus. Orang-orang telah menghormatinya.
Ketika aku masuk ke kamarnya, Verion sedang membaca surat dari ayahnya dan menulis balasannya dengan tersenyum.
"Apa semua baik-baik saja?"
"Ya, Ayahku dalam keadaan baik. Semuanya juga berjalan lancar." Senyum Verion masih berlangsung.
"Boleh aku meminta kertas dan pena juga?"
Dia memberikan permintaanku tanpa bertanya. Dia melirik sekali, lalu menarik dirinya untuk tidak melihat karena itu tidak sopan.
"Aku mengirimkan surat untuk Ayahku dan Harzem."
Aku melipat kertas itu dengan baik. Lalu memberikannya pada Verion.
"Tolong kirimkan ini juga." Aku tersenyum.
__ADS_1
Setelah malam datang, kami berdua pergi ke dalam tempat kereta kudaku. Aku membuka pintu keretaku, dan mata Sunny bersinar sangat terang, matanya membulat dan kedua pipi yang menggembung dengan lucu.
Dia telah rindu denganku. Aku mengusapnya. Dan membawanya keluar.
Verion telah memerintahkan kepada pelayan dan kesatrianya agar tidak mendekati kami saat berjalan-jalan. Jadi, Sunny dapat merenggangkan sayapnya.
Dia menggelengkan kepalanya, membuat seluruh tubuhnya bergerak ke kanan dan kiri. Di dalam kereta pasti dia kesulitan.
"Kau akan menjadi pemburu yang baik, dan badanmu tidak akan pegal seperti ini lagi." Aku tersenyum kecil pada Sunny yang terbang di atasku.
"Iya, Ayah. Aku akan kembali ke sisi ayah saat menjadi lebih kuat lagi."
Sifatnya lebih dewasa dibandingkan umurnya. Naga memang selalu mengagumkan.
"Besok kau akan mengirimnya?"
"Iya. Tidak ada lagi alasan menundanya. Levian dan Eli pasti akan terkejut."
"Kau jangan melupakanku, ya, Sunny. Aku teman baik Ayahmu." Verion menyentuhku ramah.
"Jika kau bisa memberikanku makanan yang enak, aku akan memikirkannya, Verion."
Dia tak tunduk dengan perkataan manis Verion. Dengan menggemaskan dia bernegosiasi.
"Aku akan memberimu monster yang kuat. Kau akan membantuku kan, Akion?"
"Tidak," jawabku singkat.
Sudut matanya itu mengecil dan merendah, menatapku dengan kecewa, lalu merangkulku hangat.
"Wangi malam ini sangat enak. Pasti karena bunga-bunga di sini." Tanka mengomentari sambil mencium hamparan bunga di taman mansion Marquis Kingston.
Bulan bersinar dengan sangat terang. Kami bahkan tidak memerlukan lampu penerangan.
Aku memegang tengkukku.
"Baiklah, mari kita istirahat," kataku.
Verion mengangguk dan kami berjalan kembali ke mansion. Kuperintahkan Tanka dan Sunny untuk masuk lewat jendela
Aku telah menunjukkan di mana kamarku. Mereka memahaminya. Saat aku masuk kedalam kamar, mereka telah ada di teras.
Aku membukakan pintu dan mereka masuk dengan gembira.
Aku membaringkan tubuhku dengan nyaman di ranjang yang empuk. Ah, rasanya sangat menyenangkan bisa tertidur dengan berbaring dan di kasur yang empuk.
__ADS_1
Sunny berbaring di sampingku, dan aku memeluk nya hingga kami tertidur.