
Sudah lama aku tidak berbicara bebas dengan Tanka. Menahan suaramu untuk tidak keluar adalah hal yang sangat sulit.
"Bagaimana bentuk ke kaisaran sekarang? Siapa rajanya?"
"Kau tahu, Caesar dan raja pertama berperang bersama."
"Semua orang tahu mengenai cerita itu. Tapi, cerita seorang pahlawan tergantikan menjadi keluarga yang miskin." Aku tersenyum kecil ketika menundukkan wajah untuk melihatnya.
"Dia sangat baik hati. Sejujurnya aku tidak menyukai raja pertama."
"Kenapa?"
"Dia buruk. Dia menganggap Caesar adalah saingan."
"Bukankah itu bagus?"
"Aku tidak tahu, tapi dari matanya, cara memandangnya ke Caesar berbeda. Itu membuatku takut."
"Dia, Cassiel La De Romannya, Kaisar pertama yang kejam."
Penjelasannya yang dingin, aku masih menunggu Tanka untuk menceritakan lebih banyak lagi. Setelah kira-kira semenit, Tanka kembali membuka mulutnya, dan berpaling dari melihat jendela lalu ke aku.
"Caesar dan Cassiel adalah saingan dalam cinta. Tapi yang menang lagi-lagi adalah Caesar. Dia menikah dengan wanita tercantik Sekekaisaran.
"Setelah perkelahianmu dan Eli, orang lain yang mendapatkan Caesar. Itu lucu."
"Kau terlalu menghinaku."
Selama perjalanan menuju kekaisaran, kami mengobrol dari banyak hal. Kebanyakan adalah obrolan sederhana untuk mengisi waktu luang yang sangat banyak. Jika sekarang aku sedang memegang handphone dan internet yang berjalan lancar, mungkin banyak akan menghabiskan waktu berselancar di internet.
Aku tahu saat mencium baunya. Sangat khas penuh sesuatu yang busuk, dan menjijikkan. Ketika keretaku melewati gerbang masuk, mata mereka semua sama. Memandang dengan rendah tanpa peduli bahkan seorang Kesatria biasa berani memandangku secara langsung, matanya berkata tidak peduli.
Aku sengaja melepaskan auraku saat turun dari kereta. Mata mereka ketakutan seolah akan menjadi gelap. Aku berjalan melewati mereka, keringat muncul. Ini bahkan belum sampai dua persen dari auraku, mereka telah merasakan akibatnya.
Beraninya, seorang kesatria merendahkan aku dengan lantang.
Tanka di sebelahku bahkan meminta untuk menghukum mereka lebih kejam dari ini.
Tidak. Di sarang musuh, kau hanya perlu bersikap seperti biasa.
Itulah yang kuinginkan.
Aku mengawasi dengan hati-hati. Beberapa keluarga bangsawan telah tiba juga di Kekaisaran. Kereta mereka berkilau dan mendapatkan pelayanan yang sangat baik.
Namun, Sanktessy mendapatkan perlakuan yang berbeda.
Tanka terkejut memandangi kamar yang mereka berikan padaku. Dua pelayan yang mengantarku terkekeh di belakang, mengejek seolah aku tidak peduli.
__ADS_1
Kamar itu mungkin adalah kamar terburuk di sini. Mereka tampak tua dan berdebu. Sejujurnya aku tidak pernah ingin untuk memarahi perempuan. Tapi tindakan seperti mereka lakukan adalah kurang ajar. Mereka tidak memahami yang namanya status sosial.
Di sini status sosialah pengaturannya.
"Apa yang kalian tertawakan?"
Aku memandang mereka tajam. Rasanya aku menginginkan sekretaris wanita dan berada disebelahku. Dengan begitu dia bisa memarahi dua pelayan ini.
"Tidak ada, Tuan Akion."
Tapi dia mengatakan itu dengan mulut gemetar yang menahan tawa.
Siapa pun yang mengenal Akion akan mengatakan bahwa dia adalah tipe manusia yang akan menghindari keributan, karna Kekaisaran tidak akan membelanya.
Posisinya lebih rendah dari pelayan.
Aku melirik Tanka, kuminta dia mengerjai dua pelayan gila di depanku. Jika dia pria, mungkin sja aku telah menonjoknya. Namun aku cukup bermurah hati, kuperintahkan Tanka untuk menghilangkan suaranya dan mengalami gatal yang luar biasa.
"Kenapa kalian tidak membersihkan kamarku?"
Dia membuka mulutnya, namun suara tidak keluar. Dia menghadap ke temannya, ketika temannya akan merespons, dia tahu bahwa dia juga kehilangan suara.
Mereka saling berhadapan dengan panik. Memerangi leher mereka dengan penuh frustrasi. Mereka melihatku tersenyum, mereka bergidik dan mundur.
"Apa yang kalian tunggu? Bersihkan."
Merasa terintimidasi, mereka buru-buru membersihkan kamar yang akan kugunakan. Kuperhatikan mereka baik-baik. Gerakan mereka takut, tapi aku tidak peduli.
"Kau tidak mengembalikan suara mereka?"
"Biarkan mereka beberapa hari seperti itu. Dan lakukan sekarang. Buat mereka mengalami gatal-gatal."
"Baiklah."
Aku tahu Tanka mempunyai bubuk yang bisa membuat orang gatal-gatal. Itu adalah hukuman yang bagus untuk mereka berdua.
Setelah Tanka pergi, aku membaringkan diri di kasur reyot ini.
**
Semua bangsawan yang datang Kekaisaran berada di gedung timur. Hanya aku sediri yang ada di gedung barat. Gedung yang cukup tua, tidak pernah di renovasi, dan dekat dengan menarah jam. Ketika jam itu berbunyi, maka dari kamarku akan terdengar cukup jelas.
"Kau tidak sarapan?"
Saat melihat aku mengambil jalan yang berbeda Tanka bertanya.
Biasanya seorang bangsawan akan membawa pelayan pribadinya untuk mengurusi dirinya. Namun Akion tidak.
__ADS_1
Wush!
Aku melompat tinggi, dan duduk diatas menara jam. Angin dingin mengelilingiku, tapi itu tidak cukup membuatku turun dari sini.
"Apa yang kau perhatikan, Akion?"
Di bawahku, aku melihat para bangsawan yang sedang berjalan-jalan santai. Sepertinya mereka telah menyelesaikan sarapannya.
"Ayo kita berkeliling. Kau telah lama tidak berada di sini, kan?"
Aku mengulurkan tangan, Tanka mendarat di telapak tanganku, setelah aku memasukkannya ke dalam kantong, aku berlari cepat dan tidak bersuara.
Sesekali aku akan berhenti jika dibawahku ada kerumunan dan mendengarkan pembicaraan mereka yang penuh hinaan, atau mereka akan membicarakan tentang keluarga bangsawan lainnya.
Tidak ada yang penting.
Aku melihat ke luar istana, dan memutuskan untuk ke luar untuk melihat-melihat. Ya, aku sengaja agar orang-orang tidak melihatku? Untuk apa? Aku bahkan ingin menghindari mereka semua.
Ketika aku melompat dari satu gedung ke gedung lain, itu sangat menyenangkan. Saat tubuhku masihlah tubuh asli aku tidak dapat bergerak sepertinya ini.
Ayolah, hal seperti hanya ada di sebuah karya fiksi.
Tap!
Aku mendarat di pusat kota. Gedung-gedung yang ada di sini sangat besar. Harga tanah dan sewanya pasti sangat mahal.
Kurasa jika aku mempunyai satu itu baik.
Wush!
Aku melompat lagi.
Kali ini aku ke pusat perkantoran. Di sini banyak kantor pemerintahan, perpustakaan, laboratorium, bank dan sebagainya.
"Kau akan ke mana, Akion?"
"Tentu saja ke bank."
Aku melompat dan tepat mendarat di depan bank. Orang-orang yang terkejut melihatku menyingkir.
Sanktessy tidak mempunyai akun bank. Apa kau tahu kenapa begitu? Pertama, karena Sanktessy miskin dan banyak hutang. Kedua, karena Sanktessy tidak punya keping emas yang bisa ditunjukkan. Dan ketiga, buat apa kami mempunyai akun bank jika uang yang dipegang saja tidak punya.
Jika sekarang, kami membutuhkannya.
Jadi aku memutuskan untuk membuat akun bakal untuk mempermudah kami nantinya.
"Ternyata tujuan sebenarmu ke sini. Katanya mau mengajakku jalan-jalan." Tanka menggerutu disebelahku.
__ADS_1
"Nanti kita bersenang-senang." Aku tersenyum kecil.
Saat aku telah di depan pintu, pintu itu terbuka, seseorang dengan pengawalnya ke luar. Dia sudah pasti seorang bangsawan. Mungkin dia juga akan muncul di pertemuan nanti.